DEKLARASI DAMAI PARPOL

1977378_635719803147991_1044233382_nSetelah kegiatan Upacara Bendera tanggal 17 Maret 2014 di halaman Kecamatan Sleman dilaksanakan Deklarasi Damai Partai Politik peserta Pemilu 2014. Kegiatan tersebut merupakan komitmen Parpol peserta Pemilu untuk dapat menciptakan suasana aman, tentram, dan damai selama masa kampanye, pemilihan, maupun pasca pemilu di wilayah Kecamatan Sleman pada khususnya.
Masa Pemilu seperti ini memang memiliki sisi sensitivitas yang lain dari biasanya. Banyak peluang konflik muncul ke permukaan, baik horisontal di akar rumput maupun secara vertikal. Untuk itu Deklarasi Damai memang perlu diadakan. Tidak hanya sebatas ikrar damai, namun yang paling penting adalah pada prakteknya bagaimana mengkondisikan sekian banyak individu dengan berbagai kepentingan agar senantiasa kondusif.
Penandatangan deklarasi Damai disaksikan langsung oleh Camat Sleman, Danramil Sleman, Kapolsek Sleman, Ketua PPK Sleman, Ketua Panwaslucam Sleman.

SHOOTING DESA RAMAH ANAK

_MG_0096Bertempat di Padukuhan Tlacap, Pandowoharjo, Sleman dan Balai Desa pandowoharjo Sleman pagi ini dilaksanakan kegiatan pengambilan gambar dari TVRI. Pengambilan video dalam rangka program acara Inisiasi Desa ramah Anak yang akan ditayangkan TVRI Nasional pada tanggal 12 Maret 2014. Video berupa kegiatan yang mendukung Desa Pandowoharjo, Sleman sebagai Desa Ramah Anak.

Kegiatan yang direkam di Padukuhan Tlacap adalah kegiatan TABO (Tanggap Bocah) yang merupakan kegiatan anak-anak dalam memantau jumantik di tingkat padukuhan. Secara rutin kegiatan TABO dilaksanakan pada setiap hari Minggu secara mandiri oleh anak-anak usia Sekolah Dasar.

_MG_0102Kegiatan lain yang direkam adalah PIK-R GEMPITA (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) yang merupakan kegiatan konseling yang dilaksanakan secara mandiri oleh pemuda-pemudi Padukuhan Tlacap. PIK-R GEMPITA belum lama ini juga mewakili Kecamatan Sleman mengikuti lomba PIK-R se-Kabupaten Sleman di Badan KBPMPP Kabupaten Sleman.

Selanjutnya pengambilan video dilaksanakan di Balai Desa Pandowoharjo, Sleman. Adapun kegiatan yang diambil antara lain : Kegiatan PAUD dan taman bermain, Forum Anak Desa pandowoharjo (FORADEPA), Perpustakaan Desa dan Internet Desa.

Kegiatan pengambilan gambar ini merupakan salah satu dari dua Desa yang diambil oleh TVRI dalam rangkaian program acara Inisiasi Desa Ramah Anak. Sedangkan Desa lain yang nantinya akan diambil gambarnya adalah di wilayah Tepus, Gunung Kidul. Semoga kegiatan yang di dokumentasikan tersebut dapat mewabah secara nasional, sehingga di Indonesia semakin banyak desa yang semakin ramah bagi anak-anak.

TANGGAP DARURAT ERUPSI GUNUNG KELUD

Pembersihan abu vulkanik di Puskesmas Nyaen

Pembersihan abu vulkanik di Puskesmas Nyaen

Dampak erupsi Gunung Kelud yang menghembuskan abu vulkanik hingga ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tak terkecuali di wilayah Kecamatan Sleman membuat instansi pemerintah dan seluruh warga masyarakat bahu membahu melakukan pembersihan abu vulkanik.

Pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2014 bertempat di Puskesmas Nyaen dan SDN Nyaen 1 yang berlokasi di Desa pandowoharjo Kecamatan Sleman diadakan kegiatan pembersihan abu vulkanik. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur DIY memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang diterima langsung oleh Bupati Sleman berupa Mobil Pemadam Kebakaran. Gubernur juga secara simbolis menyerahkan karung kepada Bupati Sleman sebagai tanda kegiatan tanggap darurat melalui proses pembersihan abu vulkanik.

Kegiatan pembersihan di Puskesmas Nyaen dan SDN Nyaen 1 dilaksanakan dengan bergotong royong melibatkan unsur Muspida Sleman, Muspika Sleman, TNI, Polri, BPBD Kab. Sleman, Pemadam Kebakaran, PMI.

Semoga aksi tanggap darurat ini dapat memicu warga masyarakat Sleman agar senantiasa mengedepankan gotong royong dalam menghadapi cobaan.

Penyerahan bantuan mobil pemadam kebakaran

Penyerahan bantuan mobil pemadam kebakaran

Penyemprotan air untuk membersihkan abu vulkanik

Penyemprotan air untuk membersihkan abu vulkanik

Anggota Polri terlibat kegiatan pembersihan

Anggota Polri terlibat kegiatan pembersihan

 

 

KANTOR KECAMATAN BERSELIMUT ABU VULKANIK

_MG_0083

Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Dampak dari letusan Gunung Kelud pada Kamis, 13 Februari 2014 yang lalu terasa hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak terkecuali di Kantor Kecamatan Sleman.

Suasana Kantor Kecamatan Sleman serupa tatkala Gunung Merapi meletus pada tahun 2010 yang lalu. Seluruhnya terpapar abu vulkanik baik halaman dan di dalam ruangan. Bahkan ketebalan abu lebih parah dari pada tahun 2010 yang lalu, mengingat peristiwa hujan abu hanya berlangsung beberapa jam saja. Tidak seperti pada waktu tahun 2010 dimana hujan abu berlangsung beberapa hari.

Kondisi demikian tentu saja memerlukan tindak lanjut dari pegawai Kecamatan Sleman dengan segera melaksanakan kerjabakti pembersihan abu vulkanik agar pelayanan kepada masyarakat dapat nyaman dan normal kembali.

Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Karyawan Kecamatan Sleman tetap ceria di tengah abu vulkanik

Karyawan Kecamatan Sleman tetap ceria di tengah abu vulkanik

 

 

 

 

 

 

Kerjabakti bersih-bersih abu

Kerjabakti bersih-bersih abu

Kerjabakti bersih-bersih abu

Kerjabakti bersih-bersih abu

 

Kerjabakti bersih-bersih abu

Kerjabakti bersih-bersih abu

 

 

KUNJUNGAN KERJA GUBERNUR DIY

Gubernur DIY beserta Wakil Bupati Sleman disambut penari anak-anak

Gubernur DIY beserta Wakil Bupati Sleman disambut penari anak-anak

Pada hari Kamis, tanggal 13 Februari 2014 bertempat di Padukuhan Pepen, Trimulyo, Sleman, Guberbur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja atas undangan Karang Taruna setempat.

Kunjungan kali ini adalah untuk melihat potensi Padukuhan Pepen yang digerakkan oleh Karang Tarunanya beserta warga masyarakat, yaitu bidang Pertanian dan Peternakan, serta pemanfaatan lahan pekarangan guna tanaman sayur.

Memang di Padukuhan Pepen ini mempunyai potensi yang luar biasa. Pertanian yang dijalankan menganut sistem organik dengan menggunakan pupuk yang diolah sendiri dari Kandang Kelompok. Ada proses pemanfaatan potensi lokal dalam menjalankan roda perekonomian masyarakat yang sebagian besar adalah petani.

Petani tidak perlu khawatir adanya kelangkaan pupuk karena mereka dapat menyediakan sendiri. Petani tidak perlu khawatir hasil pertaniannya bernilai ekonomis rendah karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa beras organik berharga lebih mahal dari pada beras pasaran selama ini. Peternak tidak perlu khawatir kalau kotoran hewannya akan menjadi limbah bagi lingkungan. Justru kotoran hewan tersebut dapat bermanfaat bagi lahan pertanian mereka.

Dalam kunjungannya Gubernur DIY didampingi Wakil Bupati Sleman menyempatkan untuk menebar ikan di parit yang mengalir di Padukuhan Pepen. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kerajinan batik dan barang bekas. Tidak hanya barang kerajinan saja, namun yang didisplay juga terdapat contoh bibit padi dan  hasil pupuk buatan warga Pepen sendiri. Kunjungan selanjutnya meninjau keberadaan Kandang Kelompok yang sekaligus sebagai tempat pengolahan pupuk kandang. Dari pupuk kandang yang dihasilkan sendiri tersebut kemudian dimanfaatkan dilahan pertanian warga. Tinjauan selanjutnya adalah di tempat penyemaian bibit lombok.

Kunjungan Gubernur DIY diakhiri dengan sarasehan di Pendopo Pepen. Gubernur DIY berharap kepada Karang Taruna Padukuhan Pepen untuk mengembangkan lebih lanjut usaha mereka untuk memberdayakan pertanian hingga di level desa, sehingga jangkauannya jlebih luas. Gubernur DIY juga menyampaikan dana bantuan Gubernur yang dapat diakses oleh warga masyarakat.

Gubernur DIY dan Wakil Bupati Sleman melepas bibit ikan

Gubernur DIY dan Wakil Bupati Sleman melepas bibit ikan

Kunjungan ke tempat kerajinan barang bekas

Kunjungan ke tempat kerajinan barang bekas

Kunjungan ke kandang kelompok

Kunjungan ke kandang kelompok

 

 

 

 

 

 

Kunjungan ke lahan pertanian organik

Kunjungan ke lahan pertanian organik

_MG_0046

Kunjungan ke tempat penyemaian bibit lombok

 

Sarasehan bersama

Sarasehan bersama

 

PAWAI GELAR BUDAYA DESA TRIHARJO

Peserta Pawai

Peserta Pawai

Pada hari Minggu Pahing, tanggal 2 Februari 2014 mulai pukul 08.30 WIB dilaksanakan kegiatan Pawai Gelar Budaya Desa Triharjo untuk pertama kalinya. Kegiatan tersebut berisi pawai potensi lokal yang berada di Desa Triharjo berkeliling di padukuhan-padukuhan se-Desa Triharjo. Potensi tidak hanya potensi budaya, namun juga potensi sosial-ekonomi yang terdiri dari kegiatan kemasyarakatan yang rutin dilaksanakan di masing-masing padukuhan, hasil pertanian, dan usaha ekonomi produktif.

Pawai Gelar Budaya Desa Triharjo dibuka langsung oleh Camat Sleman Drs. Iriansya sekaligus mengibarkan bendera start tanda dimulainya pawai. Rombongan terdiri dari beberapa kereta kuda yang ditumpangi Kepala Desa Triharjo, Perangkat Desa, Pengurus TP PKK Desa Triharjo, dan anak-anak dengan kostum meriah. Dibelakang kereta kuda diikuti oleh rombongan mobil hias yang mendisplay potensi lokal masing-masing padukuhan.

Melalui sambutannya, Camat Sleman berharap kegiatan seperti ini dapat digelar secara rutin dengan peningkatan kualitas di tahun-tahun berikutnya. Melalui gelar budaya seperti ini diharapkan dua desa yang lain yaitu Desa Tridadi dan Desa Pandowoharjo juga terpancing untuk ikut menyelenggarakan kegiatan serupa, mengingat dari lima desa se-Kecamatan Sleman tinggal dua desa tersebut yang belum mengagendakan.

Pawai diawali dari ex. Kantor Balai Desa Lama (utara Pasar Sleman) berkeliling padukuhan se-Desa Triharjo, dengan rute yaitu : Pasar Sleman ke timur – Jl. Dr. Rajimin-Polsek Sleman masuk-Sucen – Jl. Letkol Subadri-Sleman III – Kantongan – Cimpling – Ngangkrik – Durenan – Jl. Magelang – GKBI – Sebayu – Temulawak – Panggeran XII – Panggeran IX – Panasan – Murangan VIII – Gereja ke timur – Murangan VII – Finish Balai Desa Triharjo.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah terbukti dengan antusias warga yang memadati area pawai digelar. Puncak kegiatan Gelar Budaya Desa Triharjo akan dilaksanakan pada hari Sabtu Pon, tanggal 8 Februari 2014, yaitu pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Ki Sudiyono bertempat di Balai Desa Triharjo.

Anak-anak Peserta Pawai

Anak-anak Peserta Pawai

Peserta pawai

Peserta pawai

_MG_0485

 

PROGRAM PENANAMAN POHON BUAH

_MG_0450Pada hari Kamis, tanggal 30 Januari 2014 TP PKK Kabupaten Sleman mencanangkan Program Penanaman Pohon Buah se-Kabupaten Sleman yang dipusatkan di Padukuhan Wonogiri, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 17 Kecamatan se-Kecamatan Sleman.

Di Kecamatan Sleman kegiatan Penanaman Pohon Buah dilaksanakan di Padukuhan Pepen, Trimulyo. Alasan pemilihan Padukuhan Pepen mengingat disana telah dirintis pemanfaatan pekarangan dengan menanami berbagai macam tanaman yang dapat digunakan dalam upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Disamping itu juga Padukuhan Pepen dipersiapkan untuk Lomba Desa Unggulan Tingkat Kabupaten Sleman mewakili Kecamatan Sleman.

Sebanyak 220 batang pohon terdiri dari Rambutan 110 batang, Mangga 80 batang, dan Durian 30 batang ditanam dalam kegiatan tersebut. Penanaman pohon dilaksanakan oleh Camat Sleman beserta karyawan-karyawati Kecamatan Sleman dan Pengurus TP PKK Kecamatan Sleman, Kepala Desa Trimulyo beserta Perangkat Desa dan Pengurus TP PKK Desa Trimulyo.

Ketua TP PKK Kec Sleman Ikut Serta Tanam Pohon

Ketua TP PKK Kec Sleman Ikut Serta Tanam Pohon

Perangkat Desa Trimulyo Ikut Serta Tanam Pohon

Perangkat Desa Trimulyo Ikut Serta Tanam Pohon

 

LAUNCHING BEDAH RUMAH TAHAP KE-V (LIMA)

Pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2013 bertempat di Rumah Bapak Tulus/ Sudi Pawiro yang beralamat di Durenan-Beteng, Tridadi, Sleman dilaksanakan launching Bedah Rumah Tahap Ke-5 Program Kerja Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman yang bekerjasama dengan Bank BPD DIY. Kegiatan launching di Durenan-Beteng ini sekaligus permulaan pembangunan bedah rumah di 5 (lima) lokasi lain se-Kecamatan Sleman.

Adapun penerima manfaat program bedah rumah bantuan BPD DIY antara lain :

  1. Ibu Suwarni, beralamat di Kalangan, Trimulyo
  2. Bapak Hari Mulyono, beralamat di Nyaen, Pandowoharjo
  3. Bapak Tulus/Sudi Pawiro, beralamat di Durenan, Tridadi
  4. Bapak Wardi Sihono, beralamat di Murten, Tridadi
  5. Bapak Mujimin, beralamat di Mangunan, Caturharjo
  6. Bapak Mulyadi, beralamat di Temulawak Triharjo

Dalam kesempatan tersebut hadir langsung Bupati Sleman, Camat Sleman, Kepala Desa Tridadi, Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Sleman, Pimpinan Bank Sleman, dan segenap warga padukuhan Durenan-Beteng.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman berpesan agar dalam proses pengerjaan bedah rumah melibatkan seluruh warga untuk bergotong royong, karena jika hanya mengandalkan bantuan saja, rumah tidak dapat selesai dibangun.

Sebagai penanda mulainya pembangunan rumah tidak layak huni, Bapak Bupati Sleman berkenan melakukan peletakan batu pertama, disusul oleh Camat Sleman, Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman dan segenap unsur pimpinan lain.

Masih dalam rangkaian launching bedah rumah juga dilaksanakan penyerahan bantuan simbolis dari Bank Syariah Mandiri Sleman berupa bantuan untuk Program Jambanisasi senilai Rp 10.000.000,-. Setelah acara peletakan batu pertama kemudian dilanjutkan peresmian jalan desa/lingkungan conblok di wilayah RT 06/RW 13 – RT 04/RW 12 oleh Bapak Bupati Sleman.

 

BPD DIY BANTU PROGRAM BEDAH RUMAH

IMG_20131205_094639Bank BPD DIY Pusat melalui CSR Bank BPD DIY Cabang Sleman memberikan bantuan sebesar Rp 50.000.000,- kepada Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman untuk disalurkan dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni. Program tersebut menyasar warga miskin yang masih memiliki rumah yang kurang memenuhi syarat kesehatan, seperti dinding yang masih dari anyaman bambu maupun lantai tanah.

Bantuan sebesar Rp 50.000.000,- tersebut diserahkan kepada 6 penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Sleman, yaitu :

  1. Suwarni, (Kalangan, Trimulyo), menerima Rp 8,300.000,-
  2. Hari Mulyono, (Nyaen, Pandowoharjo), menerima Rp 8,300.000,-
  3. Bapak Tulus/Sudi Pawiro, (Durenan, Tridadi), menerima Rp 8,400.000,-
  4. Bapak Wardi Sihono, (Murten, Tridadi), menerima Rp 8,400.000,-
  5. Bapak Mujimin, (Mangunan, Caturharjo), menerima Rp 8,300.000,-
  6. Bapak Mulyadi, (Temulawak Triharjo), menerima Rp 8,300.000,-

Semoga dengan bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang masih membutuhkan.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PELANTIKAN KETUA TP PKK KECAMATAN SLEMAN

IMG_20131203_100253Pada hari ini Selasa, tanggal 3 Desember 2013 di ruang rapat Kecamatan Sleman dilangsungkan acara Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sleman. Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman beserta jajaran, seluruh pengurus inti TP PKK kecamatan Sleman dan TP PKK Desa se-Kecamatan Sleman. Serah Terima Jabatan Ketua TP PKK dari Ny. Hety Hery Sutopo kepada Ny. Mardiana Iriansya, dilanjutkan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sleman oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Ny. Sri Purnomo.

Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc sejak tanggal 14 November
2013 alih tugas Bagian Kesra. Setda. Kabupaten Sleman. Dengan demikian jabatan
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sleman atas nama Ny. Hety Hery Sutopo juga
berakhir. Sebagai gantinya Camat Sleman yang baru adalah Drs. Iriansya. Dengan demikian Ny. Mardiana Iriansya menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Sleman yang baru.

Selama menjabat Ketua TP PKK Kecamatan Sleman, Ny Hety Hery Sutopo mengelola blog dengan alamat : http://pkkkecsleman.blogspot.com yang berisikan materi kegiatan PKK Kecamatan Sleman. Semoga dengan pergantian Ketua dapat menjadikan TP PKK Kecamatan Sleman yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi.