Layanan Pengaduan Bantuan Sosial Kecamatan Sleman

Untuk menyampaikan keluhan dan aduan pelayanan , bisa langsung ke Kantor Kecamatan Sleman ,atau melalui https://lapor.slemankab.go.id/

Mohon masukan dan pertanyaan disampaikan secara bijak dengan kata-kata yang baik. Seluruh komentar yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Komentar yang berupa spam, kata-kata kotor, link tidak bermanfaat tidak akan kami tampilkan.

Untuk komentar yang bersifat keluhan atau pertanyaan dan memerlukan jawaban, akan segera kami tanggapi, kecuali keluhan/pertanyaan yang memerlukan koordinasi dengan instansi yang berwenang.

melalui email kami :

kecsleman@slemankab.go.id

 

 telepontelf/fax (0274) 868412 – Kantor Kecamatan Sleman

 

WA Call Center [ 082145148238] an. Kecamatan Sleman

RAPAT KOORDINASI TOKOH AGAMA DAN MASYARKAT KECAMATAN SLEMAN

RAPAT KOORDINASI TOKOH AGAMA DAN MASYARKAT KECAMATAN SLEMAN

Kecamatan Sleman menyelenggarakan Rapat koordinasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat , yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan sleman, yang menghadirkan perwakilan dari MUI, DMI, NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, FKUB, Penyuluh Agama dengan nara sumber dari KUA, Puskesmas dan Polsek. Tujuan rapat, adalaha untuk membuat kesepahaman dari tokoh-tokoh yang hadir dalam penanganan antisipasi semakin meluasnya Covid-19 di Kecamatan Sleman.

Dari Kecamatan Sleman dimakili oleh Sekcam, yang menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakor Gugus Penanganan Covid-19, yang telah dilaksanakan pada hari Kamis,2 April 2020. Mengingan penyebaran Covid-19 di Indonesia begitu cepat dan sudah merupakan pandemi, dimohonkan semua fihak bisa ikut berperan serta dalam penanganan covid, disesuaikan dengan bidangnya.

Lebih lanjut, sekcam Sleman menyampaikan bahwa, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari semua jenjang telah terbentuk, dan banyak yang telah di lakukan. Harapannya dari pertemuan ini, akan ini akan terjadi satu kesepaham. karena kalau kesepakatan, tidak bisa, masing-masing punya pendapat/dasar/dalil yang berbeda dalam mensikapi suatu permasalahan.

Dr. Eliza Kepala Puskesmas Sleman menyampaikan , bahwa yang trerkena virus dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu ODP, PDP, Positif, dan OTG. data terbaru, seluruh Indonesia yang positif sudah 2491 orang, meninggal 209 (8,4%), sembuh 192 (7,7%) dan dalam perawatan 290 orang.

di DIY, positif 37 orang, yang 17 orangberada di sleman, 5 meninggal, 6 sembuh, 26 positif dalam perawatan, dan 99 dirawat tetati masih menunggu hasil lab. Upaya yang bisa dilakukan, adalah bagaimana agar virus tersebut tidak menular ke orang lain

Dari KUA, dalam upaya memutus rantai korona tersebut, mulai tanggal 1-21 April 2020, tidak menerima pendaftaran ahad nikah, dan pelaksanaan ahad nikah semua pindah ke kantor serta dibatasi yang hadir hanya 10 orang.

Jum’atan dan ibadah digereja sementara tidak dilaksanakan, peribadatan dilakukan di rumah masing-masing. Untuk pengajian, dengan perkembangan sekarang ini, dapat dilakukan melalui hp, baik berupa rekaman vidio maupun ceramah tertulis, sehingga masyarakat tidak perlu tatap muka langsung. (MZ070420)

RAPAT KOORDINASI GUGUS TUGAS KECAMATAN SLEMAN

RAPAT KOORDINASI GUGUS TUGAS KECAMATAN SLEMAN

Dengan adanya wabah yang diakibatkan oleh Virus Corona Disease 19-(Covid-19), Kecamatan Sleman segera merapatkan barisan, dengan Forkompimcam dan lintas sektor , membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 pada tanggal 26 Maret 2010, yang diawali dengan rapat koordinasi tanggal 25 Maret 2020. Untuk SK Gugus Tugas Kecamatan Sleman, dapat diunduh di siniCORONA COVID-19.

Hari ini, Kamis, 2 April, Tim Gugus tugas melaksanakan rapat Koordinasi di Pendopo Kecamatan Sleman, yang secara kebetulan dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman  ibu Dra Hj. Sri Muslimatun, M.Kes., yang kebetulan sedang mensuport PMI yang tugas di Kecamatan Sleman.  Berkaitan dengan adanya Covid -19, semua orang terfokus disana, sehingga lupa bahwa ada permasalahan lain yang mestinya mendapatkan perhatian juga. Ketersediaan darah di Sleman menurun drastis, sampai 50% lebih yang tidak lagi mendonorkan darahnya di PMI, sehingga perlu upaya jemput bola ke instansi, rumah sakit, desa dan yang lainnya.

Lebih lanjut, wakil Bupati sleman, menyampaikan bahwa saat ini, di masyarakat kita masih banyak yang menolak, bila keluarga yang dari jauh datang ke suatu wilayah, sehingga oleh pemerintah tempat penampungan sementara di Youth Center, sedang yang pasca penderita Corona dijadikan sati di asrama haji Sleman. Seluruh biaya untuk yang terpapar dan tidak terpapar. ODP, OTG dibiayai denga APBD, sedang yang positif dengan biaya APBN, semuanya gratis. Sedang kan Sleman, menyiapkan 10 rumah sakit rujukan.

Sedangkan Camat Sleman, menyampaikan  ketugasan Tim Gugus Kecamatan yang utama adalah mendorong dan mendampingi desa dalam setiap tahapan penanganan covid-19 yang baik, sehingga antisipasi kewaspadaan akan muncul dengan sendirinya, yaitu dengan memperhatikan : 1. Menindak lanjutu Keputusan dan Edaran, baik dari Bupati maupun Gubernur. 2. SOP Protokol Kesehatan.

Tindak lanjut Gugus Tugas akan melaksanakan penyemprotan, sesuai jadwal yang ditetapkan.  (MZ02042020)