LAUNCHING BEDAH RUMAH TAHAP KE-V (LIMA)

Pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2013 bertempat di Rumah Bapak Tulus/ Sudi Pawiro yang beralamat di Durenan-Beteng, Tridadi, Sleman dilaksanakan launching Bedah Rumah Tahap Ke-5 Program Kerja Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman yang bekerjasama dengan Bank BPD DIY. Kegiatan launching di Durenan-Beteng ini sekaligus permulaan pembangunan bedah rumah di 5 (lima) lokasi lain se-Kecamatan Sleman.

Adapun penerima manfaat program bedah rumah bantuan BPD DIY antara lain :

  1. Ibu Suwarni, beralamat di Kalangan, Trimulyo
  2. Bapak Hari Mulyono, beralamat di Nyaen, Pandowoharjo
  3. Bapak Tulus/Sudi Pawiro, beralamat di Durenan, Tridadi
  4. Bapak Wardi Sihono, beralamat di Murten, Tridadi
  5. Bapak Mujimin, beralamat di Mangunan, Caturharjo
  6. Bapak Mulyadi, beralamat di Temulawak Triharjo

Dalam kesempatan tersebut hadir langsung Bupati Sleman, Camat Sleman, Kepala Desa Tridadi, Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman, Pimpinan Bank Syariah Mandiri Sleman, Pimpinan Bank Sleman, dan segenap warga padukuhan Durenan-Beteng.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman berpesan agar dalam proses pengerjaan bedah rumah melibatkan seluruh warga untuk bergotong royong, karena jika hanya mengandalkan bantuan saja, rumah tidak dapat selesai dibangun.

Sebagai penanda mulainya pembangunan rumah tidak layak huni, Bapak Bupati Sleman berkenan melakukan peletakan batu pertama, disusul oleh Camat Sleman, Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman dan segenap unsur pimpinan lain.

Masih dalam rangkaian launching bedah rumah juga dilaksanakan penyerahan bantuan simbolis dari Bank Syariah Mandiri Sleman berupa bantuan untuk Program Jambanisasi senilai Rp 10.000.000,-. Setelah acara peletakan batu pertama kemudian dilanjutkan peresmian jalan desa/lingkungan conblok di wilayah RT 06/RW 13 – RT 04/RW 12 oleh Bapak Bupati Sleman.

 

BPD DIY BANTU PROGRAM BEDAH RUMAH

IMG_20131205_094639Bank BPD DIY Pusat melalui CSR Bank BPD DIY Cabang Sleman memberikan bantuan sebesar Rp 50.000.000,- kepada Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman untuk disalurkan dalam Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni. Program tersebut menyasar warga miskin yang masih memiliki rumah yang kurang memenuhi syarat kesehatan, seperti dinding yang masih dari anyaman bambu maupun lantai tanah.

Bantuan sebesar Rp 50.000.000,- tersebut diserahkan kepada 6 penerima manfaat yang tersebar di Kecamatan Sleman, yaitu :

  1. Suwarni, (Kalangan, Trimulyo), menerima Rp 8,300.000,-
  2. Hari Mulyono, (Nyaen, Pandowoharjo), menerima Rp 8,300.000,-
  3. Bapak Tulus/Sudi Pawiro, (Durenan, Tridadi), menerima Rp 8,400.000,-
  4. Bapak Wardi Sihono, (Murten, Tridadi), menerima Rp 8,400.000,-
  5. Bapak Mujimin, (Mangunan, Caturharjo), menerima Rp 8,300.000,-
  6. Bapak Mulyadi, (Temulawak Triharjo), menerima Rp 8,300.000,-

Semoga dengan bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang masih membutuhkan.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PELANTIKAN KETUA TP PKK KECAMATAN SLEMAN

IMG_20131203_100253Pada hari ini Selasa, tanggal 3 Desember 2013 di ruang rapat Kecamatan Sleman dilangsungkan acara Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sleman. Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman beserta jajaran, seluruh pengurus inti TP PKK kecamatan Sleman dan TP PKK Desa se-Kecamatan Sleman. Serah Terima Jabatan Ketua TP PKK dari Ny. Hety Hery Sutopo kepada Ny. Mardiana Iriansya, dilanjutkan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Sleman oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Ny. Sri Purnomo.

Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc sejak tanggal 14 November
2013 alih tugas Bagian Kesra. Setda. Kabupaten Sleman. Dengan demikian jabatan
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sleman atas nama Ny. Hety Hery Sutopo juga
berakhir. Sebagai gantinya Camat Sleman yang baru adalah Drs. Iriansya. Dengan demikian Ny. Mardiana Iriansya menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Sleman yang baru.

Selama menjabat Ketua TP PKK Kecamatan Sleman, Ny Hety Hery Sutopo mengelola blog dengan alamat : http://pkkkecsleman.blogspot.com yang berisikan materi kegiatan PKK Kecamatan Sleman. Semoga dengan pergantian Ketua dapat menjadikan TP PKK Kecamatan Sleman yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi.

PENERIMAAN KUNJUNGAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU

IMG_20131202_142523TPK Kecamatan Sleman menerima kunjungan dari Perangkat Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau pada Senin, 2 Desember 2013. Kunjungan langsung dihadiri oleh Wakil Walikota Pekanbaru Bapak Ayat Cahyadi, S.Si beserta jajaran, diterima langsung oleh Camat Sleman Bapak Iriansya dan Ketua TPK Kecamatan Sleman Dra. S. Wahyu Purwaningsih didampingi TKPKD Kabupaten Sleman yang terdiri dari Staf Ahli Bupati Sleman, Perwakilan BAPPEDA Sleman, dan Perwakilan BKBPMPP.

IMG_20131202_134719Kunjungan bertujuan untuk sharing pengalaman yang telah dijalani oleh TPK Kecamatan Sleman agar dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melaksanakan program penanggulangan kemiskinan di daerahnya.

Melalui pemaparan program kerja yang disampaikan oleh Ketua TPK Kecamatan Sleman, Dra. S. Wahyu Purwaningsih menjelaskan bahwa kemampuan TPK Kecamatan Sleman memperoleh dukungan moral maupun financial dari perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun BUMD yang berada di wilayah Kecamatan Sleman bahkan lintas daerah adalah berkat dukungan dan pro aktif Camat Sleman untuk door to door bersilaturahim ke masing-masing perusahaan menjelaskan konsep program kerja TPK Kecamatan Sleman. Hasilnya pun ditindaklanjuti oleh TPK kecamatan Sleman dengan mengirimkan proposal ke perusahaan-perusahaan dan memperoleh hasil cukup besar guna menjalankan program kerja TPK Kecamatan Sleman.

TPK Kecamatan Sleman bukan bermaksud menggurui karena memang kemampuan kami masih terbatas. Namun, setidaknya melalui sharing pengalaman yang kami sampaikan dapat membawa manfaat bagi kita semua.

TRACKING DI KADISOBO II

Dalam rangka Program IBW yang merupakan kerjasama antara Kecamatan Sleman dengan UPN Veteran pada hari Minggu, tanggal 17 November 2013 yang lalu di Kadisobo II, Trimulyo, Sleman, digelar kegiatan Tracking oleh 1000 warga beserta Bupati Sleman, Camat Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Kepala Dinas Pertanian Sleman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, dan Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran.

Acara tracking dilanjutkan dengan Penanaman Pohon dan penyerahan bantuan peralatan bagi Desa Wisata Kadisobo II, Trimulyo, Sleman dan Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman.

CALUNG “ARJUNA MUDA” TAMPIL DI KONFERENSI INTERNASIONAL

Suatu kebanggan bagi warga padukuhan Beran Lor, Tridadi, Sleman bahwa generasi muda mereka mempunyai kreatifitas yang bernilai positif bahkan dapat disebut sebagai sebuah prestasi. Sebuah Kelompok Musik Calung yang bernama ARJUNA MUDA lahir dan berkembang di Beran Lor.

Kelompok Calung ini tampil di ruang resmi pada saat pemilihan Kepala Dukuh Beran Lor beberapa saat yang lalu. Iringan calung selama proses pesta demokrasi menjadi hiburan tersendiri karena selama ini pesta demokrasi mempunyai kesan yang “kaku” dan serius. Setidaknya alunan calung menjadi sesuatu yang merilekskan bagi para pengguna hak suara.

Sebelumnya, Calung Arjuna Muda bahkan sempat “mengamen” di perempatan Beran (Jalan Magelang). Hal itu dilakukan ketika musim mudik lebaran tahun ini sebagai hiburan bagi pemudik yang sedang melintas jalur Jogja-magelang.

Pada tanggal 12-13 November 2013 yang lalu, Calung Arjuna Muda tampil di ruang resmi tingkat internasional sebagai penghibur pada International Conference on Green Agro-Industry (ICGAI) dan Integrated Eco Tourisme Village di Hotel Garuda Inn, Jalan Malioboro Yogyakarta.

Adapun peserta  konferensi tersebut berasal dari negara Malaysia, filipina, Jepang, srilangka, USA, Belanda, Bhutan, Iran, Mesir, Nigeria, sedangkan dari Indonesia diwakili oleh IPB dan UGM.

KECAMATAN SLEMAN MENANAM TANAMAN EXOTIC DAN LANGKA

Untuk “tetenger” pelestarian alam dan lingkungan di Kantor Kecamatan Sleman ditanami beberapa pohon baru yang belum pernah tumbuh di Kantor Kecamatan Sleman, yaitu : Pohon Namnam, Pohon Damar, dan Pohon Nagasari. Sedangkan 5 desa se-Kecamatan Sleman akan ditanami Pohon Namnam dan Damar. Tanaman tersebut biasa tumbuh di lingkungan Kraton dan seputar kampus UGM.

Tidak sekedar tanaman biasa, namun ada banyak makna dibalik pemilihan pohon tersebut, baik secara filosofi maupun kemanfaatannya.

Pohon Namnam sering juga disebut Sawo Pancukan atau Kapi anjing yang berasal dari kawasan Malaysia bagian timur dan tumbuh secara liar di hutan-hutan di Sulawesi. Buah namnam yang masih muda rasanya asam sekali, tetapi kandungan asam ini akan menurun menjelang buah matang. Buah yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar atau diolah dengan dicampur gula dijadikan manisan. Juga dapat dijadikan rujak, asinan, serta disiapkan dalam bentuk sambal yang khas (sambal namnam).

Pohon damar (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Di Jawa, tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil getah atau hars-nya. Getah damar ini diolah untuk dijadikan kopal.

Dewadaru atau nagasari (Mesua ferrea L.) adalah sejenis pohon anggota suku manggis-manggisan (Clusiaceae) yang kayunya bernilai ekonomi tinggi. Dalam literatur dagang ia dikenal sebagai Ceylon ironwood, Indian rose chestnut, dan Cobra’s saffron. Tumbuhan ini berasal dari Sri Langka, menjadi pohon nasional di negara itu, dan dikenal sebagai penaga lilin atau na dalam bahasa Sinhala.

BPD DIY CABANG SLEMAN MENCAIRKAN DANA BANTUAN 50 JUTA RUPIAH

Pada awal bulan Juli 2013 TPK Kecamatan Sleman mengajukan proposal program bedah rumah yang ditujukan kepada Pimpinan BPD DIY Cabang Sleman. Proposal mengawal  22 calon penerima manfaat di 5 desa se-Kecamatan Sleman yang merupakan warga kurang mampu dengan kondisi rumah yang tidak layak huni.

Di penghujung bulan Oktober 2013 ini pada akhirnya BPD DIY Cabang Sleman memberikan kesanggupan untuk memberikan bantuan sebesar Rp 50.000.000,- yang akan dialokasikan kepada 5 calon penerima manfaat, sehingga per orang akan menerima Rp 10.000.000,-

Rencana penerimaan bantuan dari BPD DIY Cabang Sleman akan diselenggarakan pada Minggu, 27 Oktober 2013 bertempat di Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman oleh Bapak Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si kepada para penerima manfaat.

Dana dari BPD DIY Cabang Sleman akan dikelola oleh TPK Kecamatan Sleman, bekerjasama dengan Desa dan TPK Desa hingga padukuhan untuk disalurkan kepada yang benar-benar berhak, disamping itu juga perlu perhitungan kesiapan swadaya dari calon penerima. Swadaya memang sangat diperlukan sebagai upaya pemerintah untuk mendidik warga agar tidak selalu memposisikan tangan di bawah, namun juga perlu usaha untuk menggapai sesuatu.

 

PILKADES 2013

Pada bulan Oktober 2013 di Kecamatan Sleman digelar 3 Pemilihan Kepala Desa, yaitu untuk Desa Caturharjo pada Kamis 17 Oktober 2013, Desa Pandowoharjo pada Sabtu 19 Oktober 2013, dan Desa Triharjo pada Minggu 20 Oktober 2013.

Pilkades Caturharjo terdiri dari 3 calon yaitu :

  1. Bambang Muritno
  2. Drs. Banawa
  3. Muh Rifangi

Pilkades Pandowoharjo terdiri dari 3 calon yaitu :

  1. Drs Emanuel Barudewanta, M.Si
  2. Trigonggo Sasongko, SE
  3. Catur Sarjumiharta

Pilkades Triharjo hanya terdiri dari calon tunggal yaitu :

  1. Irawan, S.IP

Pilkades tahun ini ternyata terdapat beberapa fakta unik, diantaranya : Ternyata ada 2 calon incumbent yaitu Muh Rifangi untuk Desa Caturharjo dan Irawan, S.IP untuk Desa Triharjo; Khusus Desa Triharjo hanya ada calon tunggal; Pada Pilkades Triharjo perolehan suara Irawan, S.IP  mencapai 96,785 % dari jumlah surat suara yang masuk dan angka partisipasi pemilih mencapai 97 % dari jumlah Daftar Pemilih Tetap, hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah demokrasi; dan 2 calon incumbent ternyata berhasil terpilih kembali sebagai Kepala Desa.

Sejak awal hingga akhir proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Kecamatan Sleman berjalan dengan lancar dan tertib. Inilah yang patut kita syukuri bersama karena Pilkades di Kecamatan Sleman walaupun berjalan dalam waktu relatif berdekatan, namun dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan keputusan yang tidak berujung konflik.

Sebagai hasil Pilkades tahun 2013 ini adalah sebagai berikut :

  1. Kepala Desa Caturharjo terpilih adalah Muh Rifangi
  2. Kepala Desa Pandowoharjo terpilih adalah Catur Sarjumiharta
  3. Kepala Desa Triharjo terpilih adalah Irawan, S.IP

Selanjutnya para Kepala Desa terpilih akan mengemban tugas untuk periode tahun 2013 s/d 2019. Semoga Kepala Desa terpilih dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik sehingga dapat memajukan masing-masing desa, bermanfaat bagi masyarakat.

 

Berikut rekapitulasi suara pada Pilkades tahun 2013 :

Desa Caturharjo
No Calon Perolehan Suara Persentase
1 Bambang Muritno 149 1,671 %
2 Drs. Banawa 3.859 43,296 %
3 Muh Rifangi 4.672 52,417 %
  Gugur 233 2,614 %
  Jumlah 8.913  

 

Desa Pandowoharjo
No Calon Perolehan Suara Persentase
1 Drs. Emanuel Barudewanta, M.Si 2.207 31.207 %
2 Trigonggo Sasongko, SE 2.004 28,337 %
3 Catur Sarjumiharta 2.712 38,348 %
  Gugur 149 2, 106 %
  Jumlah 7.072  

 

Desa Triharjo
No Calon Perolehan Suara Persentase
1 Irawan, S.IP 10.871 96,785 %
2 Kotak Kosong 226 2,012 %
  Gugur 135 1,201%
  Jumlah 11.232  

 

CAMAT SLEMAN SAFARI SHOLAT IED

Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc beserta keluarga membiasakan sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha di seluruh Desa se-Kecamatan Sleman secara bergilir. Kegiatan ini diawali sejak pertama kali menjabat sebagai Camat Sleman yaitu tahun 2012. Namun demikian safari sholat Ied ini telah dilakukan ketika bertugas di wilayah sebelum Kecamatan Sleman di 4 Kecamatan, 23 Desa selama 13 tahun.

Pada tahun 2012 diawali dengan Sholat Iedul Fitri di Lapangan Denggung, Tridadi dan Sholat Iedul Adha di Masjid Besar Kota Sleman, Triharjo. Selanjutnya pada tahun 2013 Sholat Iedul Fitri di Lapangan Selayur, Caturharjo dan Sholat Iedul Adha di Lapangan Pandowoharjo. Setelah sholat Ied dilanjutkan silaturahim ke tokoh-tokoh masyarakat di Kecamatan Sleman.

Kegiatan seperti ini selain sebagai ibadah namun juga sekaligus dapat melaksanakan tugas sebagai pemangku wilayah dengan bersilaturahim dan melihat langsung kegiatan sosial keagamaan masyarakat.