PAMERAN POTENSI DAERAH 2013

Bakpia Pathok tidak hanya buatan Kota Yogyakarta, di Kecamatan Sleman ternyata ada produsen bakpia yang terletak di Jetakan, Pandowoharjo, Sleman (CP : Susianto). Kelezatan aneka rasa bakpia yang mempunyai merk “Aufa Wijaya” dapat djumpai pada Stand Kecamatan Sleman di Pameran Potensi Daerah Kabupaten Sleman 2013 tanggal 26 April hingga 5 Mei 2013, yang berlokasi di Komplek Gedung Serbaguna Sleman, Denggung.  Selain bakpia fresh, “Aufa Wijaya” juga mempunyai produk unggulan lain Kripik Jamur Tiram. Ini merupakan salah satu produk UMKM yang ditampilkan Kecamatan Sleman

Tiga Produk unggulan UMKM lainnya adalah :

  1.  Annisa Egg Roll (Juara II Lomba Pangan Higienis Tingkat Nasional), produsen semprong telur, tempat  produksi : Ganjuran Caturharjo, Sleman (Jl. Magelang Km 15); CP : Muhammad Wakhid Ridwan
  2. Zo_Oe Collection, produsen kerajinan kulit: sandal, sepatu, gantungan kunci, dompet, tas, dll; tempat  produksi : Ganjuran Caturharjo, Sleman (Jl. Magelang Km 15) CP : Zawawi
  3.  Akhya Pot, produsen kerajinan cetak semen : pot, air mancur, meja makan, meja kursi tamu, dll; tempat produksi : Panggeran XII, Triharjo, Sleman; CP : Ridwan

Pameran ini dalam rangka menyongsong Hari Jadi ke 97 Kabupaten Sleman, sebagai salah satu langkah strategis Kecamatan Sleman dalam rangka memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah khususnya UMKM.

HORMAAATTT GRAAAKK…..!!!

“HORMAAATTT GRAAAKK….!!!” Suara komandan upacara yang identik dengan suara lantang dan berat, kali ini suara lembut seorang perempuan namun tetap lantang bergema di halaman Kecamatan Sleman. Pada hari ini, Kamis, 25 April 2013 suasana upacara bendera yang biasa didominasi petugas dari kaum adam berubah menjadi dominasi kaum hawa.

Teriakan “hormaaattt graaakk…!!!” salah satu aba-aba dari Kasi. Perekonomian Pembangunan Kecamatan Sleman Ibu Sumariyah yang bertindak sebagai Komandan Upacara memecah keheningan peserta upacara bendera. Yaa...memang hari ini petugas upacara di Kecamatan Sleman dilaksanakan oleh ibu-ibu karyawati Kecamatan Sleman dan perangkat desa. Dari Inspektur Upacara, Komandan Upacara, Pengibar Bendera, Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945, Pembaca Panca Prasetya Korpri, hingga petugas upacara yang lain seluruhnya diemban oleh petugas perempuan.

Upacara hari ini di halaman Kecamatan Sleman adalah dalam rangka memperingati HUT Satuan Perlindungan Masyarakat ke-51, HUT Satuan Polisi Pamong Praja, Peringatan Hari Kartini, dan Peringatan Hari Otonomi Daerah. Dalam momen peringatan Hari Kartini tahun 2013 inilah mengapa para petugas upacara bendera diemban oleh kaum hawa.

Setidaknya melalui bertugas dalam upacara bendera dapat menyimbolkan bahwa perempuan ternyata dapat tampil sehebat laki-laki.Tampil dalam sisi positif tentunya seperti melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Perempuan dapat menyumbangkan buah pikiran dan tenaga dalam pembangunan negara ini, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Walaupun peringatan Hari Kartini dilakukan secara sederhana, namun hal tersebut telah berhasil menunjukkan eksistensi kaum perempuan, sekaligus juga merupakan pesan bagi kaum laki-laki bahwa ternyata perempuan tidak lemah, perempuan juga mampu, perempuan dapat menjadi mitra dalam bekerja, dan perempuan harus senantiasa dihormati.

Akhir kata selamat bagi kaum perempuan Indonesia yang mana telah berhasil meneruskan cita-cita R.A.Kartini, terus berjuang, teruskan semangat R.A. Kartini tanpa harus meninggalkan kodrat sebagai seorang perempuan.

 

GELAR POTENSI BUDAYA 2013

Dalam Rangka memperingati Hari Jadi Ke-97 Kabupaten Sleman akan diadakan Pentas Ragam Budaya di Lapangan Denggung Sleman, mulai Jum’at 26 April 2013 sampai dengan Sabtu, 4 Mei 2013.
Masing-masing Kecamatan se-Kabupaten Sleman akan menampilkan Tradisi dan Kesenian yang menjadi ikon dari daerah yang bersangkutan.
Setiap malam akan dipentaskan 2 (dua) kelompok seni, dengan waktu pukul 19.00 s/d 20.10 WIB dan pukul 20.15 s/d 21.30 WIB.
Khusus Kecamatan Sleman akan pentas pada Jum’at, 26 April 2013, pukul 20.15 s/d 21.30 WIB dengan pementasan Tradisi Wiwit dan dilanjutkan dengan Kesenian Jejer Ngastina yang berasal dari Kelompok Seni Pepen Trimulyo.
Untuk itu bagi warga masyarakat yang berminat dapat menyaksikan langsung di Lapangan Denggung Sleman karena selain Pentas Ragam Budaya juga akan digelar Pameran Potensi Daerah se-Kabupaten Sleman.

PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF KECAMATAN SLEMAN TAHUN 2013

Kecamatan sleman telah memfasilitasi sinergitas antara pelaku usaha ekonomi khususnya yang masuk kategori ekonomi kreatif dengan mempertemukan berbagai pihak dalam beberapa kali forum pertemuan yang dihadiri oleh pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) potensial, perusahaan, lembaga keuangan/perbankan, serta perwakilan BUMN/BUMD di wilayah Sleman. Telah dibentuk Tim Pendamping Kemitraan UMKM Ekonomi Kreatif Kecamatan Sleman yang beranggotakan berbagai elemen : Pemerintah Kecamatan dan Desa, BUMN, pengusaha, akademisi, dan pelaku usaha UMKM dengan tugas :

  1. Menginventarisasi kegiatan UMKM
  2. Melakukan koordinasi dengan BUMN untuk menjalin kemitraan
  3. Mensinergikan program BUMN dan UMKM
  4. Melakukan pendampingan kepada UMKM yang berhasil menjalin kemitraan dengan BUMN
  5. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan kemitraan
  6. Melaporkan hasil evaluasi kepada yang berwenang

Forum pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dan tindak lanjut yang sangat penting bagi pengembangan perekonomian khususnya Pusat Pertumbuhan Perekonomian Kecamatan Sleman dan sekaligus mendukung program penanggulangan kemiskinan. Pihak UMKM menyampaikan permasalahan, kendala serta peluang usaha mereka, sedangkan lembaga keuangan/perbankan, BUMN menawarkan peluang memecahkan masalah finansial baik secara umum maupun dalam bentuk pembinaan atau kemitraan, berupa PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) BUMN. Pelaku UMKM diarahkan untuk bermitra dengan BUMN seperti PT Angkasa Pura, bank Mandiri, dan Pertamina.

UP DATE WARTA TPK KECAMATAN SLEMAN

Sebagai tindak lanjut dari pengajuan Proposal Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni yang diajukan oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan kepada Pimpinan BNI Kantor Cabang Utama (KCU) UGM Bulaksumur pada 2 Agustus 2012, telah disetujui bantuan yang akan diberikan berupa pembangunan rumah tidak layak huni sejumlah 10 (sepuluh) rumah dengan nilai masing-masing Rp 10.600.000,- (sepuluh juta enam ratus ribu rupiah) sehingga total bantuan senilai Rp 106.000.000,- (seratus enam juta rupiah).
Bantuan tersebut dialokasikan kepada 5 (lima) desa se-Kecamatan Sleman, dengan masing-masing desa mendapatkan 2 (dua) rumah.
Pada hari Senin, tanggal 22 April 2013, perwakilan dari BNI Kantor Cabang Utama (KCU) UGM Bulaksumur didampingi Kecamatan, Desa, dan TPK Desa telah melakukan survey langsung dan pengambilan gambar/foto rumah yang akan menjadi lokasi pembangunan rumah tidak layak huni.
Adapun daftar rencana penerima bantuan tersebut adalah :

  1. Udi Waginem, Krapyak, Triharjo, Sleman
  2. Marto Pawiro/Marto Muridi, Sleman III, Triharjo, Sleman
  3. Katrinah, Brayut, Pandowoharjo, Sleman
  4. Basuki Triadi, Karang Asem, Pandowoharjo, Sleman
  5. Arjo Wiyono, Pendeman, Trimulyo, Sleman
  6. Sudarno, Klelen, Trimulyo, Sleman
  7. Sogiran, Wadas, Tridadi, Sleman
  8. Suhardi, Paten, Tridadi, Sleman
  9. Nurhadi Utomo/Suparjo, Sanggrahan, Caturharjo
  10. Sulastri, Sidorejo, Caturharjo, Sleman

Terimakasih kami ucapakan kepada keluarga besar BNI atas bantuan yang diberikan, semoga dapat membawa manfaat positif kepada masyarakat di Kecamatan Sleman dan semoga BNI semakin berkembang pesat.

LOMBA MASAK TEPUNG MOCAV

Pada hari Minggu, 21 April 2013 di Kecamatan Sleman diadakan lomba masak dengan bahan dasar Tepung Mocav. Lomba masak diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-97 Kabupaten Sleman, Hari Kartini dan Hari Lansia Tahun 2013.

Seluruh Panitia dan peserta Ibu-Ibu dalam kegiatan ini mengenakan Pakaian Kebaya. Masakan diolah menjadi 2 (dua) jenis olahan yaitu masakan kering dan masakan basah, yang diikuti oleh Ibu-ibu PKK Se-Kecamatan Sleman. Berikut ini adalah hasil lomba masak di Kecamatan Sleman,

Kategori Masakan Kering :

  1. Peringkat I Desa Tridadi dengan hasil olahan Putri Salju
  2. Peringkat II Desa Triharjo dengan hasil olahan Serena Mokav
  3. Peringkat III Desa Pandowoharjo dengan hasil olahan Domino Mocav
  4. Peringkat IV Desa Trimulyo dengan hasil olahan Kue Mokav Keju
  5. Peringkat V Desa Caturharjo dengan hasil olahan Krupuk Jantung Pisang

Kategori Masakan Basah :

  1. Peringkat I Desa Trimulyo dengan hasil olahan Cake Casava
  2. Peringkat II Desa Tridadi dengan hasil olahan Bolu Gaplek
  3. Peringkat III Desa Pandowoharjo dengan hasil olahan Garolina Mocav
  4. Peringkat IV Desa Caturharjo dengan hasil olahan Sus Rogout Mocav
  5. Peringkat V Desa Triharjo dengan hasil olahan Klapetart

KUNJUNGAN TIM ACCESS KE KECAMATAN SLEMAN

Pada hari ini, Kamis, 11 April 2013 pukul 14.30 WIB Tim Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan Sleman menerima kunjungan tim ACCESS (Australian Community Development and Civil Society Strenghtening Scheme) di Balai Desa Pandowoharjo, Tim ACCESS berjumlah sekitar 23 orang berasal dari Provinsi NTB dan Sulawesi Tenggara.

ACCESS merupakan program kerjasama antara pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan organisasinya agar mampu berinteraksi aktif dengan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pembangunan. ACCESS menyediakan dukungan melalui organisasi masyarakat sipil di 20 kabupaten di kawasan Indonesia timur.

Tim ACCESS bertujuan melakukan studi banding mengenai kiprah dari TPK Kecamatan Sleman, TPK Desa Pandowoharjo, dan TPK Padukuhan Plalangan selama tahun 2012 hingga tahun 2013 ini yang telah dikukuhkan sebagai Juara Umum TPK Award Tingkat Kabupaten Sleman. Kunjungan Tim ACCESS didampingi oleh TKPKD Kabupaten Sleman yang diterima langsung oleh Ketua TPK Kecamatan Sleman Ibu Dra Siti Wahyu P, Kepala Desa Pandowoharjo Bapak H.R. Bambang Harmiyanto , dan segenap perangkat desa.

Di Balai Desa Pandowoharjo Tim ACCESS menerima presentasi wakil Ketua TPK Kecamatan Sleman Bapak Suhardiyanto/Ipong mengenai program tahun 2012 yang telah dilaksanakan, rencana program kerja tahun 2013, dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2013 ini.  Presentasi dari Bapak Suhardiyanto/Ipong mendapatkan respon positif dari segenap hadirin dengan berbagai pertanyaan yang mengarah pada bagaimana kinerja TPK di Kecamatan Sleman, Desa Pandowoharjo, dan Padukuhan Plalangan dapat menjalankan tugas selama ini.

Kunjungan Tim ACCESS kemudian dilanjutkan ke Padukuhan Plalangan, Pandowoharjo, Sleman untuk melihat langsung kinerja TPK Kecamatan Sleman khususnya TPK Desa Pandowoharjo dan Padukuhan Plalangan. Tim ACCESS disuguhi hasil kinerja TPK dalam berbagai program diantaranya Bedah Rumah, Pengelolaan Sampah Mandiri, Pembudidayaan Perikanan, Pemanfaatan Lahan Pekarangan,  Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Perekrutan Tenaga Kerja di Annet Sofa, dan lain-lain.

Semoga dengan kunjungan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

 

KEGIATAN DI DESA CATURHARJO

Pada hari Jum’at tanggal 8 Maret 2013 yang lalu tepatnya di Balai Desa Caturharjo telah diadakan beberapa kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.
Kegiatan tersebut merupakan lintas sektoral, dari kegiatan penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan masyarakat. Ketiga kegiatan tersebut saling bersinergi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut telah dikukuhkan Forum Kemitraan Pengusaha se-Desa caturharjo oleh Bapak Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM,M.Sc. Forum tersebut membawahi 31 perusahaanse-Desa Caturharjo dengan sekretariat di PT BMB Eksport. Forum kemitraan tersebut berkomitmen untuk berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Caturharjo.
Kegiatan selanjutnya adalah Penetapan Desa Caturharjo Sebagai Desa Stop BABS. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan mengubah perilaku masyarakat dari sebelumnya masih melakukan BABS kemudian diarahkan untuk selalu melakukan BAB di tempat yang semestinya. Pada intinya adalah menyadarkan masyarakat dengan memunculkan rasa jijik, malu, dan kotor jika masih melakukan BABS. Pada akhirnya masyarakat Desa Caturharjo mulai sadar bahwa kesehatan dapat dimulai dengan sikap individu yang kemudian memicu sikap masyarakat disekitarnya, sebagai bagian dari Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Kegiatan berikutnya adalah penandatanganan Kesepakatan Kerjasama antara Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta dengan Kecamatan Sleman tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Ruang lingkup kesepakatan bersama ini antara lain dalam bidang : Pendidikan dan peltihan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kajian tentang Sumber Daya Alam, Pengabdian kepada masyarakat, dan Pengembangan masyarakat berbasis agribisnis.
Ketiga kegiatan di atas bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pemberdayaan masyarakat maupun dari kesehatan masyarakat. Jika tingkat kesehatan masyarakat tinggi, maka masyarakat dapat bekerja, dapat memberdayakan diri sendiri, sehingga kesejahteraan ekonomi dapat meningkat.

TIM PENDAMPING DESA SE-KECAMATAN SLEMAN

Tim Pendamping untuk desa se-Kecamatan Sleman meliputi 5 (lima) desa yaitu: Tridadi, Triharjo, Trimulyo, Pandowoharjo, dan Caturharjo. Tim terdiri dari karyawan-karyawati terpilih yang dianggap mampu dan berkompeten dalam mendampingi desa dalam bidang pemerintahan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat dengan jumlah 2 (dua) orang untuk setiap desa.
Tim Pendamping Desa telah ada sejak tahun 2012 dan masih akan terus berlanjut untuk tahun-tahun ke depan sebagai “Duto Mrantasi”
Adapun tugas Tim Pendamping Desa adalah :

  1. Menyampaikan arah kebijakan dari Pemerintah Daerah, Propinsi DIY, dan  Pemerintah Pusat;
  2. Menyerap aspirasi dan permasalahan di tingkat desa untuk dikomunikasikan dengan pengambil kebijakan di Tingkat Pemerintah Daerah;
  3. Mempererat hubungan komunikasi desa dengan kecamatan;
  4. Membantu desa dalam penyelesaian permasalahan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Sebagai mitra kecamatan dalam menjalankan tugas kedinasan tentu saja peran Tim Pendamping Desa sangat penting, karena dengan adanya tim khusus yang langsung berinteraksi dengan desa, setiap perkembangan desa dapat terpantau dengan baik.

DALEM PRABU PUNTHADEWA

Sebagai bagian dari penataan lingkungan kantor kecamatan, Rumah Dinas Camat Sleman pun tidak lepas dari penataan dikarenakan masih berada di dalam lingkungan Kantor Kecamatan Sleman.
Pada saat ini Rumah Dinas Camat Sleman mempunyai “nama” dengan sebutan “Dalem Prabu Punthadewa”, sebuah nama yang diambil dari nama tokoh pewayangan jawa. Latarbelakang pemilihan nama tersebut adalah karena karakter tokoh wayang tersebut yang paling menonjol adalah adil, sabar, jujur, taat terhadap ajaran agama, penuh percaya diri, ikhlas melayani, rendah hati, dan andhap ashor. Karakter tersebut dinilai sesuai jika diterapkan dalam birokrasi pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk Camat Sleman dikarenakan nama tersebut dipasang di Rumah Dinas Camat, namun diharapkan sifat-sifat baik tersebut dapat diamalkan oleh seluruh karyawan-karyawati Kecamatan Sleman.