SEMAR BADRANAYA

Tokoh Semar
Tokoh Semar

Masih dalam lingkup penataan lingkungan Kantor Kecamatan Sleman, Ruang Camat Sleman pada saat ini telah diberi tetenger  dengan sebutan “SEMAR BADRANAYA”. Pengambilan nama Semar Badranaya bukan tanpa alasan, namun mengingat banyaknya makna filosofis yang terkandung dalam karakter Semar Badranaya.

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra         = Membangun sarana dari dasar
Naya               = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya          = Mengembani sifat membangun dan melaksanakan     perintah Allah demi kesejahteraan manusia.

Secara Javanologi, Semar berarti haseming samar-samar. Sedangkan secara harafiah, Semar berarti sang penuntun makna kehidupan.

Semar merupakan nama tokoh punakawan atau abdi paling utama dalam pewayangan. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Karena merupakan tokoh asli ciptaan pujangga Jawa, maka tentu saja kita tidak akan menemukan nama Semar dalam naskah asli Mahabharata ataupun Ramayana yang berbahasa Sansekerta. Dalam kisah Mahabharata, Semar ditampilkan sebagai abdi atau pengasuh dari para Pandawa yang merupakan keturunan Resi Manumanasa. Sementara dalam kisah Ramayana, Semar juga ditampilkan sebagai abdi atau pengasuh Sri Rama dan Sugriwa. Dalam perkembangan selanjutnya, derajat Semar semakin meningkat lagi. Semar dikisahkan bukan sekadar rakyat jelata biasa, melainkan merupakan penjelmaan dari Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru yang sekaligus juga merupakan raja para dewa.

Dari makna filosofis Semar Badranaya dengan karakter Momong (pamong), Ngemban, sederhana, tenang, rendah hati, tulus, tidak munafik, ikhlas, sabar, syukur, istiqomah, tidak pernah terlalu sedih dan tidak pernah tertawa terlalu riang. Keadaan mentalnya sangat matang, tidak kagetan, tidak bingungan dan tidak gumunan, tentu saja karakter seperti inilah yang sesuai bagi seorang pimpinan yang membawahi suatu wilayah.

Atas dasar karakter positif tersebut di atas maka Ruang Camat Sleman pada akhirnya diberi tetenger dengan nama SEMAR BADARANAYA.

BEDAH BALAI DESA

Jika terdapat istilah Bedah Rumah Tidak Layak Huni, namun di Kecamatan Sleman juga terdapat istilah “Bedah Balai Desa”. Apanya yang dibedah? Apakah balai Desa di Kecamatan Sleman sudah tidak layak huni? Setidaknya di Kecamatan Sleman terdapat 2 (dua) balai desa yang sejak tahun lalu mulai dibenahi, yaitu Balai Desa Tridadi dan Balai Desa Caturharjo. Pembenahan bukan dikarenakan sudah tidak layak pakai atau bahkan sudah hampir roboh, namun pembenahan lebih bersifat renovasi agar terlihat dan berfungsi semakin baik. Pembenahan ini tidak lain adalah dalam upaya peningkatan kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Balai Desa Caturharjo pada awal pembangunan, peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Camat Sleman Drs H. Hery Sutopo, MM,M.Sc. Sedangkan Balai Desa Tridadi pada saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan untuk bangunan sisi selatan. Dua Balai desa tersebut setidaknya bernilai ratusan juta rupiah, dengan harapan hasil yang dicapai dapat semaksimal mungkin.

SEPUTAR UPACARA 17 AGUSTUS

Penaikan Bendera Merah Putih
Penaikan Bendera Merah Putih

Tema mengenai Upacara 17 Agustus memang masih lama untuk kita peringati, namun tema ini hanya sekedar gambaran tentang bagaimana pelaksanaan upacara tersebut di Tingkat Kecamatan Sleman. Sejak Tahun 2011 Kecamatan Sleman telah mengadakan Upacara Bendera peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Petugas Paskibraka Lengkap. Diawali di Lapangan Desa Pandowoharjo pada saat itu Paskibraka hanya bertugas pada waktu penaikan bendera. Namun, sejak tahun 2012 yang lalu tepatnya di Lapangan Desa Trimulyo Paskibraka bertugas pada saat upacara penaikan bendera dan upacara penurunan bendera. Paskibraka yang bertugas adalah dari SMAN 2 Sleman.

Paskibraka SMAN 2 Sleman
Paskibraka SMAN 2 Sleman

Rangkaian Upacara Bendera 17 Agustus di Kecamatan Sleman diterapkan dengan sistem bergilir setiap desa sebagai lokasi upacaranya. Pada tahun 2013 ini direncanakan upacara akan diselenggarakan di Lapangan Desa Caturharjo dengan petugas paskibraka dari SMAN 1 Sleman. Sedangkan pada tahun 2014 direncanakan diadakan di Desa Triharjo.

Hanya satu desa yang tidak mendapatkan giliran sebagai lokasi upacara 17 Agustus yaitu Desa Tridadi. Alasan bahwa Desa Tridadi tidak ditunjuk sebagai lokasi mengingat Komplek Pemda Sleman yang berada di wilayah Desa Tridadi pada setiap tahunnya menggelar upacara serupa, sehingga dicukupkan upacara yang digelar adalah upacara dari Pemda Sleman.

Sistem bergiiran ini dimaksudkan agar warga masyarakat dapat ikut serta dalam kegiatan ini, karena dalam setiap Upacara 17 Agustus Tingkat Kecamatan Sleman warga masyarakat juga dilibatkan.

PELETAKAN BATU PERTAMA TAHAP KE-3

Lokasi Bedah Rumah di Pendeman, Trimulyo, Sleman
Lokasi Bedah Rumah di Pendeman, Trimulyo, Sleman

Pada hari Rabu, 22 Mei 2013 di Padukuhan Pendeman, Trimulyo, Sleman telah dilaksanakan Peletakan Batu Pertama Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni. Program Tim Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan Sleman Tahun 2013 merupakan bantuan dari BNI 46 Kantor Cabang Utama UGM, Bulaksumur.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari BNI 46 kepada Bupati Sleman
Penyerahan bantuan secara simbolis dari BNI 46 kepada Bupati Sleman

BNI 46 secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Bupati Sleman yang selanjutnya diserahkan kepada Camat Sleman dengan nilai Total 106.300.000,- rupiah. Bantuan akan dialokasikan kepada 10 Rumah Tidak Layak Huni di wilayah Kecamatan Sleman. Atas kesepakatan Camat Sleman dan Kabag. Kesra se-kecamatan Sleman akan dikembangkan menjadi 14 rumah.

Segenap Tamu Undangan
Segenap Tamu Undangan

Dalam kesempatan tersebut hadir langsung Bupati Sleman, CEO BNI 46 Wilayah Semarang beserta seluruh unsur pimpinan BNI 46, Pimpinan BNI 46 KCU UGM beserta jajaran, Muspika Kecamatan Sleman, Kepala Desa se-Kecamatan Sleman, Perusahaan Mitra TPK Kecamatan Sleman, dan segenap warga Padukuhan Pendeman.

Acara diawali dengan Sambutan selamat datang Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc, dilanjutkan sambutan dari CEO BNI 46 Wilayah Semarang. Selanjutnya doa bersama yang dipimpin perwakilan KUA Sleman. Dalam sambutannya Bupati Sleman menyebutkan bahwa di Kabupaten Sleman angka Rumah Tidak Layak Huni masih cukup tinggi dan Pemerintah Kabupaten Sleman tidak berdiam diri karena telah menganggarkan dana untuk program bedah rumah dan pada saat ini juga tengah mengajukan proposal kepada Kementrian Perumahan Rakyat dengan  pengajuan sekitar 2.700 rumah.

Acara selanjutnya adalah acara inti yaitu Peletakan Batu Pertama yang dilaksanakan oleh :

  1. Bupati Sleman
  2. CEO BNI 46 Wilayah Semarang
  3. Pimpinan BNI 46 KCU UGM
  4. Camat Sleman
  5. Kepala Desa Trimulyo.
Peletakan Batu Pertama Oleh Bupati Sleman
Peletakan Batu Pertama Oleh Bupati Sleman
Peletakan Batu Pertama Oleh CEO BNI 46 Wil. Semarang
Peletakan Batu Pertama Oleh CEO BNI 46 Wil. Semarang
Peletakan Batu Pertama Oleh Pimpinan BNI 46 KCU UGM
Peletakan Batu Pertama Oleh Pimpinan BNI 46 KCU UGM
Peletakan Batu Pertama Oleh Camat Sleman
Peletakan Batu Pertama Oleh Camat Sleman
Peletakan Batu Pertama Oleh Kades. Trimulyo
Peletakan Batu Pertama Oleh Kades. Trimulyo

Semoga dengan adanya program dari TPK Kecamatan Sleman dan kerjasama yang baik dengan BNI 46 dapat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Sleman.

Bapak Arjo Wiyono, salah satu penerima manfaat Program Bedah rumah Tahap ke-3
Bapak Arjo Wiyono, salah satu penerima manfaat Program Bedah rumah Tahap ke-3

SUGENG TANGGAP WARSA SLEMAN SEMBADA

bregadaTanggal 15 Mei tahun 2013 ini Kabupaten Sleman genap berusia 97 tahun. Pada tahun ini Kecamatan Sleman turut serta merayakan hari jadi dengan mengadakan serangkaian acara. Tema Hari Jadi Ke-97 Kabupaten Sleman yaitu “Dengan hari jadi Ke-97 Kabupaten Sleman, Kita Tingkatkan Kebersamaan Dalam Kebhinnekaan Menuju Sleman Yang Sejahtera”. Melalui peringatan ini diharapkan seluruh warga masyarakat dapat bersatu, bersama-sama, gotongroyong membangun Sleman menjadi SEMBADA, yaitu  sehat, berbudaya, aman, damai, dan agamis.

Adapun rangkaian acara yang digelar yaitu:

  1. Malam Tirakatan dengan acara Tumpengan, Do’a Bersama, Karawitan dan Macapatan. Acara tersebut dihadiri oleh segenap Muspika Kecamatan Sleman, Kepala Desa se-Kecamatan Sleman, Karyawan-karyawati Kecamatan Sleman. Kelompok Karawitan dan Macapatan sebagai pengisi acara adalah kelompok kesenian yang mengadakan latihan rutin setiap Malam Kamis Legi di Pendopo Kecamatan Sleman;
  2. Pengiriman Peserta Upacara dengan Pakaian Adat Lengkap di Lapangan Dengung Pada 15 Mei 2013;
  3. Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Tidak Layak Huni Tahap Ke-3 yang di agendakan pada Rabu, 22 Mei 2013 di Pendeman, Trimulyo Sleman. Bedah rumah ini terselenggara atas bantuan dari  BNI 46 sejumlah 10 rumah dengan nilai masing-masing Rp 10.600.000,- sehinggat total bantuan Rp 106.000.000,-Namun demikian, atas kesepakatan bersama Camat Sleman dengan Kabag. Kesra masing-masing desa, bantuan tersebut akan kami kembangkan menjadi 14 rumah. Selain program bedah rumah, kami juga mengagendakan program CSR Award kepada perusahaan-perusahaan mitra TPK Kecamatan Sleman yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2013.
  4. Pemberian tetenger Rumah Dinas Jabatan Camat Sleman dengan nama “Dalem Prabu Punthadewa” dan Ruang Camat Sleman dengan nama “Semar Badranaya”. Tetenger tersebut menggunakan aksara jawa dan huruf latin.
  5. Aktivasi website resmi Kecamatan Sleman dengan alamat http://slemankec.slemankab.go.id beserta launching dan aktivasi web resmi Tim Penggerak PKK Kecamatan Sleman dengan alamat http://pkkkecsleman.blogspot.com
  6. Mengikutsertakan 3 pasangan dalam kegiatan Nikah Massal yang diselenggarakan di rumah Dinas Bupati Sleman pada Senin, 13 Mei 2013. adapun nama pasangan sebagai berikut :

No

Calon Putra

Calon Putri

Wali

Nama

Alamat

Nama

Alamat

1 Nur Sigit Ngemplak, Caturharjo, Slm Ervina Susanti Wadas, Tridadi, Slm Slamet Sutopo
2 Yatimin Dhisil Salamrejo, Sentolo, KP Siti Ngatiyah Kalirase, Trimulyo, Slm Samsudi
3 Sudirin Murangan VII, Triharjo, Slm Ny. Suripto Utomo Murangan VII, Triharjo, Slm Hakim

7. Penataan Lingkungan kantor Kecamatan Sleman meliputi :  Pembenahan Taman di depan Kantor Kecamatan Sleman, Pembuatan Pedestrian dengan konblok dari pintu masuk hingga halaman belakang, Penataan tempat parkir kendaraan.

DESA TRIDADI JUARA II LOMBA DESA

Prestasi cukup membanggakan warga Kecamatan Sleman ditunjukkan melalui Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Desa Tridadi. Setelah melalui beberapa tahap penilaian, yaitu penilaian administrasi, Desa Tridadi masuk lima besar Kabupaten Sleman. Kemudian Penilaian Lapangan oleh Tim Penilai Pelaksanaan Membangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di wilayah / lokasi desa yang dilaksanakan pada Hari Kamis, 11 April 2013.

Tim Penilai disambut dan diterima di Balai Desa Tridadi yang sekaligus penilaian administrasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tiap kabag/perangkat desa, lembaga desa dan lembaga setingkat desa. Selanjutnya Tim Penilai yang dipimpin Sukarno, SH diajak berkeliling ke dusun-dusun sampel yang telah dipersiapkan didampingi Camat Sleman Drs. Hery Sutopo, MM, M.Sc dan Kepala Desa Tridadi H. Kabul Muji Basuki, dengan rute Jaban, Kebonagung, Beran Kidul, Drono, Paten, Wadas dan berakhir di Dusun BetengBalai Desa Tridadi

Tiap dusun telah menampilkan potensi dan keunggulan masing-masing, dengan apa adanya tanpa rekayasa berlebihan. Partisipasi dan swadaya masyarakat yang tinggi ditunjukkan dengan sambutan yang hangat dan semarak di tiap lokasi. Pada akhirnya, semua usaha dan kerja sama itu membuahkan hasil Desa Tridadi Kecamatan Sleman sebagai Juara II Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sleman pada tahun 2013 ini, yang diberitahukan melalui surat Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan tanggal 29 April 2013.Gunting Pita

PERESMIAN MUSHOLLA NURUL JANNAH

Pada hari Minggu, 5 Mei 2013 Jam 08.00 WIB bertempat di Jetis, Caturharjo, Sleman telah diresmikan Mushola Nurul Jannah oleh Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM,M.Sc. Acara dihadiri segenap masyarakat Padukuhan Jetis, Tokoh Masyarakat, dan Perangkat Desa.

Semoga dengan telah diresmikannya Mushola Nurul Jannah dapat dimanfaatkan dalam kegiatan ibadah maupun sosial kemasyarakatan dengan sebaik-baiknya.  Sebagai tempat berkumpulnya ummat tentu saja “kemakmuran” Mushola harus diperhatikan, bukan dalam artian sisi fisiknya, namun lebih besar pada kegiatan ibadah dan sosial untuk memakmurkannya.

PANTAU KINERJA TP PKK KECAMATAN SLEMAN LEWAT INTERNET

Pembangunan dalam level kecamatan dan desa tidak dapat terlepas dari peran serta aktif wanita. TP PKK  bertugas mengkoordinasikan peran wanita dalam bidang pendidikan, kegiatan sosial kesejahteraan wanita dan keluarga. Untuk itu peran TP PKK sangat strategis dalam peningkatan kualitas hidup wanita dalam kapasitasnya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Program dan kinerja khususnya TP PKK Kecamatan Sleman yang senantiasa melakukan kegiatan rutin di lingkungan kecamatan, desa, dan dusun tampaknya pada saat ini dapat terlihat dengan transparan. Era digital dan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat semakin membantu TP PKK Kecamatan Sleman untuk berbagi informasi kegiatan.

Cukup klik http://pkkkecsleman.blogspot.com segala informasi kegiatan TP PKK Kecamatan Sleman dapat terpapar disana. Blog ini dikelola langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Sleman Ibu Heti Herastuti. Semoga dengan adanya Blog ini dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat luas.