BEDAH RUMAH TAHAP KE EMPAT

Pada hari Selasa tanggal 27 Agustus 2013 berlokasi di Padukuhan Durenan V, Triharjo, Sleman berlangsung kegiatan launching  Bedah Rumah Tahap Ke empat oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.

Kegiatan bedah rumah tersebut terlaksana atas prakarsa TPK Kecamatan Sleman dengan menggandeng perusahaan-perusahaan mitra TPK untuk memberikan bantuan financial.

Meskipun berlangsung dalam suasana penuh kesederhanaan namun acara launching berjalan dengan lancar dan sukses. Tamu undangan yang berasal dari segenap perusahaan mitra TPK, Camat Sleman beserta jajaran, Kepala Desa Triharjo, Perangkat Desa Triharjo, dan segenap masyarakat Padukuhan Durenan V tampak antusias berada di lokasi.

Salah satu penerima manfaat Program Bedah rumah Taham Ke Empat TPK Kecamatan Sleman adalah Bapak Suparjono. Memang secara kasat mata kondisi rumah Bapak Suparjono kurang memenuhi syarat karena dengan rumah tidak begitu besar dihuni oleh dua keluarga, sehingga sangat jauh dari kenyamanan. Pemilihan penerima manfaat memang diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing Desa. Tentu saja setiap Desa di Kecamatan Sleman ini telah memiliki rangking rumah tidak layak huni, sehingga lebih memudahkan TPK Kecamatan Sleman untuk melaksanakan programnya.

Dalam kegiatan launching Bedah Rumah Tahap ke Empat kali ini langsung dihadiri oleh Bapak Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si. Bahkan setelah sambutan beliau berkenan memberikan CSR Award yang disiapkan oleh TPK Kecamatan Sleman kepada perusahaan-perusahaan mitra TPK Kecamatan Sleman yang telah bekerjasama sejak tahun 2012 dan beliau juga berkenan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Bapak Suparjono.

Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.

Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si.

Bedah Rumah Durenan Bedah Rumah Durenan1 Bedah Rumah Durenan2 Bedah Rumah Durenan3Peletakan batu pertama selain oleh Bupati Sleman juga dilakukan oleh Camat Sleman, Kepala Desa Triharjo, dan segenap perusahaan mitra TPK Kecamatan Sleman.

Pada kesempatan tersebut terkumpul bantuan yang berasal dari perusahaan-perusahaan mitra TPK sebagai berikut :

1. BRI Cabang Sleman                      : 5 Rumah (senilai ± Rp 56.000.000,-)

2. Bank Saudara Cab. Sleman (Medco Energy, Jakarta) : 1 Rumah (senilai ± Rp 10.631.300,-)

3. Bank Sleman                                   : Rp   5.000.000,-

4. PC GKBI                                          : Rp   1.000.000,-

5. PT Askes Sleman                            : Rp   1.000.000,-

6. PT Primissima                                 : Rp   1.000.000,-  +

                                                             : Rp 74.631.300,-

Bantuan tersebut akan dikembangkan guna Program Bedah Rumah sejumlah 10 (sepuluh) rumah yang akan dialokasikan di 5 (lima) desa se-Kecamatanan Sleman.

Selain bantuan alokasi bedah rumah tidak layak huni, terdapat juga bantuan Jambanisasi dari Bank Indonesia sebanyak 8 unit (Rp 15.200.000,-). Dengan bantuan tersebut akan dikembangkan menjadi 10 unit jamban yang dialokasikan khusus untuk Desa Caturharjo, Sleman.

Untuk Program Jambanisasi pada saat ini TPK  Kecamatan Sleman sedang merintis kemitraan dengan PT Angkasapura I Bandara Adi Sucipto untuk dialokasikan di Desa Caturharjo juga Telkom untuk dialokasikan di Desa Pandowoharjo dan Triharjo. Di samping itu dengan Pertamina Semarang untuk pengembangan program ekonomi kreatif di lima desa se-Kecamatan Sleman dan Bank BNI 46 Cabang UGM untuk Desa Trimulyo, serta Bank Mandiri untuk Desa Tridadi.

Semoga dengan amanah bantuan tersebut TPK Kecamatan Sleman dapat melaksanakan program kerja dengan baik, dan semoga perusahaan-perusahaan yang telah memberikan bantuan secara moral dan material dapat semakin sukses dalam menjalankan usahanya.

SERBA-SERBI UPACARA 17an KECAMATAN SLEMAN

1148970_3442956609423_365766575_nPuncak peringatan Kemerdekaan Ke-68 Republik Indonesia Kecamatan Sleman adalah dengan menggelar Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera di Halaman SMPN 1 Sleman pada hari Sabtu, tanggal 17 Agustus 2013, masing-masing dengan Pasukan Pengibar Bendera  lengkap.

Demi menggelar kesuksesan upacara berbagai persiapan pun dilakukan, salah satunya adalah persiapan Pasukan Pengibar Bendera. Paskibra memang merupakan salah satu unsur vital dalam upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada tahun 2013 ini, Paskibra yang bertugas berasal dari SMAN 1 Sleman. Persiapan dilaksanakan sejak bulan Ramadhan dengan menggelar latihan rutin di lingkungan sekolah hingga melakukan gladi bersih di lapangan SMPN 1 Sleman sebagai lokasi upacara.

Pada hari Kamis, tanggal 15 Agustus 2013, Paskibra Kecamatan Sleman resmi dikukuhkan oleh Camat Sleman, Dr. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc. Suasana pengukuhan berlangsung dengan khidmat yang disertai dengan penciuman bendera Merah Putih oleh seluruh anggota paskibra.

Pengukuhan PaskibPengukuhan Paskib oleh Camat Sleman

Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dan Upacara Penurunan Bendera di lapangan SMPN 1 Sleman berlangsung dengan meriah. Tamu undangan yang berasal dari unsur Legiun Veteran RI Kecamatan Sleman, mantan pejabat Camat Sleman, Kepala Desa se-Kecamatan Sleman, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa memenuhi tenda tamu undangan.

Peserta upacara pun tidak kalah semangat meskipun cuaca cukup panas, pasukan upacara yang terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, SMA, PNS, Perangkat Desa, Karang Taruna dan Organisasi Sosial mengikuti upacara dengan tertib meskipun ada beberapa siswa yang terganggu kesehatannya karena kondisi tubuh yang kurang memungkinkan.

Dirgahayu Indonesia ku, 68 tahun bukan usia yang muda lagi, namun kami percaya bahwa Indonesia ku akan terus bangkit dan menjadi kebanggaan bangsa mu.

 

Open House Kecamatan Sleman 1434 H

Open House Kecamatan Sleman 1434 H dalam rangka syawalan Keluarga Besar Kecamatan Sleman, Muspika Kecamatan Sleman dengan perangkat desa se Kecamatan Sleman dan staf instansi / lembaga / UPT tingkat Kecamatan Sleman dilaksanakan pada hari Senin, 12 Agustus 2013.

Camat Sleman Drs. H.Hery Sutopo,MM, M.Sc. dan Ibu bersiap menyambut tamu

Camat Sleman Drs. H.Hery Sutopo,MM, M.Sc. dan Ibu bersiap menyambut tamu

Camat Sleman Drs. H.Hery Stopo, MM, M.Sc dan Ibu beserta Muspika menyambut tamu Open House Kecamatan Sleman

Camat Sleman Drs. H.Hery Stopo, MM, M.Sc dan Ibu beserta Muspika menyambut tamu Open House Kecamatan Sleman

 

Karyawan karyawati Kecamatan Sleman bersiap menyambut tamu Open House

Karyawan karyawati Kecamatan Sleman bersiap menyambut tamu Open House

MANTAN CAMAT SLEMAN DIUNDANG DALAM UPACARA PERINGATAN HUT KE-68 RI

Untuk pertama kalinya upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Kecamatan Sleman pada tahun 2013 ini mengundang para pimpinan terdahulu yang pernah menjabat sebagai Camat Sleman. Tujuan dihadirkannya mantan Camat Sleman adalah sebagai wujud apresiasi dan penghargaan atas jasa-jasa yang pernah diberikan bagi pembangunan Kecamatan Sleman.

Adapun mantan Camat Sleman yang diundang antara lain :

  Drs. Projosuroto

  Drs. H. KRT. Suyoto Projosujoto Hadiningrat

  Drs. KRT Projo Winoto

  Projo Sukarno, BA

  Drs. H M. Mansyur

  H. Amir Al Khutri, BA

  Suhardju, BA

  Drs Ahmad Yuno Nurkaryadi

  H. Rusmanto Wijoyo, BBA

  Drs. Hardjito

  Saiful Hamid, SE

  Purwatno Widodo, SH

  Drs. Suyudi, MM

Pada saat ini masih ada beberapa yang masih menjabat sebagai Camat di Kecamatan lain atau menjadi pimpinan di SKPD lain, atau bahkan sudah ada yang purna tugas.

 

PETIKAN SERAT KAKANCINGAN

Berdasarkan Petikan Serat Kakancingan – Dalem Ngarsa – Dalem Sampeyan – Dalem Ingkang – Sinuwun Kanjeng Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat, nomor : 081/PHK/TDP/KPJ/VIII/2013, tanggal 01 Sawal jumakir 1946 / 08 Agustus 2013, telah diberikan Gelar dari Kraton Yogyakarta kepada :

Camat Sleman, Drs. H. HERY SUTOPO, MM, M.Sc

yang pada saat ini memperoleh Gelar dengan sebutan :

Drs. MAS WEDANA H. NATADIPRAJA, MM, M.Sc

Kita doakan agar Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing Ngalogo Abdulrahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan tetap lestari selamanya, Aamiin, Insya Allah.

Dari Yogyakarta untuk NKRI.

IMG

KESEPAKATAN BERSAMA KECAMATAN SLEMAN DENGAN UPN VETERAN

Pada hari Jum’at, tanggal 18 Maret 2013 bertempat di Balai Desa Caturharjo telah ditandatangani kesepakatan kerjasama antara Camat Sleman, Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc dengan Dekan Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Ir. Abdul Rizal AZ, MP, yang tertuang dalam surat Kesepakatan Bersama Antara Kecamatan Sleman Dengan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Nomor : PKS/01/III/2013/FP-UPNVY

Adapun maksud penandatangan kerjasama ini adalah untuk menunjang program pembinaan wilayah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui program Pendidikan, Pelatihan dan Pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi, peran, dan tanggungjawab Kecamatan Sleman bersama UPN Veteran dengan memperhatikan aspek saling memberi manfaat.

Ruang lingkup kesepakatan bersama ini adalah bekerjasama dalam bidang :

  1. Pendidikan dan Pelatihan
  2. Pengembangan Sumber Daya Manusia
  3. Kajian tentang Sumber Daya Alam
  4. Pengabdian kepada masyarakat
  5. Pengembangan Masyarakat Berbasis Agribisnis

Kesepakatan bersama ini berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun terhitung sejak penandatanganan. Sebuah masa yang cukup panjang untuk melaksanakan kerjasama dalam rangka melaksanakan pembangunan di wilayah Kecamatan Sleman.

Semoga melalui kerjasama yang telah disepakati dapat membawa perubahan ke arah positif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Sleman. Kecamatan Sleman sebagai unsur birokrasi diharapkan dapat bersinergi dengan UPN Veteran dari unsur akademis demi kemajuan bersama.

KERJASAMA KECAMATAN SLEMAN DENGAN BANK INDONESIA

Kecamatan Sleman mulai melebarkan sayap kerjasama dalam penanggulangan kemiskinan. Tidak hanya dengan perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Sleman saja, namun kerjasama kali ini telah melebar hingga ke Bank Indonesia Perwakilan DIY yang notabene berada di Jalan  Pangeran Senopati (wilayah Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta).

Kecamatan Sleman melalui Tim Penanggulangan Kemiskinan dan Tim Ekonomi Kreatif yang telah terbentuk dari Tingkat Kecamatan, Desa, hingga ke Padukuhan membawa misi untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kecamatan Sleman. Kemiskinan tidak hanya terkait dengan rendahnya pendapatan keluarga, kekurangan lapangan pekerjaan, maupun rumah tidak layak huni. Namun, kemiskinan juga tercermin dari segi kesehatan khususnya fasilitas jamban perumahan yang buruk.

Masyarakat kurang mampu cenderung mengabaikan kondisi kebersihan jamban, atau bahkan tidak memiliki fasilitas tersebut sehingga dapat berpengaruh pada tingkat kesehatan. Untuk itu Tim Penangggulangan Kemiskinan dan Tim Ekonomi Kreatif Kecamatan Sleman berusaha membidik peluang kerjasama dengan pihak lain dalam hal ini Bank Indonesia Perwakilan DIY untuk menanggulangi permasalahan kesehatan, pola hidup bersih dan sehat (Stop BABS), pendidikan, dan kebersihan lingkungan hidup melalui program jambanisasi.

Proses kerjasama antara Kecamatan Sleman dengan Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta diawali dengan kunjungan silaturahim Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc kepada direksi Bank Indonesia, selanjutnya diberikan arahan agar Kecamatan Sleman mengajukan proposal kepada Bank Indonesia.

Sebagai tindaklanjut dari kunjungan Camat Sleman ke Bank Indonesia, kemudian pembuatan proposal didelegasikan kepada TPK Desa Caturharjo dan telah diajukan ke Bank Indonesai pada 8 Juli 2013. Desa Caturharjo direncanakan sebagai lokasi program jambanisasi perumahan bagi warga kurang mampu. Penunjukan Desa Caturharjo sebagai lokasi program bukan tanpa alasan karena di wilayah Kecamatan Sleman angka rumah tidak berjamban Desa Caturharjo masih tinggi yaitu dari 3.387 jumlah rumah di 20 padukuhan, setidaknya 300 rumah tidak memiliki fasilitas jamban.

Pada akhirnya melalui Surat Bank Indonesia nomor : 15/33/DKom/Yk, tanggal 23 Juli 2013 Bank Indonesia Perwakilan DIY bersedia berpartisipasi dalam program pembangunan jamban sebanyak 8 unit senilai Rp 15.200.000,-

Sebuah awal yang bagus dalam proses kerjasama karena hanya dalam tempo lebih kurang 2 minggu saja pengajuan proposal langsung dijawab dan direalisasikan.

Saat ini sedang dirintis pula kerjasama dengan PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Bandara Adisucipto untuk program yang sama.