PERESMIAN ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD)

Pada hari Rabu, 11 September 2013 bertempat di Pendopo Kecamatan Sleman serentak dilaksanakan Peresmian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masa bakti 2013 s/d 2019 untuk Desa Tridadi, Triharjo, Trimulyo, Pandowoharjo, dan Caturharjo, menggantikan anggota terdahulu yang telah berakhir masa baktinya. Pada kesempatan tersebut dilantik sejumlah 55 orang anggota.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa. BPD dapat dianggap sebagai “parlemen”-nya desa dan mempunyai wewenang :

  • Membahas rancangan peraturan desa bersama Kepala Desa
  • Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa
  • Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa
  • Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
  • Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat

Acara peresmian dihadiri Muspika Kecamatan Sleman, Kepala Desa se-Kecamatan Sleman dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman Hj. Yuni Satia Rahayu, S.S, M.Hum. Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman berpesan agar BPD dalam tugasnya memperhatikan masalah kemiskinan di wilayah Kecamatan Sleman dengan bekerjasama dengan Tim Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Desa maupun Dusun, mengingat angka kemiskinan di Kecamatan Sleman masih tinggi.

Semoga dengan telah diresmikannya ke-55 anggota BPD dapat bekerja secara maksimal, bermanfaat bagi pembangunan desa, dan mampu bekerjasama dengan segala pihak tanpa memunculkan konflik kepentingan. Selamat dan sukses bagi Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Sleman.

Sambutan Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu
Sambutan Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu

BPD1 BPD2 BPD3 BPD5 BPD6 BPD7 BPD9

ADA SHOOTING FILM DI DESA TRIDADI

Shooting film kali ini yang diangkat bukanlah film action, film komedi, film drama atau film sejenis garapan Sutradara kondang Hanung Bramantyo. Namun, kegiatan shooting ini adalah dalam rangka Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang pada tahun 2013 ini bermaksud membuat film dokumentasi berdurasi 30 menit yang mengangkat profil Desa Tridadi Sleman sebagai DESA SIAGA AKTIF MANDIRI.

Desa Siaga Aktif Mandiri merupakan kondisi masyarakat desa yang memiliki kesiapan sumberdaya potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri untuk menciptakan desa sehat. Tujuan secara umum adalah percepatan terwujudnya masyarakat desa yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri.

Di Kabupaten Sleman setidaknya terdapat  tiga Desa Siaga Aktif Mandiri, yaitu :

  1. Desa Tridadi, Sleman
  2. Desa Pandowoharjo, Sleman
  3. Desa Sidorejo, Godean

Suatu prestasi tersendiri ketika Kecamatan Sleman menyumbang dua Desa Siaga Aktif Mandiri, bahkan Desa Tridadi merupakan yang terbaik di Kabupaten Sleman. Kementrian Kesehatan hanya mendokumentasikan dua desa se-Indonesia, satu di Desa Tridadi, sedangkan satu lagi di salah satu desa di Kalimantan Tengah.

Kegiatan pendokumentasian dilaksanakan pada 15 – 22 September 2013 bekerjasama dengan PANMultimedia Jakarta. Adapun hasilnya akan dibuat dalam bentuk CD sejumlah 1000 keping dan akan dibagikan secara gratis kepada peserta Hari Kesehatan Nasional di Jakarta.

Semoga dengan dijadikannya Desa Tridadi sebagai Desa Siaga Aktif Mandiri derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat dan menjadikan inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia.

TPK KECAMATAN SLEMAN PERLEBAR SAYAP KEMITRAAN

Pada saat ini sedang dirintis kemitraan dengan PT Angkasapura I Bandara Adisucipto Yogyakarta terkait program jambanisasi yang rencananya akan dialokasikan untuk Desa Caturharjo, sedangkan untuk Desa Pandowoharjo dan Triharjo, TPK Kecamatan sleman sedang merintis kemitraan dengan PT Telkom.

Program jambanisasi merupakan kelanjutan dari program Pembangunan Rumah Tidak layak Huni TPK Kecamatan Sleman. Jambanisasi tidak sekedar memberikan bantuan langsung sebuah jamban untuk suatu keluarga. Namun, program ini seperti pembangunan rumah tidak layak huni yang terdahulu, yaitu dengan memberikan dana stimulan. Hal ini tetap dimaksudkan agar swadaya masyarakat juga tetap ada sehingga bagi yang memperoleh bantuan tetap dirangsang untuk memberdayakan diri mereka sendiri, tidak serta merta hanya menerima bantuan saja.

Kemitraan lain yang sedang dirintis TPK Kecamatan Sleman adalah pengembangan ekonomi kreatif di lima desa se-Kecamatan Sleman, yaitu dengan menggandeng BNI  KCU UGM sebagai bapak angkat Desa Trimulyo dan Bank Mandiri Cabang Sleman sebagai bapak angkat Desa Tridadi.

KINERJA ASOSIASI PENGUSAHA CATURHARJO 2013

Setelah terbentuk dan dikukuhkan pada hari Jum’at, tanggal 18 Maret 2013 bertempat di Balai Desa Caturharjo, dengan Sekretariat di PT BMB Export, di tahun 2013 ini Asosiasi Pengusaha Caturharjo telah menunjukkan kontribusi positif bagi penanggulangan kemiskinan di Desa Caturharjo. Melalui kolaborasi antara TPK Kecamatan Sleman dengan TPK Desa Caturharjo pada 28 Juni 2013 diadakan rapat koordinasi dengan segenap anggota Asosiasi Pengusaha Caturharjo, yang kemudian dilanjutkan dengan keputusan agar TPK Desa Caturharjo untuk mengajukan proposal kegiatan kepada perusahaan-perusahaan di Desa Caturharjo.

Hasilnya cukup positif, hanya dalam tempo kurang lebih satu hingga dua bulan saja TPK Desa Caturharjo dapat mengumpulkan bantuan dari perusahaan-perusahaan di Caturharjo sebesar Rp 76.900.000,- yang menurut rencana akan dipergunakan dalam Program Bedah Rumah. Program tersebut juga telah dilaunching bersama dengan Launching Program Bedah Rumah Tahap ke-4 TPK Kecamatan Sleman di Durenan V, Triharjo  pada 27Agustus 2013.

Semoga dengan adanya kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya dapat memberikan kontribusi khususnya bagi penangulangan kemiskinan dan perusahaan di Caturharjo semakin maju dan jaya. Harapannya asosiasi tersebut dapat lestari sehingga kerjasama yang telah terlaksana dapat terus menerus terjalin. Berikut kami sampaikan daftar perusahaan anggota Asosiasi Pengusaha Caturharjo :

No

Perusahaan

Alamat

Bergerak Di Bidang

1

PT Westa Pusaka Kusuma Kemloko Garmen Konveksi

2

PT Margorejo Farm Kemloko Ayam Potong

3

PT Tonggak Ampuh Kemloko Industri Tiang Listrik

4

PT Jati Rata Mitra Mulya Kemloko Stasiun Pengisian LPG

5

Toserba WS Kemloko Perdagangan

6

SPBU Medari Ngangkruk Perdagangan BBM

7

KSP Pangestu Ngangkruk Lembaga Keuangan

8

PT Prihadi Husada Ngangkruk Pemotongan Batu

9

PPAT Nina Karlin, SH Ngangkruk Notaris

10

CV Medari Glove SGI Jetis Industri Sarung Tangan

11

PD Dwi Karya Mandiri Jetis Onderdil

12

PT Batavia Internasional Ganjuran Furniture

13

TB Medari Ganjuran Perdagangan Bahan Bangunan

14

Doni Tata Sport Plaza Jetis Dealer Sepeda Motor Yamaha

15

Mitra Pratama Mobilindo Jetis Dealer Kendaraan HINO

16

UD Pertanian Medari Cilik Perdagangan Sarana Pertanian

17

H. Agus Rohman Konveksi Medari Cilik Industri Konveksi

18

TB Enggal Jaya Medari Cilik Perdagangan Bahan Bangunan

19

TB Jaya Manunggal 2 Medari Cilik Perdagangan Bahan Bangunan

20

Bank BDE Ngangkruk Lembaga Keuangan

21

UD Wantari Darma Putra Nglampar/Mrisen Industri Busa

22

CV Sarana Muliya Nambongan Industri Pupuk Pertanian

23

CV Amarta Niaga Jasa Nambongan

24

CV Buana Kayu Nambongan Pengovenan Kayu

25

PT Johny Jaya Makmur Malang Pengolahan Jagung

26

PT Remaja Sejahtera Malang Pengolahan Jagung

27

PT BMB Eksport Ngaglik Industri Furniture

28

CV Nugrah Pratama Labelindo Ngaglik Industri Bordir

29

PT Sabda Perkasa Tex Ngaglik Industri Mori

30

PT Delta Nusantara Ngemplak Industri Tekstil

31

PT Mitra karya Plastindo Ngemplak Industri Plastik

 

PERSIAPAN TRI WULAN TERAKHIR TAHUN 2013 TPK KECAMAATN SLEMAN

Setidaknya dana Rp 345.031.300,- diperoleh oleh TPK Kecamatan Sleman dan disalurkan guna pelaksanaan program mulai bulan Januari sampai dengan September tahun 2013 ini. Dana tersebut berasal dari perusahaan mitra TPK kecamatan Sleman maupun mitra TPK Desa dan dipergunakan seluruhnya untuk warga kurang mampu dalam rangka peningkatan kesejahteraan.

Masih ada triwulan terakhir pada bulan Oktober, November, dan Desember yang berarti dana yang diperoleh dapat semakin bertambah dikarenakan TPK Kecamatan Sleman dan TPK Desa juga tengah mengajukan proposal kepada perusahaan-perusahaan mitra TPK. Proposal-proposal tersebut tengah dalam proses pencermatan oleh perusahaan-perusahaan untuk kemudian harapannya dapat direalisasikan dalam wujud bantuan konkrit.

Dana lebih dari 300 juta an tersebut telah diwujudkan dalam beberapa program diantaranya :

  1. Launching Bedah Rumah Tahap ke-3, sejumlah 10 rumah di 5 desa se-Kecamatan Sleman pada bulan Mei 2013
  2. Bantuan Pelatihan Kelompok Ternak di Kalirase dan Sanggrahan pada bulan Mei, Juni, Juli 2013
  3. Pelatihan Agro Complex meliputi Tanaman Hias, Pupuk Organik, Tanaman Obat Keluarga di 5 desa se-Kecamatan Sleman pada bulan Mei, Juni, Juli 2013
  4. Khitanan Massal oleh RPA Saliman di Pandowoharjo pada bulan Juni 2013
  5. Senam Bersama di Plalangan pada bulan Juni 2013
  6. Program Jambanisasi untuk 10 KK di Desa Caturharjo pada bulan Juli 2013
  7. Launching Bedah Rumah tahap ke-4 di 5 desa se-Kecamatan Sleman pada bulan Agustus 2013, sekaligus launching program bedah rumah TPK Desa Caturharjo
  8.  Program Jambanisasi di 5 desa se-kecamatan Sleman pada bulan September 2013

Secara tersurat memang hanya ada 8 program penyaluran bantuan saja yang tertera, namun secara tersirat program-program tersebut dapat berdampak positif bagi warga kurang mampu di Kecamatan Sleman. Kita ambil contoh Program Bedah Rumah, walaupun yang dibedah hanya 1 rumah saja, namun makna dibalik selesainya rumah tersebut sangat besar. Dalam program bedah rumah saja setidaknya terdapat nilai bahwa dituntut sikap gotong royong dalam masyarakat, kemampuan berswadaya, kemauan untuk berubah menjadi lebih baik, memunculkan rasa peka terhadap lingkungan sekitar yang kurang mampu, kejujuran, dan nilai-nilai positif lainnya. Bahkan setelah rumah tersebut jadi akan berdampak pula bagi peningkatan kesejahteraan, peningkatan kesehatan, dan peningkatan rasa tanggungjawab untuk memelihara agar rumah tersebut tetap menjadi layak huni.

Sekelumit contoh melalui Program Bedah Rumah tersebut hendaknya dapat memicu kita untuk senantiasa peka terhadap lingkungan sekitar khususnya bagi warga yang kurang mampu, sehingga melalui Tim Penangulangan Kemiskinan inilah pemerintah berupaya memancing masyarakat agar juga berpartisipasi aktif dalam menanggulangi kemiskinan baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitarnya.

Kembali kepada persiapan menghadapi triwulan terakhir tahun 2013 yang berarti program TPK Kecamatan Sleman hanya tersisa waktu kurang lebih sekitar 90 hari saja, maka TPK Kecamatan Sleman berupaya sekuat tenaga membuka channeling dengan perusahaan-perusahaan di lingkungan Kecamatan Sleman, lingkungan DIY dan bahkan lintas propinsi.

Triwulan terakhir ini salah satu fokus TPK Kecamatan Sleman adalah menggarap jamban warga yang kurang memenuhi syarat. Pada saat ini Bank Indonesia dan Bank Syariah Mandiri KCP Sleman telah memberikan bantuan guna program jambanisasi. Selain itu TPK Kecamatan Sleman juga tengah menunggu realisasi dari beberapa proposal yang telah dikirim ke perusahaan-perusahaan untuk Program bedah Rumah Tahap ke-5 yang direncanakan akan dilaunching pada bulan Desember 2013.

Semoga diakhir tahun 2013 nanti TPK Kecamatan Sleman dapat membawa manfaat perubahan bagi warga di Kecamatan Sleman. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh perusahaan maupun individu mitra TPK Kecamatan Sleman yang telah memberikan bantuan sehingga terlaksananya program kerja TPK Kecamatan Sleman. Harapannya adalah kerjasama yang telah terjalin dengan baik dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

KUNJUNGAN TIM VERIFIKATOR PUSAT TINJAU PROGRAM STBM CATURHARJO

1289994_543655662354406_18917946_nPada hari selasa (27/8/2013) bertempat di Balai Desa Caturharjo dilaksanakan verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari pusat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menilai keberhasilan program yang dilaksanakan oleh Tim STBM Kecamatan Sleman.

Sebelum menuju Balai Desa Caturharjo, Tim verifikasi telah diterima oleh Bupati Sleman di Aula Pemda Sleman. Mungkin pertanyaan yang muncul adalah “Mengapa Desa Caturharjo menjadi sasaran evaluasi? Padahal di Kabupaten Sleman ini terdapat puluhan desa.” Jawabannya adalah bahwa Desa Caturharjo dengan 20 padukuhan nya pada Jum’at (18/3/2013) telah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS).

Kita ketahui bersama bahwa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), memiliki 5 (lima) pilar yang terdiri dari : Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS), Pengelolaan Air Minum (PAM RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Salah satu pilar tersebut kemudian diterjemahkan oleh Tim STBM kecamatan Sleman yang kemudian melakukan langkah nyata yaitu dengan kegiatan pemicuan di seluruh Padukuhan di Desa Caturharjo. Pemicuan berlangsung sejak bulan Juli tahun lalu secara bertahap. Pemicuan ini dilakukan dengan memunculkan rasa “jijik” dan “malu” kepada masyarakat bahwa buang air besar sembarangan sangat tidak pantas dan tidak sehat, mengingat di wilayah Desa Caturharjo terdapat aliran sungai yang menjadi “favorit” warga untuk buang air besar. Harapannya setelah dilaksanakan deklarasi Stop BABS, lokasi favorit tersebut sudah tidak dipergunakan lagi sebagai tempat BABS.

Adanya pemicuan terhadap warga oleh Tim STBM kecamatan Sleman yang dilanjutkan dengan deklarasi itulah yang menjadi landasan Tim Verifikator dari pusat untuk mengunjungi Desa Caturharjo. Tim dari pusat mengecek kebenaran informasi dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim STBM Kecamatan Sleman.

Semoga dengan adanya verifikasi tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Caturharjo pada khususnya dan Kabupaten Sleman pada umumnya. Semoga segala kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim STBM kecamatan Sleman dapat memberikan inspirasi desa-desa yang lain se-Kabupaten Sleman untuk meniru bahkan mengembangkan program lebih lanjut demi kesehatan bersama.