Pelatihan Jurnalistik

IMG-20150929-WA0004Kecamatan Sleman mengutus empat orang anggota Karang Taruna untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik Bagi Pemuda tahun 2015 yang diselenggarakan oleh UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Pelatihan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna SKB Kabupaten Sleman yang dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, tanggal 29-30 September 2015.

Peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik yaitu :

No
Nama Alamat
1. Anggita Firmansyah Atmaja Beran Lor, Tridadi, Sleman
2. Aji Bayu Saputro Denggung, Tridadi, Sleman
3. Meita Dewantari Dukuh, Pandowoharjo
4. Gapong Maharja, SE Mancasan, Pandowoharjo

Materi dalam pelatihan jurnalistik meliputi :

No Materi Narasumber
1 Kebijakan Teknis Pembinaan Pemuda Dinas Dikpora Kab. Sleman Ka. Dinas Dikpora
2 Pendidikan Karakter Pemuda Ka. SKB Kab. Sleman
3 Pengantar Jurnalistik dan Pengetahuan Pers Wartawan Harian Bernas
4 Penulisan Berita Wartawan Harian Bernas
5 Penulisan Feature Wartawan Harian Bernas
6 Penulisan Laporan Wartawan Harian Bernas
7 Teknik Reportase/Wawancara Wartawan Harian Bernas
8 Praktek Penulisan Wartawan Harian Bernas

Semoga dengan adanya pelatihan jurnalistik ini membawa dampak positif bagi generasi muda di bawah arus modernisasi yang membawa kebebasan berpendapat. Dewasa ini baik di media cetak, media elektronik, bahkan di social media banyak berita-berita negatif yang menyudutkan berbagai pihak. Adanya pelatihan ini diharapkan generasi muda dapat lebih arief dan bijaksana dalam menanggapi berita atau bahkan dapat menjadi agen penebar berita positif yang bersifat membangun.

Jadwal Pendistribusian Raskin Bulan Oktober 2015

berasKami beritahukan bahwa pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) Kabupaten Sleman untuk alokasi Bulan Oktober 2015, di Wilayah Kecamatan Sleman akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2015.
Adapun rincian per bulan sebagai berikut :

No.

Desa

Jumlah RTS

Jumlah Raskin

1.

2.

3.

4.

5.

Triharjo

Caturharjo

Tridadi

Pandowoharjo

Trimulyo

1.229

1.531

678

817

791

18.435

22.965

10.170

12.255

11.865

Jumlah

5.046

75.690

Dengan ketentuan sebagai berikut.
  1. Harga Rp 1600 per kg di titik distribusi.
  2. Pembayaran dengan sistem tunai di tempat (Cash and Carry)
  3. Pembagian beras Raskin harus tepat sasaran, 15 kg beras per RTS/bulan sesuai data PPLS 2011
Demikian untuk menjadikan perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Festival Bregada

ganj1Festival Bregada digelar  oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman yang hanya berselang satu hari dari Festival Ogoh-Ogoh. Festival Bregada digelar pada hari Sabtu tanggal 26 September 2015 dengan mengambil start Lapangan Pemda kemudian berpawai sepanjang Jalan KRT Pringgodiningrat hingga ke Lapangan Denggung. Festival ini diikuti oleh 34 bregada yang berasal dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Antusias masyarakat untuk menyaksikan jalannya festival tampak dengan berjejalnya orang di sekitar Lapangan Denggung. Memang Lapangan Denggung sebagai titik finish menjadi favorit penonton karena di titik inilah Bregada-bregada melakukan display dihadapan juri dan tamu undangan.

ganj2Tampaknya masyarakat masih menaruh minat yang tinggi terhadap gelaran tradisional di tengah maraknya hiburan modern. Semakin siang penonton semakin menyemut sehingga harus ditertibkan oleh petugas keamanan. Kecamatan Sleman dalam kesempatan ini mengirimkan dua kontingen untuk berpartisipasi dalam Festival Bregada. Kedua kontingen tersebut berasal dari Padukuhan Ganjuran, Desa Caturharjo yang mengirimkan Bregada Kyai Ganjur dan dari Padukuhan Toino, Desa Pandowoharjo yang mengirimkan Bregada Soreng Laga. Keduanya mengangkat tema serupa yaitu sejarah berdirinya padukuhan.

Buto Nggrowong

butoPadukuhan Ngangkrik, Triharjo, Sleman berpartisipasi dalam Festival Ogoh-Ogoh yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Sleman pada hari Jumat tanggal 25 September 2015.
Tema yang diangkat oleh Padukuhan Ngangkrik adalah tentang Buto Nggrowong yang mengisahkan tentang mata air di Padukuhan Ngangkrik bernama “Tuk Nggrowong” yang tak pernah kering. Mata air ini konon mengairi Padukuhan Ngangkrik seluas 25 hektar.
Mata air ini dijaga oleh buto (raksasa) yang setiap tahun mengajak pasukannya dari golongan jin dan peri untuk mengelilingi Padukuhan Ngangkrik atau daerah yang dialiri oleh mata air.
buto1Dari cerita tersebut maka masyarakat Padukuhan Ngangkrik mengadakan arak-arakan buto di wilayahnya.

Hasil Kejuaraan Festival Kethoprak

Festival Kethoprak Antar Kecamatan telah usai pada hari Sabtu tanggal 19 September 2015. Kontingen Kecamatan Sleman pada kesempatan ini berhasil menyabet Juara 3 kategori Penyaji Terbaik, Juara 1 Penata Iringan, dan Juara 1 Pemeran Pembantu Putri Terbaik. Hasil yang bagus mengingat persaingan kelompok kethoprak di Kabupaten Sleman tergolong ketat. Semua kontingen berupaya menampilkan pertunjukan semaksimal mungkin.
Berikut hasil kejuaraan Festival Kethoprak tahun 2015 :
Kategori Penyaji Terbaik :
  1. Kecamatan Gamping
  2. Kecamatan Kecamatan
  3. Kecamatan Sleman
  4. Kecamatan Minggir
  5. Kecamatan Ngemplak

Kategori Sutradara Terbaik : Kecamatan Gamping

Kategori Penata Iringan Terbaik : Kecamatan Sleman
Kategori Penata Rias dan Busana Terbaik : Kecamatan Godean
Kategori Penata Artistik Terbaik : Kecamatan Gamping
Kategori Pemeran Putri Terbaik : Kecamatan Berbah
Kategori Pemeran Putra Terbaik : Kecamatan Minggir
Kategori Pemeran Pembantu Putri Terbaik : Kecamatan Sleman
Kategori Pemeran Pembantu Putra Terbaik : Kecamatan Ngemplak
Kategori Pembinaan Terbaik : Kecamatan Berbah
Semoga di festival tahun-tahun mendatang kontingen Kecamatan Sleman dapat memperoleh hasil lebih baik.

Pentas Kethoprak Tejo Budaya

IMG_20150919_204604Festival Kethoprak Antar Kecamatan tingkat Kabupaten Sleman yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman diikuti oleh 17 Kecamatan. Kontingen Kecamatan Sleman berkesempatan pentas pada hari Sabtu tanggal 19 September 2015 mulai pukul 19.30 WIB. Lakon yang dipentaskan berjudul “Kidung Panglilih.”
IMG_20150919_195814Kisah ini berlatar belakang Kasultanan Pajang dan awal berdirinya Mataram. Kisah cinta antara Panuntun dan Mirah harus berakhir saat Ajeng Maruti telah dipilih menjadi jodoh oleh orang tua nya. Sementara perjodohan itu juga mengakhiri cinta Ajeng maruti dengan Wiguna. Wiguna yang menyeberang ke Mataram akhirnya menaruh benci kepada Panuntun yang berada di pihak Pajang.
Berawal dari perjodohan, kisah cinta dua pasang dari kubu berbeda, Pajang dan Mataram berakhir tersungkur dalam kematian. Konflik yang terjadi di masyarakat itu mencuat ketika terjadi pergolakan politik antara Pajang dan Mataram. Saat Mataram semakin kuat, kekuasaan Pajang di bawah Sultan Hadiwijaya semakin terancam.
IMG_20150919_202454Memanasnya situasi kerajaan menjalar ke masyarakat yang hidup di kawasan itu termasuk di Manisrengga. Beberapa orang memilih tetap bertahan dengan Pajang, tetapi beberapa memilih pihak seberang di bawah pimpinan Danang Sutawijaya. Gambaran panasnya kedua kesultanan tergambar persis di Manisrengga. Tidak hanya menjalar ke permasalahan pihak mana yang harus dibela, kisah panasnya konflik dan polemik semakin berkobar diantara Panuntun, Ajeng, Wiguna, dan Mirah. Mereka adalah bagian masyarakat Manisrengga yang dikisahkan menjadi korban kejamnya perebutan kekuasaan.

Sosialisasi Pola Asuh Responsive Anak

IMG_20150916_093315Pada hari Rabu, tanggal 16 September 2015 di Kecamatan Sleman diselenggarakan Sosialisasi Pola Asuh Responsive Anak dengan narasumber Ibu Ifa Aryani, S.Psi. Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan (karakter) sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan.
Unsur penting dalam pola asuh responsive adalah sebagai berikut :
  • Responsiveness yaitu tingkat respons dari orangtua ke anak yang berupa dukungan dan kehangatan kepada anak
  • Demandingness yaitu tuntutan dari orangtua kepada anak yang berupa aturan dan konsekuensi atas perbuatan anak.
POLA ASUH YANG POPULER DI MASYARAKAT :
Orangtua yang Over Protective (terlalu melindungi)
Ciri :
  • Kekuasaan dominan
  • Anak dianggap sebagai anak buah
  • Kontrol sangat ketat
Perilaku orangtua:
  • Kontak yang berlebihan dengan anak
  • Selalu membantu anak meskipun dia sudah bisa mandiri
  • Mengawasi kegiatan anak secara berlebihan
  • Memecahkan masalah anak
  • Tidak ada hukuman fisik
Dampak pada anak :
  • Sangat tergantung pada orangtua
  • Menolak tanggung jawab
  • Kurang percaya diri
  • Egois
  • Anak cenderung patuh pada keputusan orangtua
Orangtua yang Permissive (serba membolehkan)
Ciri :
  • Dominasi pada anak
  • Sikap longgar atau kebebasan
  • Minim bimbingan dan pengarahan
  • Kontrol dan perhatian sangat kurang
Perilaku orangtua:
  • Cenderung membebaskan anak
  • Terkesan membiarkan
  • Tidak ada aturan
Dampak pada anak :
  • Kurang memiliki rasa percaya diri dan pengendalian diri
  • Kurang mampu menyesuaikan diri di luar rumah
  • Suka memberontak
  • Perilaku agresif, perilaku secara terbuka atau terang-terangan
  • Suka mendominasi
  • Tidak jelas arah hidupnya è salah arah
  • Prestasinya rendah
  • Jago kandang
Orangtua yang Demokratis
Ciri :
  • Ada kerjasama
  • Anak menjadi pribadi utuh
  • Ada bimbingan dan pengarahan
  • Kontrol tidak kaku
Perilaku orangtua:
  • Sikap penerimaan dan kontrolnya tinggi
  • Responsif terhadap kebutuhan anak
  • Mendorong anak untuk bertanya atau berpendapat
  • Memberikan pejelasan dampak perbuatan baik dan buruk
Dampak pada anak :
  • Bersikap bersahabat
  • Memiliki rasa percaya diri
  • Mampu mengendalikan diri
  • Perilaku agresif è perilaku konstruktif
  • Bersikap sopan
  • Mau bekerjasama
  • Mempunyai tujuan hidup yang jelas
  • Berorientasi pada prestasi
  • Anak menjadi pribadi terbuka, bertanggung jawab dan mandiri
Orangtua yang Otoriter
Ciri :
  • Kekuasaan dominan
  • Orangtua sebagai Bos
  • Anak sebagai anak buah
Sikap atau perilaku orangtua:
  • Pemerimaan diri rendah tapi kontrolnya tinggi
  • Suka menghukum secara fisik
  • Bersikap komando
  • Bersikap kaku
  • Cenderung emosional
Dampak pada anak :
  • Mudah tersinggung
  • Anak tidak mandiri
  • Anak kurang bertanggungjawab
  • Perilaku agresif è perilaku merugikan/ destruktif
  • Penakut, tidak bahagia
  • Mudah terpengaruh, mudah stress
  • Tidak bersahabat
  • Tidak mempunyai arah masa depan yang jelas.
 
KESALAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ORANGTUA
  • Kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupun fisik.
  • Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya.
  • Bersikap kasar secara verbal, misalnya menyindir, mengecilkan anak, dan berkata-kata kasar.
  • Bersikap kasar secara fisik, misalnya memukul, mencubit, dan memberikan hukuman badan lainnya.
  • Terlalu memaksa anak untuk menguasai kemampuan kognitif secara dini.
  • Tidak menanamkan “good character’ kepada anak.
Pola asuh yang responsif anak membuat anak merasa disayang, dilindungi, dianggap berharga, dan diberi dukungan oleh orang tuanya. Pola asuh ini sangat kondusif mendukung pembentukan kepribadian yang pro-sosial, percaya diri, dan mandiri namun sangat peduli dengan lingkungannya
Pola asuh demokratis tampaknya lebih kondusif dalam pendidikan karakter anak. lebih mendukung perkembangan anak terutama dalam kemandirian dan tanggungjawab

Inisiasi Kecamatan Layak Anak

IMG_20150915_111747Bertempat di Ruang Rapat Kecamatan Sleman pada hari Selasa tanggal 15 September 2015 dilaksanakan kegiatan Inisiasi Kecamatan Layak Anak yang merupakan kerjasama dari BPPM DIY, Badan KBPMPP Kabupaten Sleman, dan Kecamatan Sleman. Hadir sebagai narasumber Ibu Ifa dari LSPPA DIY. Sasaran inisiasi KLA diantaranya : Babinkamtibmas, Babinsa, Perangkat Desa, dan pengurus TP PKK Desa.

Peserta diberikan materi singkat tentang hal-hal apa saja yang harus dipenuhi agar suatu daerah dapat disebut sebagai layak anak. Selanjutnya peserta diajak untuk memetakan tentang permasalahan apa saja yang dialami oleh anak di lingkungan sekitarnya kemudian dicarikan solusi bersama-sama.

Layak Anak menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk saat ini. Baik mulai dari tingkat kabupaten hingga sekolah pun dewasa ini sedang didengung-dengungkan layak anak. Akomodasi kebutuhan anak merupakan salah satu cara untuk menyiapkan generasi mendatang lebih baik. Anak harus dipenuhi hak-haknya agar jangan sampai anak hanya sekedar untuk pemenuhan obesesi orang tua.

Sosialisasi Pilkada Bagi Tokoh Masyarakat

IMG_20150914_091537Sebelumnya pada hari Senin tanggal 7 September 2015 di Kecamatan Sleman telah diadakan Sosialisasi Pilkada Bagi Penyuluh Pemula. Selanjutnya kemari pada hari Senin tanggal 14 September 2015 kembali diadakan Sosialisasi Pilkada, namun dengan sasaran yang berbeda, yaitu tokoh masyarakat.
Tokoh masyarakat yang dihadirkan diantaranya : Muspika Kecamatan Sleman, Babinsa se-Kecamatan Sleman, Babinkamtibmas se-Kecamatan Sleman, Ketua TP PKK Desa beserta para anggota.
IMG_20150914_091612Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan WakiloWalikota yang selanjutnya disebut Pemilihan adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah provinsi dan kabupaten/kota untuk memilih  Gubernur dan Wakil gubernur, bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara langsung dan demokratis.
Tahun 2015 di DIY terdapat 3 kabupaten yang menyelenggarakan Pemilihan Bupati yaitu Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Sleman.
Tokoh masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pemilihan baik dalam pelaksanaan maupun pengawasannya. Tujuannya tidak lain adalah agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat luas.