Jadwal Distribusi Raskin Bulan November

Kami sampaikan bahwa pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) Kabupaten Sleman untuk alokasi Bulan November 2016, di Wilayah Kecamatan Sleman akan dilaksanakan pada :

   Hari                     :  Rabu

Tanggal               :  16 November 2016

dengan rincian per bulan sebagai berikut :

No. Desa Jumlah RTS Jumlah Raskin
1.

2.

3.

4.

5.

Triharjo

Caturharjo

Tridadi

Pandowoharjo

Trimulyo

1.229

1.531

678

817

791

18.435

22.965

10.170

12.255

11.865

  Jumlah 5.046 75.690

 

Dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Harga Rp 1600 per kg di titik distribusi.
  2. Pembayaran dengan sistem tunai di tempat (Cash and Carry)
  3. Pembagian beras Raskin harus tepat sasaran, 15 kg beras per RTS/bulan sesuai data PPLS 2011

Pangan Yang Aman

Pangan yang aman adalah yang bebas dari :

  1. BAHAYA FISIK, contohnya :
  • Potongan kaleng
  • Potongan/serpihan kaca
  • Potongan/serpihan kayu
  • Plastik
  • Perhiasan
  • Kerikil

  1. CEMARAN BAHAN KIMIA
  • Bahan berbahaya yang ditambahkan saat pengolahan
  • Terlarut dari alat masak/alat makan/bungkus makanan
  • Pestisida dari pertanian
  • Pencemaran limbah pada air atau tanah
  • Sebu/asap kendaraan bermotor

  1. BAHAYA BIOLOGI
  • Mikroba : virus, parasit, kapang, bakteri
  • Binatang pengerat : tikus
  • Serangga : lalat, kecoa
  • Parasit : cacing, protozoa
  • Jamur

Tips Memilih Pangan Yang Aman :

  • Belilah pangan yang dijual di tempat yang bersih dan terlindungi dari matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor
  • Pilih hanya pangan yang bersih dan tertutup atau dikemas
  • Hidari pangan yang dijual oleh pekerja yang menggunakan perhiasan tangan yang berpeluang jatuh ke dalam pangan
  • Hindari memberi pangan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas koran
  • Hindari pangan yang dijual oleh penjual yang menangani pangan secara sembrono
  • Hindari pangan yang pembungkusnya distapler
  • Amati kondisi pangan sebelum dikonsumsi, apakah ada benda asing di dalamnya?
  • Jangan terpedaya dengan harga murah, pangan yang mengandung bahan pangan sintetis yang berlebihan atau bahan tambahan pangan terlarang atau berbahaya, yang biasanya dijual dengan harga murah
  • Amati warnanya, apabila makanan atau minuman terlalu mencolok atau berwarna cerah maka besar kemungkinan mengandung pewarna terlarang
  • Belilah pangan dari penjual yang mempunyai air pencuci peralatan bersih dan mengalir atau bila dalam ember selalu diganti

Mengenal HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu nama sebuah virus yang merusak sistem pertahanan tubuh manusia. Karena pertahanan tubuh telah dirusak HIV, penyakit-penyakit menjadi mudah masuk.

AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit karena pertahanan tubuhnya telah dirusak HIV

Orang yang baru terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala penyakit. Hingga bertahun-tahun, dia nampak sehat meski telah terdapat HIV di tubuhnya dan dapat menularkan HIV ke orang lain. Masa ini dinamakan masa HIV positif, atau masa tanpa gejala yang bisa berlangsung 5-10 tahun ataupun lebih.

Setelah jumlah HIV semakin banyak di tubuhnya dan sel kekebalan tubuh semakin rendah, maka ia memasuki masa stadium AIDS. Pada masa yang biasanya berlangsung 1-2 tahun ini, tampak gejala-gejala AIDS seperti :

  • Berat badan turun drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Batuk terus menerus
  • Pembengkakan pada leher dan/ atau ketiak

Saat ini telah ada obat-obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang dengan HIV AIDS), karena mampu menurunkan jumlah virus (HIV) serta menaikkan jumlah kekebalan tubuh ODHA. Dengan minum ARV secara rutin seumur hidup, masa tanpa gejala ODHA bisa diperpanjang, sehingga ODHA bisa tetap hidup produktif.

Siapa yang bisa tertular HIV ?

  • Siapapun bisa tertular HIV, jika perilakunya beresiko
  • Penampilan luar bukan jaminan bebas HIV
  • Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa sehat
  • Jika belum melakukan tes HIV, orang dengan HIV positif tidak tahu bahwa dirinya sudah tertular HIV dan dapat menularkan HIV kepada orang lain
  • Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular HIV atau tidak

Cara mencegah Penularan HIV

  • Absen sex. Menghindari hubungan sex (Abstinence)
  • Bersikap setia. Menghindari ganti-ganti pasangan (Be faithfull)
  • Cegah dengan Kondom. Menggunakan kondom jika berhubungan sex dengan banyak pasangan (Condom)
  • Dilarang menggunakan narkoba, terutama narkoba suntik dengan jarum bekas secara bergantian (Drug)

HIV terdapat di sebagian cairan tubuh yaitu :

  • Darah
  • Air mani
  • Cairan vagina
  • Air susu ibu (ASI) dari ibu yang terinfeksi HIV AIDS

HIV menular jika darah, air mani, atau cairan vagina dari Odha masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi.

Hal-hal yang bisa menularkan HIV adalah :

  • Melakukan hubungan seksual dengan Odha tanpa alat pelindung (kondom)
  • Menerima transfusi darah, transplantasi (cangkok) organ dari orang yang terinfeksi HIV
  • Menggunakan jarum suntik yang bekas dipakai orang lain, dan mengandung darah yang telah terinfeksi HIV
  • Dari ibu hamil HIV positif ke janin dalam kandungannya

HIV tidak menular melalui :

  • Gigitan nyamuk
  • Berenang
  • Menggunakan fasilitas umum
  • Bersalaman/ berciuman
  • Batuk/ bersin
  • Makan/ minum

Status HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV secara sukarela

  • Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV
  • Konseling dan testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya
  • Manfaat konseling dan testing HIV sukarela : Mendapat informasi, pelayanan dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing; Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dari penularan HIV

Layanan Konseling dan Tes HIV di Kecamatan Sleman

Layanan Care Support and Treatment di Kecamatan Sleman

Materi Presentasi TPK Kecamatan Sleman

Materi Presentasi TPK Kecamatan Sleman disampaikan oleh Ketua TPK Kecamatan Sleman, Bapak HR Bambang Harmiyanto, SE dihadapan perwakilan TPK Kecamatan, TPK Desa, dan TPK Padukuhan dari Prambanan, Berbah, dan Kalasan dalam rangka Penguatan Kelembagaan TPK di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman tanggal 20 Oktober 2016. Materi yang disampaikan sebagai berikut :

Latar Belakang Kegiatan
  • Kecamatan Sleman merupakan salah satu penyumbang angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Sleman.
  • Potensi / Sumber Daya untuk penanggulangan kemiskinan tersedia
  • Menindaklanjuti Salah satu 8 Prioritas tingkat global dengan telah disepakati Millennium Development Goals (MDGs)

 Presentase Pekerjaan Kepala Keluarga Miskin

  Desa Caturharjo                                      Desa Triharjo
  Buruh Tani             : 34,52 %                   Buruh Bangunan  : 29,38 %
  Buruh  Bangunan  : 25,47 %                   Buruh Tani            : 16,49 %
  Desa Pandowoharjo                                Desa Trimulyo
  Buruh Tani             : 43,37 %                   Buruh Tani              : 43,23 %
  Buruh Bangunan    : 15,05 %                  Pegawai Swasta  : 13,86 %
  Desa  Tridadi
  Buruh Bangunan    : 24,61 %
  Buruh Tani              : 16,02 %

 

Potensi Penanggulangan Kemiskinan

– Dukungan Dana CSR Perusahaan
   Komitmen CSR sejak tahun 2012 s/d 2016 tetap terjaga, beberapa perusahaan yang
   terlibat
   Bank Sleman, PT Persero Pegadaian Sleman, BPD DIY Cabang Sleman, Bank BNI 46
   Sleman, BRI Cabang Sleman, Bank Syariah Mandiri Sleman, PT Primissima, PT BPJS
   Sleman, PC GKBI
– Dukungan SDM
   Gotong Royong Warga –> Pengerjaan Bedah Rumah
– Dukungan Data
  1. Berasal dari TPK Padukuhan dan TPK Desa
  2. Berasal dari Simnangkis Kabupaten Sleman
  3. Berasal dari Pendamping PKH
  4. Berasal dari TKSK

Inovasi Kegiatan :

  1. Bedah Rumah RUTIN Tahunan (Sejak 2012 – 2016)
    • Hambatan Pelaksanaan Bedah Rumah
    1. Status Tanah
    2. Swadaya Masyarakat
    • Pemecahan Masalah
    1. Mencari sasaran dengan status tanah milik sendiri dan memiliki swadaya, agar pelaksanaan   Bedah rumah dapat berjalan sampai selesai.
    2. Menggerakkan masyarakat sekitar untuk bergotong royong dalam penyelesaian Bedah Rumah
  1. Penebusan Ijazah
          Hambatan Penebusan Ijazah
          Kendala yang perlu kami sampaikan terkait program penebusan ijazah ini adalah TPK           Kecamatan Sleman berupaya menggandeng BAZNAS Kabupaten Sleman dalam hal             pendanaan, namun belum efektif.
          Ketentuan pengelolaan zakat, tingkat Kecamatan hanya   bertugas   sebagai Unit                 Pengumpul Zakat, bukan sebagai pengelola.
          Adanya benturan antara maksud TPK dengan ketentuan pengelolaan   zakat inilah               yang menjadi hambatan dalam berjalannya TPK.
          Bantuan Penebusan Ijazah BAZNAS hanya untuk SMK.
          Pemecahan Masalah Penebusan Ijazah
           1. Melalui CSR Perusahaan, untuk menghimpun dana
           2. Melakukan loby kepada pihak sekolah

     3. Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan

  • Kegiatan ini merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman (Ide Original Kecamatan Sleman)
  • Satu wadah Sunmor dapat memperoleh beberapa tujuan sekaligus, yaitu pengenalan UMKM, Pengentasan Kemiskinan, Pengenalan Budaya, Peningkatan Minat baca
  • Inovasi ini unik karena banyak pemangku kepentingan yang terlibat baik pemerintah, swasta, sekolah, sanggar, maupun masyarakat
     Manfaat Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan
  1. Memudahkan akses pelayanan kepada kelompok/ warga, terutama rentan miskin dan miskin sebagai pelaku UMKM dalam pemasaran produknya
  2. Memudahkan masyarakat menampilkan ekspresi seni, budaya sekaligus upaya pelestarian budaya lokal
     Hambatan Pelaksanaan Sunmor
  1. Keterbatasan Biaya
  2. Ijin Tempat
  • Pemecahan Masalah
  1. Rencana anggaran untuk kegiatan Sunmor diajukan  ke APBD 2017
  2. Mendorong kebijakan Pemda Sleman dalam hal ijin  tempat agar tetap dapat dipergunakan untuk Sunmor
  3. Melakukan edukasi kepada pelaku UMKM agar ke depannya dapat menyisihkan sebagian keuntungan untuk dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri
  4. Menggandeng stake holder perbankan/perusahaan untuk ikut andil dalam Sunmor  melalui CSR
     4. Inovasi Melalui Jalur Keagamaan 
  • Program Harian TPK Kecamatan
    Melalui dana Infak Kecamatan Sleman, TPK berencana siap memberikan bantuan langsung terutama makanan pokok, bagi warga miskin yang pada hari itu juga tidak mampu memperoleh makan bagi diri maupun keluarganya.
  • Pembentukan Forum Takmir Masjid
    Berfungsi memantau kondisi sosial ekonomi umat
    Pemanfaatan Infak Masjid
      Hambatan :
      1.Masih banyak Takmir Masjid yang berpola pikir dana infak untuk kegiatan fisik masjid
      2.Infak masih menjadi kebanggaan sebagai kekayaan masjid
     
      Pemecahan Masalah :
  1. Membentuk Forum Silaturhami Takmir Masjid guna mendorong perubahan pola pikir Takmir masjid di Kecamatan Sleman
  2. Mendorong pemanfaatan infak untuk dialokasikan tidak hanya di bidang fisik, namun kepada sosial-kemasyarakatan
  3. Mendorong Takmir Masjid untuk berperan serta dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak selalu mengharapkan bantuan pemerintah
      5. Pelayanan KB
  • Sasaran : Warga Miskin di Kecamatan Sleman
  • Bentuk Kegiatan : Bakti Sosial IUD, Implant, Bakti Sosial MOW, MOP 3x se-tahun
  • Sumber Dana : Badan KBPMPP Kab. Sleman, BPPM DIY, Fakultas Kedokteran UGM
  • Peserta : 25 – 60 orang / Baksos

Sunmor Sembada Minggu Pahingan Sebagai Inovasi Penanggulangan Kemiskinan

_MG_0010
Sunday Morning (Sunmor) Sembada Minggu Pahingan merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Sleman bekerjasama dengan KIM Kecamatan Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Minggu Pahing, berlokasi di Parkir Utara Lapangan Denggung.
Satu wadah Sunmor dapat memperoleh beberapa tujuan sekaligus, yaitu :
  1. Pengenalan UMKM
  2. Pengentasan Kemiskinan
  3. Pengenalan Budaya
  4. Peningkatan Minat baca
Pengenalan UMKM
Gelar potensi UMKM merupakan pemasaran produk lokal Kecamatan Sleman, baik berwujud makanan, minuman, pakaian, batik, maupun aneka kebutuhan yang lain.
Pengentasan Kemiskinan
Pemasaran produk UMKM dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku UMKM. Dari pelaksanaan yang sudah berjalan 6x ini ternyata omzet penjualan meningkat sekitar 20-40%.
Pelaku UMKM di Kecamatan Sleman sebagian besar adalah warga  miskin yang memiliki bidang usaha kecil dengan modal terbatas. Untuk itu Kecamatan Sleman melakukan trobosan dengan menggelar Sunmor secara gratis bagi pelaku UMKM.
Pengenalan Budaya
Selain pemasaran produk UMKM, kegiatan Sunmor juga diselingi dengan Pentas Seni yang berasal dari potensi lokal Kecamatan Sleman. Pentas Seni melibatkan sanggar seni, sekolah, maupun potensi desa.
Peningkatan Minat baca
Digelarnya Sunmor di Parkir Utara Lapangan Denggung yang berada di depan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman ternyata berdampak positif terhadap minat baca masyarakat. Pengunjung Sunmor tidak hanya sekedar menikmati hiburan kesenian atau berbelanja, tapi ternyata juga menyempatkan diri ke Perpusda untuk meminjam buku.
Kegiatan ini merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman (Ide Original Kecamatan Sleman). Inovasi ini unik karena banyak pemangku kepentingan yang terlibat baik pemerintah, swasta, sekolah, sanggar, maupun masyarakat
Manfaat Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan
  1. Memudahkan akses pelayanan kepada kelompok/ warga, terutama rentan miskin dan miskin sebagai pelaku UMKM dalam pemasaran produknya
  2. Memudahkan masyarakat menampilkan ekspresi seni, budaya sekaligus upaya pelestarian budaya lokal
  3. Memudahkan masyarakat dalam mendapat akses bacaan sekaligus meningkatkan budaya membaca

Pengumuman Lomba Azan

Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional yang akan diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Lomba Azan yang diselenggarakan pada :

Hari, tanggal : Ahad, 23 Oktober 2016
Jam : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Masjid Agung Dr. Wahidin Sudirohusodo Sleman

Ketentuan Lomba sebagai berikut :

  • Anak-anak usia maksimal 14 tahun
  • Remaja usia 15 – 20 tahun
  • Dewasa usia 21 – 59 tahun
  • Lanjut Usia 60 tahun ke atas

Bagi masyarakat yang akan berpartisipasi dapat mendaftarkan diri di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sleman. Jumlah peserta dibatasi hanya 2 orang peserta per kategori per Kecamatan.

Bantuan Bedah Rumah Untuk TPK Kecamatan Sleman

Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kecamatan Sleman kembali memperoleh bantuan bedah rumah dari CSR Bank Sleman dan Bank BPD DIY Cabang Sleman. Masing-masing sasaran  bedah rumah memperoleh bantuan sebesar Rp 10.000.000,-. Bantuan tersebut merupakan stimulus bagi penerima manfaat untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya. Dikarenakan bersifat stimulus, maka penerima manfaat juga harus siap dengan dana swadaya dan tentunya juga harus didukung oleh masyarakat disekitarnya untuk menyelesaikan perbaikan rumah.

Bank Sleman membantu 2 kegiatan bedah rumah dengan sasaran sebagai berikut :

  • Hadi Santoso, beralamat di Kleben, Caturharjo
  • Juwarsam, beralamat di Kepanjen, Trimulyo

Sedangkan Bank BPD DIY Cabang Sleman memberikan bantuan kepada :

  • Hardono, beralamat di Murten-Pisangan, Tridadi

Kegiatan Bedah Rumah di kecamatan Sleman masih relevan dijalankan oleh TPK Kecamatan Sleman mengingat angka kemiskinan di Kecamatan Sleman masih tergolong tinggi. Berdasarkan SK Bupati Sleman Nomor : 23.4/Kep.KDH/A/2016 tentang Keluarga Miskin Tahun 2016, jumlah KK Miskin di Kecamatan Sleman adalah 3.665 KK atau sebesar 15,43 %. Keluarga Rentan miskin pun juga masih cukup tinggi yaitu sebanyak 5.813 KK.

Semoga dengan adanya bantuan bedah rumah dapat mengangkat derajat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang memperoleh bantuan dan semoga komitmen perusahaan melalui CSR dalam membantu kegiatan TPK Kecamatan Sleman tetap terjaga sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Dukungan Kegiatan Jogja International Batik Biennale 2016

Adanya kegiatan Jogja International Batik Biennale 2016 yang digelar di tiga tempat yaitu : Jogja Expo Center (JEC), Royal Ambarrukmo, dan Imogiri pada 12 – 16 Oktober 2016 dengan mengangkat tema Tradition For Inovation, maka Pemda DIY mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 12 / SE / X / 2016 Tentang Penggunaan Pakaian Batik Guna Mendukung Jogja International Batik Biennale 2016.

Batik Indonesia telah dikukuhkan ke dalam Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh United Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) dan Yogyakarta pun telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council).

Sehubungan hal tersebut, maka seluruh pegawai di Kecamatan Sleman mulai hari ini tanggal 12 Oktober 2016 sampai dengan hari Jumat tanggal 14 Oktober 2016 mengenakan pakaian batik. Penggunakan pakaian batik merupakan  salah satu wujud dukungan Kegiatan Jogja International Batik Biennale 2016.

HASIL PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) TERPADU POKJANAL DBD KECAMATAN SLEMAN BULAN SEPTEMBER 2016

Petugas yang terlibat PSN :

  1. Camat Sleman, beserta staf
  2. Kapolsek Sleman, beserta Bhabinkamtibmas
  3. Danramil Sleman, beserta Babinsa
  4. Kepala Puskesmas Sleman, beserta staf
  5. Kepala KUA Sleman, beserta staf
  6. Kepala Desa beserta perangkat
  7. Kader Kesehatan Desa dan Padukuhan
  8. Guru beserta siswa

Berikut hasil PSN :

No
Tanggal
Institusi
Alamat
Jumlah Kontainer Di Periksa
Jml Positif Jentik
Angka Bebas Jentik (ABJ)
1
02-09-2016
TK Al Ikhsan
Murangan VIII, Triharjo
3
0
100
2
02-09-2016
SDN Tlacap
Tlacap, Pandowoharjo
43
1
97,67
3
02-09-2016
SMPN 1 Sleman
Medari Gede, Sleman
22
2
90,91
4
02-09-2016
SMAN 1 Sleman
Medari Gede, Sleman
37
5
86,5
5
09-09-2016
TK Among Yoga
Kleben, Pandowoharjo
2
0
100
6
09-09-2016
SDN Trimulyo
Karang, Trimulyo
28
4
92,86
7
09-09-2016
SMPN 4 Sleman
Jogokerten, Trimulyo
12
2
83,33
8
09-09-2016
SMA Sulaiman
Wadas, Tridadi
25
6
76
9
16-09-2016
TK Batik PC GKBI
Komplek GKBI Medari
5
0
100
10
16-09-2016
SDN Ngangkruk
Ngangkruk, Caturharjo
9
3
66,7
11
16-09-2016
SMP ST Aloysius
Denggung, Tridadi
13
0
100
12
16-09-2016
SMK YPKK 2
Wadas, Tridadi
23
2
91,3
13
23-09-2016
TK Pertiwi
Beran Lor, Tridadi
5
0
100
14
23-09-2016
SDN Caturharjo
Sanggrahan, Caturharjo
25
2
92
15
23-09-2016
SMPN3 Sleman
Ngancar, Tridadi
21
1
95
16
23-09-2016
SMA Muh 1 Sleman
Panasan, Triharjo
43
4
90
17
30-09-2016
TK Pertiwi
Ngaglik, Caturharjo
9
1
88,88
18
30-09-2016
SDN Denggung
Denggung, Tridadi
13
0
100
19
30-09-2016
SMP Kanisius
Murangan VIII, Triharjo
16
0
100
20
30-09-2016
SMK Muh 1
Medari, Caturharjo
18
0
100
21
02-09-2016
Murangan VIII, Triharjo
Murangan VIII, Triharjo
49
9
85,71
22
02-09-2016
Plalangan, Pandowoharjo
Plalangan, Pandowoharjo
48
14
70,83
23
02-09-2016
Pendeman, Trimulyo
Pendeman, Trimulyo
50
8
84
24
02-09-2016
Ngangkruk, Caturharjo
Ngangkruk, Caturharjo
85
10
89,4
25
09-09-2016
Panggeran IX, Triharjo
Panggeran IX, Triharjo
52
3
94,23
26
09-09-2016
Sleman Permai I, Tridadi
Sleman Permai I, Tridadi
57
12
78,94
27
09-09-2016
Brayut, Pandowoharjo
Brayut, Pandowoharjo
42
6
85,71
28
09-09-2016
Polowidi, Trimulyo
Polowidi, Trimulyo
38
3
92,11
29
09-09-2016
Ganjuran, Caturharjo
Ganjuran, Caturharjo
95
7
92,65
30
16-09-2016
Murangan VII, Triharjo
Murangan VII, Triharjo
42
2
95,23
31
16-09-2016
Pangukan, Tridadi
Pangukan, Tridadi
63
7
88,88
32
16-09-2016
Saragan, Pandowoharjo
Saragan, Pandowoharjo
177
21
80
33
16-09-2016
Kepitu, Trimulyo
Kepitu, Trimulyo
85
5
94,18
34
16-09-2016
Jetis, Caturharjo
Jetis, Caturharjo
144
15
89,58
35
23-09-2016
Ngangkrik, Triharjo
Ngangkrik, Triharjo
42
8
81
36
23-09-2016
Mancasan, Pandowoharjo
Mancasan, Pandowoharjo
46
16
65
37
23-09-2016
Ngemplak, Caban
Ngemplak, Caban
60
11
81
38
23-09-2016
Kalirase, Trimulyo
Kalirase, Trimulyo
59
9
85
39
23-09-2016
Sanggrahan, Caturharjo
Sanggrahan, Caturharjo
121
9
92
40
30-09-2016
Temulawak, Triharjo
Temulawak, Triharjo
44
12
70,45
41
30-09-2016
Kepanjen, Trimulyo
Kepanjen, Trimulyo
126
9
92
42
30-09-2016
Niron, Pandowoharjo
Niron, Pandowoharjo
132
8
93
Jumlah
2.030
237
88,32

Kondisi Pasar Sehat Di Kecamatan Sleman

Lokasi Pasar : Pasar Sleman berada di Padukuhan Kalakijo, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman

No
Kriteria
Keterangan
1
Sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang
2
Tidak di wilayah rawan bencana
3
Tidak di area rawan kecelakaan
4
Tidak di bekas tempat pembuangan akhir sampah atau bekas lokasi pertambangan
5
Mempunyai batas yang jelas antara pasar dan lingkungannya
  • Bangunan
No
Kriteria
Keterangan
1
Penataan ruang dagang
2
Ruang kantor pengelola
3
Tempat penjualan bahan pangan dan makanan
4
Area parkir
5
Konstruksi (atap, dinding, dan lantai)
6
Tangga
7
Ventilasi
8
Pencahayaan
9
Pintu
  • Sanitasi
No
Kriteria
Keterangan
1
Air bersih
Sumur
2
Kamar mandi dan toilet
3 lokasi
3
Pengelolaan sampah
Pemilahan, Komposter,
Bank Sampah
4
Drainase
Ada
5
Tempat cuci tangan
6
Binatang penular penyakit (vektor)
Lalat, tikus
7
Kualitas makanan dan bahan pangan
8
Desinfeksi pasar
TPS
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
No
Kriteria
Keterangan
1
Pedagang dan Pekerja
a
Menggunakan APD
b
Berpola hidup bersih dan sehat
c
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal 6 bulan sekali
d
Pedagang makanan siap saji tidak sedang menderita penyakit menular langsung seperti : diare, hepatitis, TBC, kudis, ISPA, dll
2
Pengunjung
a
Berpola hidup bersih dan sehat seperti : tidak buang sampah sembarangan, tidak merokok, tidak meludah dan buang dahak sembarangan dll
b
Cuci tangan dengan sabun terutama setelah memeang unggas/ hewan hidup, daging, ikan
3
Pengelola
Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan dibidang hygiene sanitasi dan keamanan pangan
  • Keamanan
No
Kriteria
Keterangan
1
Pemadam Kebakaran
–     Tersedia peralatan pemadam kebakaran yang cukup dan berfungsi serta tidak kadaluwarsa
–      Tersedia hidran air dengan jumlah cukup menurut ketentuan berlaku
–      Letak peralatan pemadam kebakaran mudah dijangkau dan ada petunjuk arah penyelamatan diri
–      Adanya petunjuk prosedur penggunaan alat pemadam kebakaran
2
Keamanan
Tersedia pos keamanan dengan personil dan peralatannya
  • Fasilitas Lain
No
Kriteria
Keterangan
1
Tempat sarana ibadah
Tersedia tempat ibadah dan tempat wudlu dengan lokasi yang mudah dijangkau dengan sarana yang bersih dan tidak lembab
Tersedia air bersih dengan jumlah dan kualitas yang cukup
Ventilasi dan pencahayaan sesuai dengan persyaratan
2
Tempat penjualan unggas hidup
Tersedia tempat khusus yang terpisah dari pasar utama
Mempunyai akses masuk dan keluar kendaraan pengangkut unggas tersendiri
Kandang tempat penampungan sementara unggas terbuat dari bahan yang kuat dan mudah dibersihkan
Tersedia fasilitas pemotongan unggas umum yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian
Tersedia sarana cuci tangan dilengkapi dengan sabun cair dan air bersih yang cukup
Kurang
Tersedia saluran pembuangan limbah cair khusus
Tersedia penampungan sampah yang terpisah dri sampah pasar
Tersedia peralatan desinfektan khusus untuk membersihkan kendaraan pengangkut dan kandang unggas
3
Pos Pelayanan Kesehatan
Tersedia pos pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang memadai
Baru akan dibangun