Agenda Kecamatan Sleman

No Hari, Tanggal Jam Tempat Kegiatan
1 Kamis, 26 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Caturharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah
2 Kamis, 26 Januari 2017 12.30-15.30 WIB Balai Desa Triharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah
3 Jumat, 27 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Trimulyo Penyuluhan Keluarga Sakinah
4 Senin, 30 Januari 2017 09.00 WIB Pendopo Kecamatan Sleman Musrenbang Kabupaten Tingkat Kecamatan
5 Selasa, 31 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Tridadi Penyuluhan Keluarga Sakinah
6 Selasa, 31 Januari 2017 12.30-15.30 WIB Balai Desa Pandowoharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah

Pojok Bermain Anak

img_20170123_104526

Kecamatan Sleman telah memiliki Pojok Bermain Anak yang bertempat di Ruang Pelayanan Umum. Fungsi dari pojok bermain anak adalah sebagai fasilitas bagi masyarakat khususnya yang mengajak anak-anak kecil ketika mengurus administrasi atau pelayanan lain, untuk dapat memanfaatkan pojok bermain sembari menunggu mendapatkan pelayanan. Selain fungsi utama sebagai fasilitas masyarakat, Pojok Bermain Anak sebagai pendukung program Kecamatan Layak Anak dimana salah satu poin pentingnya adalah keberadaan fasilitas bagi anak-anak di tempat pelayanan publik.

Rencananya pada akhir tahun ini fasilitas penunjang Program Kecamatan Layak Anak, Kecamatan Sleman akan membuat alat permainan luar ruangan seperti ayunan, prosotan, dan mangkok putar. Namun, rencana tersebut masih menunggu anggaran untuk membuat alat permainan outdoor disetujui oleh Kabupaten Sleman.

Adanya Pojok Bermain Anak diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menerima pelayanan dari Kecamatan Sleman. Semoga ke depan fasilitas Program Kecamatan Layak Anak dapat meningkat dan semakin berkualitas.

REKAPITULASI DATA PMKS KECAMATAN SLEMAN KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2016

No Jenis PMKS Caturharjo Pandowoharjo Tridadi Triharjo Trimulyo Total
1 Balita terlantar 3 2 6 0 7 18
2 Anak terlantar 79 1 14 35 68 197
3 Anak jalanan 1 0 2 2 0 5
4 Anak dengan kedisabilitasan 5 1 7 15 5 33
5 Lanjut usia terlantar 281 41 32 202 96 652
6 Penyandang disabilitas 212 18 62 72 69 433
7 Tuna susila 0 0 0 2 0 2
8 Gelandangan 4 0 0 0 0 4
9 Pengemis 0 2 0 0 0 2
10 Pemulung 1 5 0 2 0 8
11 Korban penyalahgunaan 6 1 0 15 0 22
12 Korban tindak kekerasan 20 0 1 19 1 41
13 Pekerja migran bermasalah 0 0 0 0 0 0
14 Keluarga bermasalah sosial psikologis 37 28 23 62 0 150
15 Perempuan rawan sosial psikologis 105 9 42 59 59 274

PESERTA UMKM SUNDAY MORNING SEMBADA MINGGU PAHINGAN TAHUN 2016

No Nama Pengusaha Alamat Jenis Usaha
1 Sugiyanti Pisangan Tridadi Pizza
2 Arif Irmani Murten Tridadi Jamur
3 Martini Jaban Tridadi Juice
4 Dinar Denggung Tridadi Jajan Pasar
5 Sunarti Kebonagung Tridadi Aneka Ceriping
6 Widarti Jaban Tridadi Aneka Ceriping
7 Ika Prasetyaningsih Beteng Tridadi Kerudung/Tas
8 Sriyati Dukuh Tridadi Es Campur
9 Pasti Nurani Ngemplak Tridadi Wallsticker
10 Sukiswidayati Bangunrejo Tridadi Kerajinan Tangan
11 Saminem Jaban Tridadi Bakso Goreng
12 Riana Kebonagung Tridadi Roti
13 Navi Denggung Tridadi Aksesoris
14 Anita Herlina Ngemplak Tridadi Guling
15 Ana Kebonagung Tridadi Snack
16 RR. Dian Kirena SS Paten Tridadi Snack
17 Renanda Pangukan Tridadi Es Krim
18 Noor B. Pangukan Tridadi Zupa Zup
19 Anita Ngemplak Tridadi Makanan
20 Rita Pangukan Tridadi Kosmetik
21 Sugiyatno Bangunrejo Tridadi Makanan
22 Wiwik Beran Lor Tridadi Aksesoris
23 Heni Sulistyawati Pangukan Tridadi Tahu Bakar
24 Risky Pratama Denggung Tridadi Nasi Liwet
25 Ahmad Yatin Paten Tridadi Makanan
26 Sunarti Josari Tridadi Gudeg
27 Sugeng Indarti Wadas Tridadi Bandeng Presto
28 Fila Rindra F. Mancasan Pandowoharjo Sablon
29 Lusiana Ambar W. Berkisan Pandowoharjo Tas Rajut
30 Muji Hartono Toino Pandowoharjo Tas
31 Sukirno Temon Pandowoharjo Rumah Boneka
32 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Batik
33 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Gethuk
34 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Lempeng
35 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Jamu
36 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Tas Kain
37 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Keset
38 Posdaya Plalangan Pandowoharjo Ikan Segar
39 Toni K Tlacap Pandowoharjo Sangkar Burung
40 Rini Griya Taman Asri Pandowoharjo Baju Muslimah
41 Ibu Totok Ngangkruk Caturharjo Sirup Jahe
42 Triyanti Ngangkruk Caturharjo Bakso Goreng
43 Asih Ngangkruk Caturharjo Daur Ulang Limbah Sampah
44 Rahmadi Gunawan Jetis Caturharjo Tas Lukis
45 Supriyatmi Pojokan Bejen Caturharjo Batik
46 Anita Yulianti Medari Gede Caturharjo Pakaian
47 Nanang Kustanto Medari Cilik Caturharjo Dekorasi
48 Dona Marsita Sanggrahan Caturharjo Kaos Remaja
49 Nur Herry Hartati Sidorejo Caturharjo Pakaian
50 Hidayat Prayitno Pojokan Bejen Caturharjo Bordir
51 Sepatu Zamawi Ganjuran Caturharjo Sepatu
52 Dagadu AB Collection Ganjuran Caturharjo Kaos
53 Nita Medari Gede Caturharjo Sandal
54 Fahrita Ngangkruk Caturharjo Makanan
55 Vina Jetis Caturharjo Kerudung
56 Wakit Nambongan Caturharjo Kerudung
57 Totok Ngangkruk Caturharjo Sirup
58 Eny Ganjuran Caturharjo Keripik
59 Juminem Ganjuran Caturharjo Ceriping Pisang
60 Ellya Jetis Caturharjo Batik
61 Muhammad Ridhori Ganjuran Caturharjo Ayam Geprek
62 Sutarsih Bejen Caturharjo Tape Ketan
63 Rita Lestari Mantaran Trimulyo Batik
64 Pujiyanti UPPKS Sekar Kanthil Trimulyo Dodol Salak
65 Ngadilan UPPKS Sekar Indah Trimulyo Rempeyek
66 Alief S. AYYS Hijab Trimulyo Kerudung
67 M. Nasrun Gapoktan Trimulyo Bibit Tanaman
68 Endang Dyta Bakery Trimulyo Ceriping (Snack)
69 M. Nasrun Gapoktan Trimulyo Bibit Tanaman
70 Deni Purnamaningtyas Jogokerten Trimulyo Kue Kering dan Kripik Jamur
71 Sunardi Kepitu Trimulyo Tahu
72 Dono Sidomulyo Trimulyo Bibit Buah
73 Hartanto Tegalsari Trimulyo Ceriping Ketela
74 Mustanginah Kepanjen Trimulyo Rengginan
75 Tiya Kedai Zalacca Trimulyo Makanan Olahan Salak
76 Rizki Tani Kadisobo II Trimulyo Bibit Tanaman
77 UPPKS Pambregan Pambregan Trimulyo Rempeyek
78 Oktafiani Khorunnisa Jogokerten Trimulyo Olahan Salak
79 Desintia Khasanah Jogokerten Trimulyo Aksesoris
80 Desi Blunyah Trimulyo Bubur
81 Novita Blunyah Trimulyo Risoles
82 Mami Balong Trimulyo Cookies
83 Susanti Murangan VIII Triharjo Batik
84 Ika W Sebayu Triharjo Pernak-Pernik
85 Ika Kalakijo Triharjo Rempeyek
86 Bu Pur Ngangkrik Triharjo Daur Ulang Limbah Sampah
87 Bu Siwi Krapyak Triharjo Jamu dan Peyek
88 Rida Murangan VIII Triharjo Konveksi
89 Rima Temulawak Triharjo Konveksi
90 Isna Panggeran Triharjo Makanan
91 Risma Murangan VIII Triharjo Makanan
92 Sartiman Temulawak Triharjo Pupuk Organik
93 Wandiyaningsih Murangan VII Triharjo Konveksi
94 Lisa Murangan VII Triharjo Aneka Tas
95 Sari Temulawak Triharjo Handuk dan Keset

REKAPITULASI KEGIATAN TP PKK KECAMATAN SLEMAN TAHUN 2016

No Hari Tanggal Uraian Kegiatan
1 Rabu 20-1-2016 Mengadakan rapat TP PKK Kecamatan dan TP PKK Desa yang membahas program tahun 2016 dan evaluasi UP2KPKK
2 Kamis 25-1-2016 Pembinaan plasma nutfah di Kadisobo II, Trimulyo
3 Selasa 26-1-2016 Pembinaan administrasi TP PKK Desa di Trimulyo
4 Rabu 26-1-2016 Pembinaan administrasi kelompok PKK dusun di Kadisobo II
5 Jumat 24-1-2016 Mengikuti pengajian di Rumah Dinas Bupati Sleman
6 Jumat 24-1-2016 Pembinaan BKR di Murangan VIII
7 Senin 1-2-2016 Menghadiri Musrenbang Kecamatan Sleman di pendopo Kecamatan Sleman
8 Rabu 3-2-2016 Menghadiri sosialisasi Program Kesehatan di Pendopo Kecamatan Sleman
9 Kamis 11-2-2016 Menghadiri penyuluhan kader dan outbond di rumah makan muara kapuas
10 Selasa 16-2-2016 Menghadiri Rakor Tim Pokjanal DBD di Muara Kapuas
11 Senin-Selasa 22&23-2-2016 Mengikuti pelatihan KLA dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sleman Layak Anak di Hotel Prima
12 Senin 22-2-2016 Menghadiri sosialisasi sadar HIV AIDS di Balai Desa Triharjo
13 Selasa 23-2-2016 Pembinaan Hatinya PKK di Kalirase, Trimulyo
14 Rabu 24-2-2016 Pembinaan rumah sehat di Kadisobo II, Trimulyo
15 Kamis 25-2-2016 Menghadiri gelar Poksus atau gelar Potensi UP2K di gedung BPD DIY
16 Jumat 26-2-2016 Menghadiri Forum PIKR Kecamatan Sleman
17 Jumat 4-3-2016 Pemantauan Jentik dan PSN ke instansi perkantoran Kab. Sleman
18 Senin 14-3-2016 Menghadiri sosialisasi gerakan peduli ASI di Kecamatan Sleman
19 Selasa 15-3-2016 Menanggapi Tim Evaluasi Motivator KB Pria Tk. DIY di Balai Desa Trimulyo
20 Rabu 16-3-2016 Menghadiri pembinaan PKK, persiapan Lomba Hari Jadi Kab. Sleman dan rapat kekerasan anak dan perempuan di Kecamatan Sleman
21 Kamis 17-3-2016 Menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Rumah Dinas Bupati
22 Kamis 17-3-2016 Pembinaan Hatinya PKK di Kalirase dan Klelen, Trimulyo
23 Jumat 18-3-2016 Pembinaan administrasi TP PKK Desa Pokja II di Desa Trimulyo
24 Senin 22-3-2016 Menghadiri sosialisasi pola asuh anak di ruang Flamboyan Bidang Peternakan
25 Rabu 23-3-2016 Menghadiri pengajian di Kecamatan Sleman
26 Rabu 23-3-2016 Pembinaan pemanfaatan pekarangan dan tanaman sayuran, buah, TOGA di Kadisobo dan Kalirase
27 Kamis 24-3-2016 Pembinaan Desa Wisata di Kadisobo II, Trimulyo
28 Senin 4-4-2016 Menghadiri sosialisasi korban kekerasan di Puskesmas Sleman
29 Kamis 7-4-2016 Pembinaan administrasi dan kegiatan Pokja I di aula unit I Setda Sleman
30 Rabu 13-4-2016 Pembinaan Rumah Sehat di Kadisobo II dan Klelen, Trimulyo
31 Kamis 14-4-2016 Pembinaan Hatinya PKK di Kalirase, Kadisobo II, Klelen dan Kadisobo I
32 Kamis 14-4-2016 Menghadiri Baksos IUD, Implan dalam rangka 1 Abad Kab. Sleman di RS UGM
33 Jumat 15-4-2016 Rakor pemantapan lomba masak di Rumah Dinas Bupati Sleman
34 Sabtu 16-4-2016 Menghadiri lomba paduan suara dalam rangka 1 Abad kab. Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman
35 Senin 18-4-2016 Menghadiri Rakor Penyuluhan Sumber Pangan di Aula Kehutanan dan Perikanan Kab. Sleman
36 Senin 18-4-2016 Pembinaan administrasi kesekretariatan TP PKK Kec. Sleman di Lantai 3 Setda Kab. Sleman
37 Rabu 20-4-2016 Pembinaan Pokja IV di Rumah Dinas Bupati Sleman
38 Kamis 214-2016 Lomba Balita Sehat di Kec. Sleman
39 Rabu 27-4-2016 Pengajian di Kec. Sleman
40 Senin 2-5-2016 Technical meeting lomba cipta menu dan penyuluhan sumber pangan di Dinas Pertanian Kab. Sleman
41 Selasa 3-5-2016 Menghadiri pencanangan bulan bakti gotong royong masyarakat di Tamanmartani, Kalasan
42 Rabu 4-5-2016 Menghadiri gelar senam dalam rangka Hari Jadi Kab. Sleman di Rumah Dinas Bupati Sleman
43 Minggu 8-5-2016 Menghadiri Peringatan Hari Lansia Tk. DIY di Lapangan Denggung
44 Selasa 10-5-2016 Lomba apresiasi gugus PAUD Tk DIY di TK Pertiwi Caturharjo
45 Sabtu 14-5-2016 Menghadiri malam peringatan Hari Jadi Ke-100 Kab. Sleman
46 Minggu 15-5-2016 Menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Ke-100 Kab. Sleman di Kec. Sleman
47 Rabu 15-5-2016 Rakor penanggulangan kemiskinan di Kec. Sleman
48 Selasa 17-5-2016 Menghadiri penjaringan calon akseptor KB di Balai Desa Tridadi
49 Kamis 19-5-2016 Rakor persiapan Evaluasi Desa Unggulan Tahun 2016 di Rumah Dinas Bupati Sleman
50 Kamis 19-5-2016 Menghadiri Baksos IUD, implan dalam rangka HUT IBI ke 65 di Klinik Mutiara Ibunda
51 Sabtu 21-5-2016 Mengikuti gelar senam dalam rangka HAN di Lapangan Denggung
52 Senin 23-5-2016 Menghadiri Rakor Forum Penanganan Korban Kekerasan di Kec. Sleman
53 Senin 23-5-2016 Pembinaan administrasi Pokja II di Desa Trimulyo
54 Selasa 24-5-2016 Rakor persiapan lomba Desa Unggulan di Desa Trimulyo
55 Selasa s/d Kamis 24 s/d 26-5-2016 Orientasi Kader BKB, PAUD di BKBPMPP Kab. Sleman
56 Selasa 24-5-2016 Pembinaan Poksus dan Poklak di Trimulyo
57 Rabu 25-5-2016 Pembinaan Poksus dan Poklak di Trimulyo
58 Kamis 26-5-2016 Pembinaan BKB, BKR di Sidomulyo, Trimulyo
59 Kamis 26-5-2016 Pembinaan simulasi PKDRT di Desa Trimulyo
60 Kamis 26-5-2016 Pembinaan Posyandu di Sidomulyo, Trimulyo
61 Jumat 27-5-2016 Pembinaan PKDRT di Pendeman, Trimulyo
62 Minggu 29-5-2016 Menghadiri pembinaan MTQ di Kemenag. Sleman
63 Minggu 29-5-2016 Pembinaan UP2K di Desa Trimulyo
64 Minggu 29-5-2016 Pembinaan BKR di Mantaran Trimulyo
65 Senin 30-5-2016 Pembinaan BKB di Sidomulyo, Trimulyo
66 Selasa 31-5-2016 Menghadiri Sosialisasi Imunisasi di Ballroom Hotel Santika
67 Sabtu 4-6-2016 Menghadiri sekaligus sebagai juri lomba penyuluhan dalam rangka pelatihan kader TABO di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Turi
68 Kamis 16-6-2016 Sosialisasi Kampung KB di Kec. Sleman
69 Selasa 21-6-2016 Pengajian dan buka bersama di Puskesmas Sleman
70 Rabu 29-6-2016 Sosialisasi awal Hasil Rakernas VII di R. Rapat Rumah Dinas Bupati Sleman
71 Kamis 21-7-2016 Menghadiri sarasehan Dalam Rangka Peringatan Hari Anti narkoba Internasional Tahun 2016 Kab. Sleman di Aula Unit 1 Kab. Sleman
72 Sabtu 23-7-2016 Menghadiri syawalan dan rapat Anggota Himpaudi Kec. Sleman di Gedung Serbaguna TPA Al Huda, Kantongan, Triharjo
73 Jumat 29-7-2016 Menghadiri Pencanangan Gerakan masyarakat Hidup Sehat melalui pemeriksaan IVA test di Puskesmas Pembantu Nyaen, Pandowoharjo
74 Jumat 5-8-2016 Menghadiri rakor Persiapan Lomba Tumpeng Nasi Kuning di Bappeda Sleman
75 Selasa 2-8-2016 Menghadiri pembinaan Forum Kecamatan Sehat di Kampung Flory, Pangukan, Tridadi
76 Jumat 5-8-2016 Menghadiri rapat koordinasi kegiatan lomba Diversifikasi pengolahan hasil pertanian Bidang TPH di Aula Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kab. Sleman
77 Rabu 10-8-2016 Menghadiri Rakor persiapan pentas wayang kulit dalang cilik di Kec. Sleman
78 Selasa 16-8-2016 Evaluasi tertib administrasi TP PKK Kecamatan di Kec. Sleman oleh TP PKK Kab. Sleman
79 Rabu 13-7-2016 Menghadiri syawalan di Puskesmas Sleman
80 Senin 15-8-2016 Menghadiri lomba tumpeng nasi kuning di Rumah Dinas Bupati Sleman
81 Sabtu 27-8-2016 Menghadiri Peringatan Hari Keluarga XXIII Tk. DIY Th 2016 di Museum Gunung Merapi
82 Selasa 30-8-2016 Menghadiri Rakor Pokjanal DBD Kec. Sleman di Balai Desa Tridadi
83 Sabtu 3-9-2016 Menghadiri pertemuan PAUD di PAUD An Nuur Durenan, Triharjo
84 Senin 5-9-2016 Menghadiri rakor persiapan lomba cipta menu Hari Pangan se dunia XXXVI 2016 (olahan ternak) di Dinas Pertanian Kab. Sleman
85 Selasa s/d Jumat 6 s/d 9-2016 Mengikuti Diklat manajemen Rumah Tangga (MRT) di BPKB DIY
86 Rabu 14-9-2016 Menghadiri rapat technical meeting lomba masak serba ikan di ruang rapat Gurami di Dinas Pertanian Kab. Sleman
87 Rabu 14-9-2016 Menghadiri technical meeting lomba olahan Hasil Peternakan Dalam rangka Hari Pangan se-Dunia (HPS) Th 2016 di Aula Pertanian Kab. Sleman
88 Rabu 21-9-2016 Menghadiri workshop Bunda PAUD Kab. Sleman Th 2016 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman
89 Senin 19-9-2016 Menyambut dan menanggapi kunjungan Tim Monitoring KB-Kes terpadu dari Kab. Sleman dan Kodim 0732 Sleman di Koramil 05 Sleman
90 Senin 26-9-2016 Menghadiri workshop kapasitas Bunda PAUD Kab. Sleman Tahun 2016 di Rumah Dinas Bupati Sleman
91 Selasa 4-10-2016 Menghadiri pertemuan Monev Pasar Sehat di Puskesmas Sleman
92 Selasa 11-10-2016 Menghadiri rakor TPK Kec. Sleman di Rumah Makan Nonik
93 Kamis 27-10-2016 Menghadiri Temu Jejaring Advokasi JKN Multi Pihak di Balai Desa Margomulyo, Seyegan
94 Senin 31-10-2016 Menghadiri pencanangan kegiatan kesatuan gerak PKK KN Kesehatan Tk. Kab. Sleman Th 2016 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman
95 Sabtu 12-11-2016 Menghadiri konferensi IGTKI-PGRI Kec. Sleman di Aula Desa Pandowoharjo
96 Minggu 13-11-2016 Menghadiri lomba mewarnai PT Pegadaian dengan IGTKI Kec. Sleman di Gedung Langen Palikrama PT Pegadaian Sleman
97 Senin 21-11-2016 Menghadiri sosialisasi dan mobilisasi imunisasi lanjutan (booster) di Rumah Makan Pecel Blora
98 Rabu 23-11-2016 Menghadiri sosialisasi PKDRT dan trafficking di Kec. Sleman
99 Rabu 23-11-2016 Menghadiri rapat persiapan ekspose karya perempuan dalam rangka peringatan hari Ibu Th 2016 di Aula BKBPMPP Kab. Sleman
100 Jumat 25-11-2016 Pertemuan forum tingkat kecamatan dalam rangka Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan di Kampung Flory, Pangukan, Tridadi
101 Jumat 25-11-2016 Menghadiri pertemuan Pokja IV di Lantai 3 Setda Kab. Sleman
102 Kamis 1-12-2016 Menghadiri jambore organisasi perempuan dan forum anak Sleman dalam rangka hari Ibu ke-88 Th 2016 di Gedung Serbaguna kab. Sleman
103 Sabtu 3-12-2016 Menghadiri sosialisasi pendampingan akreditasi dan musyawarah gebyar PAUD di KB Al Hidayah Jetis, Caturharjo
104 Rabu 7-12-2016 Menghadiri pembinaan BKB di Balai Desa Tridadi
105 Rabu 21-12-2016 Menghadiri sarasehan dalam rangka Hari Ibu ke-88 di Gedung Serbaguna Sleman
106 Jumat 23-12-2016 Menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) ttg Permendagri Nomor : 28 Tahun 20111 ttg Pedoman Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Membantu Meningkatkan Tertib Administrasi Kependudukan di ruang Bimo Lantai 3 BKD Sleman
107 Kamis 29-12-2016 Menghadiri sosialisasi Jamkesda di Aula Puskesmas Sleman

TABO Melawan Demam Berdarah

DBD masih sulit diberantas salah satu penyebabnya yaitu karena rendahnya kesadaran masyarakat menyangkut kebersihan lingkungan. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan instrumen 3M (menguras, menutup, dan mengubur) sudah sering disosialisasikan oleh pemerintah baik melalui media elektronik maupun sosialisasi langsung ke masyarakat. TABO (Tanggap Bocah) merupakan juru pemantau jentik (jumantik) yang bertugas untuk mempromosikan 3 M plus kepada masyarakat sekaligus berperan aktif di lingkungan untuk memantau berkala jentik nyamuk.

Perlu terobosan dalam rekrutmen kader kesehatan dimana permasalahan selama ini orang-orang dewasa telah sibuk dengan aktivitas bekerja di luar rumah, sehingga akhirnya perlu dimunculkan anak usia SD sebagai kader kesehatan tambahan. Usia ini dipilih karena pada usia ini anak cenderung jujur dan apa adanya. Anak tidak berbohong dan melakukan apa adanya. Pada usia tersebut anak juga tidak terlalu banyak memiliki aktivitas sehingga dapat diajak kegiatan. Ketertarikan anak pada aktivitas luar rumah dan teman sebaya juga menjadi alasan dipilihnya usia ini. Kader kesehatan tambahan ini dinamai sebagai Tanggap Bocah (TABO) dengan tugas sebagai jumantik cilik.

Pada tahun 2015, Dinas Kesehatan Yogyakarta mencatat jumlah penderita demam berdarah mencapai 945 orang. Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sendiri telah mencatat adanya 538 kasus demam berdarah. Jumlah tersebut memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan 736 kasus DBD yang terjadi pada tahun 2013. Akan tetapi, hal ini belum bisa menjanjikan apapun mengingat pada tahun 2013 wilayah Yogyakarta termasuk ke dalam tiga besar provinsi dengan IR DBD tertinggi sebesar 95,5 per 100.000 penduduk. Selain itu, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman merupakan daerah endemis termasuk kecamatan Sleman.

Data Puskesmas Sleman tahun 2015 mencatat sebanyak 28 kasus dari lima desa cakupan (Tridadi, Caturharjo, Triharjo, Trimulyo, dan Pandowoharjo), angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2014 yaitu 25 kasus. Angka bebas jentik pada tahun 2014 adalah 92,5% dan meningkat lebih baik pada tahun 2015 yaitu 94,6%. Berdasarkan data tersebut  dapat disimpulkan bahwa kewaspadaan terhadap DBD masih harus terus ditingkatkan.

Hal yang paling menentukan dan menjadi kunci penting dalam kegiatan ini adalah keluarga. Karena anggota TABO terdiri dari anak-anak, dan anak-anak adalah bagian dari keluarga. Tim UKM Puskesmas Sleman melakukan sosialisasi keluarga bersama dengan kader kesehatan di masing-masing dusun. Maksud dan tujuan kegiatan TABO ini  dijelaskan sekaligus memaparkan situasi lingkungan saat itu termasuk bahayanya peyakit demam berdarah yang sedang banyak menjangkit warga.  Perubahan perilaku menjadi hidup bersih dan sehat tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi sejak dini yaitu anak-anak sehingga di kemudian hari anak-anak dapat melanjutkan dan menerapkan apa yang sudah dipelajarinya sejak dini. Sehingga partisipasi anak-anak sangat dibutuhkan dalam kegiatan TABO dalam rangka menekan angka kejadian DBD dan mewujudkan perilaku hidup  bersih sehat.

Dalam rangka mendukung dan mewujudkan keberlanjutan kegiatan TABO, dilakukan penjalinan kerjasama, koordinasi dan pelibatan berbagai pihak yang berkepentingan yaitu instansi pemerintah setempat. Inisiatif kegiatan TABO disampaikan melalui rapat koordinasi tingkat desa selanjutnya muncul SK pembentukan kader jumantik TABO di tingkat desa.  Pada tingkat kecamatan melalui rapat koordinasi tingkat kecamatan serta melaporkan ke dinas kesehatan kabupaten Sleman terkait dengan adanya kegiatan TABO dalam rangka menekan angka kejadian DBD dan perilaku bersih dan sehat.

TABO pertama kali didirikan pada tahun bulan April 2009  di satu dusun saja yakni dusun Ganjuran Desa Caturharjo. Saat itu TABO memiliki anggota sebanyak 35  anak. Angka Bebas Jentik (ABJ) saat itu di dusun Ganjuran  adalah  ABJ  85 %. Program TABO berjalan selama 1 tahun dan dievaluasi menunjukkan keberhasilan dengan penurunan ABJ menjadi 90 %.

Berikut adalah urutan terbentuknya TABO di setiap dusun sejak tahun 2009:

  1. Tahun 2009
  • Dusun Ganjuran Jumlah Tanggap Bocah 35 anak, jumlah Pendamping 8 orang
  1. Tahun 2010
  • Dusun Ngangkruk, Desa Caturharjo Jumlah TABO 35 anak, kader pendamping 6 orang
  • Dusun Medari Gede , Desa Caturharjo Jumlah TABO 30 anak, kader pendamping 6 orang
  • Dusun Nambongan . Desa Caturharjo Jumlah TABO 50 anak, Pendamping 12 orang
  • Dusun Plalangan, Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 30, Pendamping 4 orang
  • Murangan VIII, Desa Triharjo, Jumlah TABO 85 Anak, Pendamping 10 orang
  • Kadisobo I, Desa Trimulyo, Jumlah TABO 35 Anak, Pendamping 4 orang
  • Dusun Jaban, Desa Tridadi , Jumlah TABO 40 anak, Pendamping 4 orang
  1. Tahun 2011
  • Dusun Jetis, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 35 anak, Pendamping 8 orang
  • Dusun Ngemplak Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Dusun Jogokerten Tegal, Desa Trimulyo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 5 orang
  • Dusun Jogokerten, Desa Trimulyo, jumlah 25 anak, pendamping 6 orang
  • Mancasan Desa. Pandowoharjo, jumlah TABO 25 orang, pendamping 6 orang
  • Pisangan, Desa Tridadi , jumlah TABO 55 anak, Pendamping 7 orang
  1. Tahun 2012
  • Dusun Kleben Caturharjo jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Mangunan, Desa Caturharjo Jumlah TABO 50 anak, Pendamping 8 orang
  • Desa, Mantaran, Desa Trimulyo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Panggeran IX, Desa Triharjo, junmlah TABO 65 anak, pendamping 10 oarang
  • Jembulan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20anak, pendamping 4 orang
  • Dukuh, Desa Tridadi, jumlah TABO 40 anak pendamping 10 orang
  1. Tahun 2013
  • Nglampar Mrisen, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Sanggrahan, Desa Caturharjo , Jumlah TABO 35 anak , 6 anak
  • Kepitu, Desa Trimuyo, jumlah TABO 25 anak, pendampuing 7 orang
  • Dusun Murangan VII, Desa Triharjo, jumlah TABO 65 anak, pendamping 9 orang
  • Brayut Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 30 anak pendamping 5 orang
  • Tlacap, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 4 orang
  • Wadas, Desa Tridadi, jumlah TABO 50 anak, pendamping 8 orang
  1. Tahun 2014
  • Bejen, Desa Caturharjo, jumalah TABO 25 anak, kader Pendamping 4 orang
  • Medari Cilik, Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, kader pendamping 4 orang
  • Kemloko Desa Caturharjo, jumlah TABO 25 anak, Pendamping 5 orang
  • Dusun Kepanjen, Karang, Desa Trimulyo, jumlah TABO 46 anak, pendamping 6 orang
  • Krapyak, Desa Triharjo, jumlah TABO 30 anak , pendamping 4 oarang
  • Sleman III, Desa Triharjo , jumlah TABO 50 anak, pendamping 10 orang
  • Temulawak Desa Triharjo, jumlah TABO 60 anak, pendamping 10 orang
  • Saragan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 pendamping 4 orang
  • Dusun Jabung, Desa Pandowoharjo jumlah TABO 35 anak Pendamping 6 orang
  • Beteng Desa Tridadi, jumlah TABO 50 anak, Pendamping 15 orang
  • Sleman Permai II, Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 7 orang
  • Dusun Drono, Desa Tridadi jumlah TABO 20 anak, pendamping 5 orang
  • Dusun Pangukan, Desa Tridadi jumlah TABO 10 anak, pendamping 4 orang
  1. Tahun 2015
  • Dusun Sidorejo, Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Dusun Klegen, Desa Trimulyo, jumlah TABO 25, pendamping 4 orang
  • Kalakijo Desa Triharjo, jumlah TABO 25 anak pendamping 8 orang
  • Dusun Sucen, Desa Triharjo , Jumlah TABO 55 anak, Pendamping 10 orang
  • Dusun Berkisan Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Dusun Krandon, Desa Pandowoharjo jumlah TABO 25 anak, pendamping 5 orang
  • Gawar, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 25 anak, pendmping 5 orang
  • Majegan Desa Pandowoharjo jumlah 30 anak, pendamping 5 orang
  • Nyaen Ngelo, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak pendamping 4 anak
  • Sleman Permai I, Tridadi, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Dusun Paten, Desa Tridadi jumlah TABO 30 anak pendamping 5 orang
  • Ngemplak Caban, Desa Tridadi, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Beran Lor, Desa Tridadi Jumlah TABO 30 anak, pendamping 15 orang
  • Dusun Beran Kidul, Desa Tridadi, jumlah TABO 35 anak, Pendamping 10 orang
  • Dusun . Bangunrejo, Desa Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 6 orang
  • Kebon Agung, Desa Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 6 orang
  1. Tahun 2016
  • Keceme ,Desa Caturharjo, jumlah TABO 25 anak, pendamping 4 orang
  • Ngaglik, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 30 anak, Pendamping 8 oarang
  • Dusun Klumprit, Desa Caturharjo jumlah TABO 20 anak, Pendamping 3 orang
  • Dalangan, Desa caturharjo, jumlah TABO 20 anak, Pendamping 4 orang
  • Dusun, Blunyah, Desa Trimulyo, jumlah TABO 20 anak, pebndamping 4 orang
  • Dusun Sebayu, Desa Triharjo, jumlah TABO 35 anak, pendamping 6 orang
  • Panggeran XII Desa Triharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 4 orang
  • Dusun Jetakan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak pendamping 4 orang
  • Dusun Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 20 anak
  • Dusun Gabugan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, 4 orang
  • Perum Griya Taman ASRI ( GTA ), Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 6 orang
  • Denggung, Desa Tridadi Jumlah TABO 50 anak Pendamping 10 orang
  • Dusun Josari Desa Tridadi, jumlah TABO 55 anak Pendamping 12 orang

NO DESA Jumlah TABO Per tahun Jumlah
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Tridadi 0 40 55 40 50 105 205 105 600
2 Caturharjo 35 115 65 80 65 80 30 115 585
3 Triharjo 0 85 0 65 65 140 80 55 490
4 Trimulyo 0 35 45 30 25 45 25 20 225
5 Pandowoharjo 0 30 25 20 50 55 130 80 390
Jumlah Total 35 305 190 235 255 425 470 375 2290

Total data tahun 2016 yang ada di Puskesmas Sleman menunjukkann 83% dusun yang ada di kecamatan Sleman sudah mengikuti TABO

Lokasi Kegiatan pantau jentik adalah di Dusun dimana anak tersebut tinggal. Pemantauan jentik dilakukan di dalam rumah dan di luar rumah. Di dalam rumah, tempat-tempat yang harus di pantau adalah:

  • Bak mandi
  • Gentong air
  • Penampungan air dispenser
  • Penampungan air lemaries
  • Penampungan air di kaki meja

Sedangkan untuk di luar rumah adalah:

  • Tempat air minum burung
  • Sampah-sampah yang dapat menampung air
  • Di dalam tonggak bambu
  • Di daun-daun/pelepah pisang yang dapat menampung air
  • Sumur yang terbuka

 

Peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan pemantauan jentik berupa:

  • Senter
  • Lembar observasi ( Form jentik )
  • Alat Tulis
  • Papan Lembar obserfasi
  • Ovitrap (apabila diperlukan)

Langkah Meraih Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rohmah

Disampaikan dalam Pembekalan Pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Sleman oleh Drs. H. Sukirman, MA.
  1. Agama Sebagai Pertimbangan Utama Dalam Keluarga
Ananda berdua saat ini memasuki tahapan baru dalam menempuh jenjang kehidupan sebagai hamba Allah SWT, yaitu tahapan kehidupan berkeluarga yang diawali Akad Nikah. Nikah adalah Sunnah Rasulullah SAW.
“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golongan ku” (HR. Ibnu Majah)
Atensi Islam tehadap urgenitas institusi keluarga, tercover dalam hadis :
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya sebab kecantikan itu akan lenyap. Dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya sebab harta itu akan membuatnya sombong. Akan tetapi nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama” (HR. Ibnu majah)
Way of life yang seirama akan melancarkan perjalanan kehidupan berkeluarga. Aspek Din, akan tegar menghadapi gelombang dan tantang hidup, sedangkan aspek material seperti kecantikan, kegantengan, harta kekayaan, jabatan hanyalah sesuatu yang fana dan bersifat sementara.
 
  1. Nikah : Menyempurnakan Separoh Agama
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya” (HR. Al Baihaqi)
  1. Saling Amanah Adalah Resep Cespleng
“Wahai manusia, takutlah kepada Allah akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu pun mempunyai hak atasmu. Ketahuilah, Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap istri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu pun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap mereka” (HR. Muslim dan Turmudzi)
Seseorang yang dipercaya memegang amanah Allah, amanah keluarga yang telah merestui mereka, amanah pasangannya yang telah memilih dirinya, sudah seharusnya berupaya semaksimal mungkin menjaga kepercayaan tersebut.
Imam Bukhari rahimahullahu ta’ala meriwayatkandari Abi hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Bersabda Rasulullah SAW : “Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat-saat kehancurannya”
 
  1. Mitsaaqan Ghalidhan dan Kontrak Sosial
Proses ta’aruf yang diliputi bayang-bayang indah telah berlalu. Kini anda memasuki dunia yang nyata dalam “kebersamaan” berkeluarga. Pernikahan pada dasarnya merupakan “kontrak sosial” antara seorang pria dan wanita untuk hidup bersama, yang dilandasi dengan niat ibadah untuk membangun dan membina rumah tangga. Nikah di dalam Al-Qur’an disebut dengan miitsaaqan ghalidhan, perjanjian yang kokoh, kuat lagi berat. Dalam arti perjanjian harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak main-main bahkan “sekali untuk selamanya”. Seseorang yang telah menikah dituntut dengan sungguh-sungguh untuk menjaga kelanggenan ikatan pernikahan mereka, keutuhan rumah tangga mereka. Kontrak sosial tidak boleh diartikan dalam hitungan hari, bulan maupun tahun, namun dalam hitungan panjang terkait dengan limit qudrah-Nya. Islam menegaskan bahwa ketika seseorang telah memilih lawan jenis sebagai pasangannya, maka tidak boleh berganti-ganti pasangan sesuai keinginan dan selera hawa nafsu. Karena berganti-ganti pasangan tidak hanya penuh dengan resiko sosial, kesehatan maupun ekonomi. Tetapi juga melanggar miitsaqaan ghalidhaan yang telah diikrarkan dan amanah yang diembannya.
  1. Bersungguh-sungguh adalah Tatakrama Hubungan Suami Istri
“idzaa jaama’a ahadukum ahlahuu falyashduqhaa, fa idzaa qodhoo haajatahuu qobla an taqdhiya haajatahaa falaa yu’ajjilhaa hattaa taqdhiya haajatahaa”
“Jika seseorang diantara kamu melakukan hubungan kelamin dengan istrinya, hendaklah ia bersungguh-sungguh. Pada hal ketika suami sudah sampai pada penyelesaian kebutuhannya, sang istri belum sampai pada klimaksnya, janganlah ia tergesa-gesa untuk mengakhirinya, sebelum istrinya juga sampai kepada yang kamu rasakan” (HR. Ahmad)
  1. Relasi Sejajar dan Seimbang Menuju extended Family dan Birul Waalidain
Relasi suami-istri bukanlah relasi kepemilikan atau relasi “atasan” dengan “bawahan”. Sepasang pengantin adalah dua pribadi utuh yang memiliki relasi yang seimbang, sejajar dalam menunaikan hak dan kewajiban suami-istri. Sepasang pengantin tetaplah merupakan dua pribadi yang memiliki tanggungjawab yang sama di hadapan-Nya. Keluarga anda berada di tangan sepasang pengantin. Bangunan rumah tangga seperti apa yang dibangun sangat tergantung kepada sepasang penantin.
Sepasang pengantin, meskipun telah hidup berkeluarga secara mandiri, terpisah dari kedua orang tua, namun tetap dituntut berbakti dan menghormati kedua orang tua masing-masing. Kalau sebelumnya hanya memiliki dua  orang tua, sekarang orang tua pasangan adalah orang tua nya juga. Janganlah karena perkawinan ini menjadikan alasan untuk tidak berbakti lagi kepada orang tua apalagi menafikan mereka. Ajaran Islam lebih berorientasi extended family, yang menekankan perlunya birul walidain.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa.”
  1. Peran Maksimal dan Hidup Bermanfaat
Pernikahan seharusnya menguatkan posisi, mengupgrade pasangan pengantin, yang sebelumnya telah berkiprah di masyarakat untuk lebih banyak berkiprah karena ada dukungan dari suami dan istri.
Pernikahan tidak seharusnya menjadikan pasangan pengantin beranggapan keluarga itu ad-dunya wa maa fiiha, secara sempit. Kita harus ingat kepada pesan Nabi SAW :
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, Thabrani)
  1. Nafs Waahidah menjadi Rijaalan Katsiiran Wa Nisaa’an
Jika dicermati, sangat mengagumkan titah Ilaahi alam menciptakan manusia setelah lahir, kemudian meninggal dan mungkin masih akan lahir beribu, berjuta dan bermilyar manusia lain. Hal ini bermula dari berkah Allah yang menciptakan nafs wahidah (satu jiwa). Dari nafs wahidah, baik laki-laki maupun perempuan, kemudian dijadikan berpasangan dalam ikatan perkawinan yang suci/sakral, yang kemudian membentuk institusi keluarga. Dari institusi keluarga tersebut muncullah generasi baru rijaalan katsiiran wa nisaa’an (manusia laki-laki dan perempuan yang banyak) yang berujung pada kehidupan manusia di muka bumi dengan berbagai kompleksitasnya. Harapan kita keluarga yang dibangun adalah sehat dan sejahtera dan selanjutnya akan muncul institusi yang lebih besar berupa masyarakat yang sehat pula.
  1. Ciptakan Uswah Hasanah dan Hindari No Action Talk Only
Menciptakan keluarga yang sehat, generasi yang berkualitas harus dirintis sejak dini. Pasangan pengantin harus mempersiapkan kelahiran buah hati, menyambut dan mendidik anak adalah merupakan satu kemutlakan yang harus diperhatikan. Nabi bersabda :
“Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah akhlak mereka” (HR Ibnu Majah)
Kewajiban mendidik anak tidak hanya berada di tangan ibu yang sembilan bulan telah mengandungnya, atau ayah yang mencarikan nafkah. Tetapi terletak di pundak kedua orang tua nya, karena keduanya memiliki andil dalam menghadirkan anak di dunia, dan keduanyalah yang diberi amanah Allah untuk menjaganya. Sebagai orang tua nantinya, pasangan pengantin harus menjadi panutan, uswah hasanah bagi putra-putrinya. Orang tua harus banyak berbicara dalam “tindakan-tindakan nyata” dan tidak hanya berhenti dalam ucapan, tidak seperti kata orang No Action Talk Only. Orang tua harus dapat berbuat adil dalam menghargai kehadiran putra-putrinya dalam keluarga.
  1. Mawaddah
Mawaddah tidak sekedar cinta terhadap lawan jenis dengan keinginan untuk selalu berdekatan dan bersama, tetapi lebih dalam dari itu. Mawaddah bukanlah cinta penuh gelora, seperti yang dialami orang yang sedang jatuh cinta, dan menjadikannya terlena dan layu sebelum berkembang, karena melampaui batas kewajaran yang ditentukan agama. Tidak pula hanya sekedar to love each other, saling mencintai atau menyayangi antara yang satu dengan yang lain. Mawaddah adalah saling mencintai dengan cinta plus, karena cintanya penuh kelapangan terhadap keburukan dan kekurangan orang yang dicintainya. Dengan mawaddah seorang suami dan istri akan menerima segala kekurangan yang ada pada pasangannya sebagai bagian dari dirinya dan hidupnya.
  1. Rahmah
Rahmah adalah saling simpati, menghormati dan menghargai antara yang satu dengan yang lainnya. Jiwa dan sifat rahmah harus selalu dipupuk sehingga tidak lagi hanya mawaddah (sebatas mencintai dan menyayangi dengan cinta-cinta plus). Caranya adalah dengan selalu merasa saling simpati dan menghormati, mengagumi antara kedua belah pihak, saling memiliki, melakukan yang terbaik bagi pasangan sebagaimana dirinya ingin diperlakukan.
Ungkapan menghargai dan menghormati harus dibiasakan dan seringkali ditunjukkan dalam bentuk ucapan. Alagkah indah dan mesranya, seorang suami istri yang ringan hati mengucapkan terima kasih, minta maaf dari dan untuk pasangannya. Dan perlu diingat bahwa suami istri hakekatnya adalah satu :
“mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka”
  1. Sakinah
Sakinah diartikan sebagai kedamaian dan ketentraman yang merupakan kata kunci ketiga setelah mawaddah dan rahmah. Percuma saja pemupukan sifat mawaddah dan rahmah kalau tidak didukung kebutuhan dan kesadaran (consciousness) yang mendalam. Perlunya kedamaian, ketentraman, keharmonisan, kekompakan, kehangatan, keadilan, kejujuran dan keterbukaan yang diinspirasikan dan berlandaskan kepada spiritual dan ketuhanan.
Sebagai pentutup perlulah direnungkan, bahwa 12 langkah tersebut tidak akan terjadi dengan sendirinya, akan tetapi harus diupayakan, diperjuangkan terus menerus oleh pasangan pengantin.
Pengantin baru akan menjadi saksi dan dapat membuktikan bahwa dalam masa bulan madu 3 sampai 6 bulan, mungkin hal-hal yang buruk masih dapat diredam dan ditutup-tutupi oleh kedua belah pihak bahkan juga oleh kedua mertuanya. Namun setelah 6 bulan berlalu, sifat-sifat asli positif maupun negatif mulai tampak : yang keras, lembut, individualis, sosialis, malas, disiplin, rajin, pemarah, sabar, pelit, dermawan, begitu seterusnya.
Dalam keadaan seperti ini harus menyadari kekurangan-kekurangan pada diri pasangan. Dan kita harus yakin bahwa dibalik kekurangan pada diri pasangan ada kelebihan-kelebihan yang banyak. QS An Nisa 19 : “….kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
Untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, butuh proses panjang, sepanjang kehidupan manusia (a long life), sehingga tidak dapat diraih hanya dengan berpangku tangan. Ibarat menghadapi tanaman, jika hanya sekali atau bahkan tidak pernah merawatnya, yang terjadi dalam keluarga adalah wujuuduhuu ka’adamihi (ada tapi tidak ada)
Maka dari itu Allah memerintahkan kepada kita untuk selalu berusaha dan bekerja keras guna memperbaiki kehidupan kita agar terjadi perubahan yang lebih baik, QS Ar Ra’du 11 : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”