STANDAR PELAYANAN PERIJINAN

Ijin Gangguan/HO

Persyaratan :

  1. Formulir Permohonan Bermaterai
  2. Fotocopy KTP Pemohon
  3. Surat Kuasa dan Fotocopy KTP Penerima kuasa (jika dikuasakan )
  4. Dokumen Lingkungan ( SPPL )
  5. Fotocopy Ijin Mendirikan bangunan
  6. Fotocopy bukti kepemilikan tanah
  7. Jika tempat bukan milik sendiri , lampirkan fotocopy surat perjanjian sewa
  8. Akte Pendirian jika berbentuk CV/PT
  9. Fotocopy SPT PBB dan pelunasannya
  10. Waktu penyelesaian 14 hari kerja
  11. Biaya sesuai ketentuan yang berlaku

 

Surat Keterangan Tata Bangunan dan Lingkungan (SKTBL )

Persyaratan :

  1. Formulir Permohonan Bermaterai
  2. Fotocopy KTP Pemohon
  3. Fotocopy sertifikat tanah
  4. Gambar Site Plan
  5. Denah lokasi
  6. Surat Kuasa ( jika tidak diurus sendiri )
  7. Fotocopy KTP pemegang kuasa
  8. Fotocopy SPT PBB dan pelunasan tahun terakhir
  9. Waktu penyelesaian 14 hari kerja
  10. Tidak dipungut biaya

 

Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Persyaratan :

  1. Formulir bermaterai Rp 6000
  2. Fotocopy KTP pemohon
  3. Gambar Denah Lokasi ( gambar lengkap beserta hitungan )
  4. Fotocopy sertifikat tanah
  5. Fotocopy SPT PBB tahun berjalan dan bukti pelunasannya
  6. SPK apabila pekerjaan diborongkan
  7. Surat kuasa bermaterai, cukup bagi yang tidak diurus sendiri
  8. Fotocopy KTP penerima kuasa
  9. Waktu penyelesaian 14 hari kerja
  10. Biaya sesuai ketentuan yang berlaku

 

Ijin Usaha Mikro dan Kecil ( IUMK )

Persyaratan :

  1. Surat pengantar dari Kepala Desa
  2. Formulir permohonan IUMK
  3. Fotocopy KTP pemohon
  4. Fotocopy Kartu Keluarga
  5. Pas foto berwarna 4×6 (2 lembar )
  6. SPPL
  7. Fotocopy hak atas tanah yang berstatus pekarangan
  8. Perjanjian bermaterai Rp 6000 antara pemohon dan pemilik tanah apabila tanah milik orang lain
  9. Surat kuasa bila pengurusan dikuasakan
  10. Fotocopy KTP penerima kuasa
  11. Tidak dipungut biaya
  12. PUMK telah terdaftar di Kecamatan
  13. Waktu penyelesaian 1 hari kerja

( jika persyaratan lengkap dan benar )

 

Dispensasi Nikah

Persyaratan :

  1. Surat Permohonan Dispensasi Nikah dari KUA
  2. Surat Keterangan dari Desa
  3. Fotocopy KTP Calon pengantin dan Wali
  4. Waktu Penyelesaian 30 menit
  5. Biaya gratis

Relasi Sehat

Relasi Sehat adalah relasi tanpa kekerasan sehingga masing-masing individu merasa dihargai dan dihormati.

Ciri Relasi Sehat :

  • Saling menghormati dan tidak merasa takut untuk berbagi pikiran dan perasaan
  • Saling mendengarkan dan berkompromi. Apabila berbeda pendapat, saling menghormati pendapat dan tidak memaksakan kehendak
  • Saling mendukung untuk mengerjakan apa yang disukai serta berbagi kesenangan seperti film, olahraga, menari, membaca, musik, dll
  • Saling menghormati kelebihan dan kekurangan masing-masing, bukan saling mengontrol dan mengekang
  • Tidak mencela satu sama lain. Apabila ada yang membuat kita tidak nyaman, bicarakan terus terang, tanpa bersikap merendahkan atau berusaha menyakiti
  • Saling percaya dan tidak mengekang. Setiap individu bebas bergaul dan beraktivitas dengan teman lain, keluarga, atau orang lain
  • Turut mengapresiasi ketika teman atau pasangan meraih keberhasilan atau kesuksesan. Sebaliknya membantu dan berempati ketika teman kita menghadapi kegagalan
  • Menghormati privasi. Meski teman/ pasangan kita sangat dekat dengan kita, menghormati privasinya penting, seperti tidak sembarangan membaca diari, membuka ponsel tanpa ijin, menggunakan akun sosial media atau memaksa teman untuk bercerita

Sekelumit tentang PKDRT

punch-1

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga secara garis besar memuat bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bukanlah persoalan domestik (privat) yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. KDRT merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan. UU ini merupakan jaminan yang diberikan negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku KDRT, dan melindungi korban KDRT.

UU PKDRT ini juga tidak bertujuan untuk mendorong perceraian, sebagaimana sering menjadi persepsi orang. UU PKDRT justru bertujuan untuk memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera dengan mencegah segala bentuk kekerasan sekaligus melindungi korban dan menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga (Pasal 4).

KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (pasal 1, ayat 1)

UU PKDRT melindungi setiap orang yang berada dalam ruang lingkup rumah tangga yaitu :

  1. Suami, istri, dan anak
  2. Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan dan perwalian, yang menetap dalm rumah tangga; dan/atau orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga.
  3. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.

Bentuk-bentuk KDRT :

  1. Kekerasan fisik, berakibat rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat
  2. Kekerasan psikis, berakibat ketakutan, hilang percaya diri, hilang kemampuan untuk bertindak, tidak berdaya
  3. Kekerasan seksual, dengan wujud pemaksaan hubungan seksual terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut
  4. Penelantaran rumah tangga, dalam bentuk menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, dalam bentuk membatasi dan/atau melarang untuk bekerja layak sehingga orang tersebut menjadi ketergantungan ekonomi

Hak Korban Kekerasan :

  1. Melaporkan kasusnya, baik sendiri maupun diwakilkan (memberi kuasa) kepada orang lain
  2. Perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan
  3. Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis
  4. Penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban
  5. Pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  6. Pelayanan bimbingan rohani
  7. Pemulihan

Sanksi Bagi Pelaku Kekerasan :

  1. Pelaku kekerasan dapat dikenai sanksi pidana dan penjara (pasal 46-49), serta sanksi tambahan berupa :
  • Pembatasan gerak pelaku baik yang bertujuan untuk menjauhkan pelaku dari korban dalam jarak dan waktu tertentu, maupun pembatasan hak-hak tertentu dari pelaku
  • Penetapan pelaku mengikuti program konseling di bawah pengawasan lembaga tertentu (pasal 59)
  1. Pelaku kekerasan seksual dapat dipidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling bayak 36 juta rupiah dan apabila dilakukan untuk tujuan komersial dipidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 15 tahun atau denda paling sedikit 12 juta dan paling banyak 300 juta.

UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO) PADA PENEMPATAN TKI DI LUAR NEGERI

Praktik perdagangan orang telah menjadi persoalan serius dihampir seluruh provinsi di Indonesia, baik sebagai wilayah pengirim,transit maupun penerima.

Warga negara kita khususnya perempuan & anak anak diperdagangkan untuk tujuan berbagai bentuk eksploitasi seperti seksual, kerja paksa,perbudakan dan praktik lain yang serupa baik di wilayah domestik, Negara Republik Indonesia maupun keluar wilayah Republik Indonesia.
Menurut Pasal 1 AYAT (1) UU No.21 Thn 2007 TENTANG TPPO, Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan  kekerasan,  penculikan, penyekapan,  pemalsuan,  penipuan,  penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
MODUS OPERANDI TPPO :                                                                          
  1. Perekrutan tanpa Perjanjian Penempatan
  2. Perekrutan dibawah umur (-18 thn) dokumen dipalsukan
  3. Perekrutan tanpa izin suami/orang tua/wali
  4. Ditempatkan tanpa sertifikat kompetensi (tidak dilatih)
  5. Ditempatkan tanpa perjanjian Kerja
  6. Hanya menggunakan paspor dengan visa kunjungan
  7. Ditempatkan oleh perorangan, bukan Perusahaan yang memiliki izin dari Menteri Tenaga Kerja
  8. Tanpa KTKLN
  9. Dipindahkan ke majikan/perusahaan lain tanpa perjanjian Kerja
  10. Dipindahkan ke negara lain yang peraturannya terbuka walaupun tidak sesuai dengan peraturan Indonesia
  11. PEMALSUAN  DOKUMEN (KTP, Kartu Keluarga, Akte Lahir, Ijasah, Pasport
  12. Kontrak Kerja tidak menjamin Hak TKI / tidak mengikat majikan / agen LN
  13. Ditempatkan / disekap di Penampungan Sementara sampai berbulan-bulan
  14. Pelatihan / BLK yg bersifat FORMALITAS / tidak berijin
  15. Tes Kesehatan yg bersifat FORMALITAS
  16. Agen Recruiter / sponsor / petugas lapangan TIDAK TERDATA oleh PJTKI
  17. Backing PJTKI nakal dari oknum Aparat Negara / petugas
  18. Kolusi oleh PJTKI / sponsor dgn petugas di titik Embarkasi

tppo

FAKTOR  PENYEBAB  EKSPLOITASI DI  NEGARA  TUJUAN :
  1. KONTRAK KERJA tidak menjamin HAK2  TKI,  antara lain :
    • Jumlah GAJI  yg  harus dibayar tiap bulan kpd. TKI.
    • Jam kerja per hari.
    • Hak libur dlm seminggu / cuti dlm setahun.
    • Hak mendapat perlakuan (makan / minum / tempat tidur) yg layak.
    • Hak mendapat pelayanan kesehatan yg memadai.
  1. KONTRAK KERJA tidak ditanda-tangani oleh PJTKI / Majikan / Agen di LN.
  2. TIDAK ADA KONTRAK KERJA
  3. TKI ditakut-takuti Majikan / Agen di LN krn TELAH MEMALSU IDENTITAS (takut dilaporkan ke Polisi setempat )
  4. PASPORT dipegang Majikan sampai OVER STAY, lalu dilaporkan ke Polisi / Imigrasi untuk selanjutnya di Deportasi.
  5. TKI tidak cukup terlatih / sakit-sakitan.

LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN TPPO MELALUI PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT

  1. mencegah sedini mungkin terjadinya TPPO
  2. membangun partisipasi  dan  kepedulian  masyarakat  terhadap pencegahan perdagangan orang
  3. Melibatkan peran serta masyarakat diwujudkan dengan tindakan memberikan informasi dan/atau melaporkan adanya tindak pidana perdagangan orang kepada penegak hukum atau pihak yang berwajib, atau turut serta dalam menangani korban
  4. memberdayakan masyarakat dalam membangun jejaring, melalui koordinasi dan kerjasama dengan organisasi masyarakat, media, akademisi dan dunia usaha.
  5. memberikan perlindungan, penyelamatan dan  merehabilitasi  korban  perdagangan
  6. membangun dan  menyediakan  sistem  informasi  yang  lengkap dan mudah di akses
  7. Membuka tempat penampungan, pos pengaduan dll

Kebijakan Pemda DIY Untuk Mengatasi Permasalahan TKI :

Membentuk Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan TKI (LTSA P2TKI)

  • Dibentuk berdasarkan SK Gubernur Nomor: 55/TIM/2015 tanggal 28 Mei 2015 tentang Pembentukan Tim Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan TKI (LTSA P2TKI)
  • Instansi yang bergabung:  Disnakertrans DIY, BP3TKI Yogyakarta, Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, Dinas Kesehatan DIY, Polda DIY, Bank BRI, dan Konsorsium Asuransi TKI.
  • Mewujudkan layanan yang mudah, cepat, berkepastian dan aman bagi CTKI dan TKI
  • Alamat : Jalan Sambisari No.311 A Juwangen Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta . Telp (0274) 497403.

Untuk mendukung LTSA P2TKI, Disnakertrans DIY juga menginisiasi pembentukan Satgas Pencegahan TKI Non Prosedural dengan SK Gubernur No. 58/TIM/2016 tentang Pembentukan Satgas Pencegahan TKI Non Prosedural

  • Tujuan:
  1. Upaya antisipasi, pengendalian dan pengawasan terhadap masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri secara non prosedural
  2. Fasilitasi dan penyelesaian permasalahan TKI yang berangkat secara non prosedural
  3. Mensinergikan seluruh fungsi-fungsi terkait dengan pelayanan dan perlindungan TKI di tingkat daerah
  4. Meminimalisir terjadinya permasalahan TKI di luar negeri dan membantu mencegah terjadinya tindakan pidana perdagangan manusia

Sasaran Satgas Pencegahan TKI Non Prosedural:

  • Memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat terkait kebijakan dan tata cara bekerja ke luar negeri
  • Memberikan bantuan / tali kasih untuk TKI yang dipulangkan karena  non prosedural
  • Memfasilitasi penyelesaian kasus TKI yang berangkat secara non prosedural
  • Koordinasi dengan instansi terkait dalam pencegahan atau penyelesaian kasus TKI non prosedural


 

Tim  Satgas terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut :

  • Disnakertrans DIY
  • Kepala BP3TKI Yogyakarta
  • Polda DIY
  • Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DIY
  • Dinas Kesehatan DIY
  • Biro Tata Pemerintahan Setda DIY
  • Perhubungan DIY
  • Hukum Setda DIY

KEBIJAKAN PEMDA DIY

  • Peningkatan pelayanan penempatan TKI melalui Layanan Terpadu Satu Atap
  • Mengirimkan TKI formal
  • Melakukan pemantauan lembaga penempatan swasta secara berkala
  • Membentuk Tim Satgas dalam rangka pencegahan TKI unprosedural
  • Melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintahan dan masyarakat tentang prosedur penempatan TKI ke luar negeri
  • Koordinasi antar sektor dalam rangka penyelesaian permasalahan TKI pasca penempatan

Pangan Yang Aman

Pangan yang aman adalah yang bebas dari :

  1. BAHAYA FISIK, contohnya :
  • Potongan kaleng
  • Potongan/serpihan kaca
  • Potongan/serpihan kayu
  • Plastik
  • Perhiasan
  • Kerikil

  1. CEMARAN BAHAN KIMIA
  • Bahan berbahaya yang ditambahkan saat pengolahan
  • Terlarut dari alat masak/alat makan/bungkus makanan
  • Pestisida dari pertanian
  • Pencemaran limbah pada air atau tanah
  • Sebu/asap kendaraan bermotor

  1. BAHAYA BIOLOGI
  • Mikroba : virus, parasit, kapang, bakteri
  • Binatang pengerat : tikus
  • Serangga : lalat, kecoa
  • Parasit : cacing, protozoa
  • Jamur

Tips Memilih Pangan Yang Aman :

  • Belilah pangan yang dijual di tempat yang bersih dan terlindungi dari matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor
  • Pilih hanya pangan yang bersih dan tertutup atau dikemas
  • Hidari pangan yang dijual oleh pekerja yang menggunakan perhiasan tangan yang berpeluang jatuh ke dalam pangan
  • Hindari memberi pangan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas koran
  • Hindari pangan yang dijual oleh penjual yang menangani pangan secara sembrono
  • Hindari pangan yang pembungkusnya distapler
  • Amati kondisi pangan sebelum dikonsumsi, apakah ada benda asing di dalamnya?
  • Jangan terpedaya dengan harga murah, pangan yang mengandung bahan pangan sintetis yang berlebihan atau bahan tambahan pangan terlarang atau berbahaya, yang biasanya dijual dengan harga murah
  • Amati warnanya, apabila makanan atau minuman terlalu mencolok atau berwarna cerah maka besar kemungkinan mengandung pewarna terlarang
  • Belilah pangan dari penjual yang mempunyai air pencuci peralatan bersih dan mengalir atau bila dalam ember selalu diganti

Mengenal HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu nama sebuah virus yang merusak sistem pertahanan tubuh manusia. Karena pertahanan tubuh telah dirusak HIV, penyakit-penyakit menjadi mudah masuk.

AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit karena pertahanan tubuhnya telah dirusak HIV

Orang yang baru terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala penyakit. Hingga bertahun-tahun, dia nampak sehat meski telah terdapat HIV di tubuhnya dan dapat menularkan HIV ke orang lain. Masa ini dinamakan masa HIV positif, atau masa tanpa gejala yang bisa berlangsung 5-10 tahun ataupun lebih.

Setelah jumlah HIV semakin banyak di tubuhnya dan sel kekebalan tubuh semakin rendah, maka ia memasuki masa stadium AIDS. Pada masa yang biasanya berlangsung 1-2 tahun ini, tampak gejala-gejala AIDS seperti :

  • Berat badan turun drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Batuk terus menerus
  • Pembengkakan pada leher dan/ atau ketiak

Saat ini telah ada obat-obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang dengan HIV AIDS), karena mampu menurunkan jumlah virus (HIV) serta menaikkan jumlah kekebalan tubuh ODHA. Dengan minum ARV secara rutin seumur hidup, masa tanpa gejala ODHA bisa diperpanjang, sehingga ODHA bisa tetap hidup produktif.

Siapa yang bisa tertular HIV ?

  • Siapapun bisa tertular HIV, jika perilakunya beresiko
  • Penampilan luar bukan jaminan bebas HIV
  • Orang dengan HIV positif sering terlihat sehat dan merasa sehat
  • Jika belum melakukan tes HIV, orang dengan HIV positif tidak tahu bahwa dirinya sudah tertular HIV dan dapat menularkan HIV kepada orang lain
  • Tes HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular HIV atau tidak

Cara mencegah Penularan HIV

  • Absen sex. Menghindari hubungan sex (Abstinence)
  • Bersikap setia. Menghindari ganti-ganti pasangan (Be faithfull)
  • Cegah dengan Kondom. Menggunakan kondom jika berhubungan sex dengan banyak pasangan (Condom)
  • Dilarang menggunakan narkoba, terutama narkoba suntik dengan jarum bekas secara bergantian (Drug)

HIV terdapat di sebagian cairan tubuh yaitu :

  • Darah
  • Air mani
  • Cairan vagina
  • Air susu ibu (ASI) dari ibu yang terinfeksi HIV AIDS

HIV menular jika darah, air mani, atau cairan vagina dari Odha masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi.

Hal-hal yang bisa menularkan HIV adalah :

  • Melakukan hubungan seksual dengan Odha tanpa alat pelindung (kondom)
  • Menerima transfusi darah, transplantasi (cangkok) organ dari orang yang terinfeksi HIV
  • Menggunakan jarum suntik yang bekas dipakai orang lain, dan mengandung darah yang telah terinfeksi HIV
  • Dari ibu hamil HIV positif ke janin dalam kandungannya

HIV tidak menular melalui :

  • Gigitan nyamuk
  • Berenang
  • Menggunakan fasilitas umum
  • Bersalaman/ berciuman
  • Batuk/ bersin
  • Makan/ minum

Status HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV secara sukarela

  • Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV
  • Konseling dan testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya
  • Manfaat konseling dan testing HIV sukarela : Mendapat informasi, pelayanan dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing; Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dari penularan HIV

Layanan Konseling dan Tes HIV di Kecamatan Sleman

Layanan Care Support and Treatment di Kecamatan Sleman

Sunmor Sembada Minggu Pahingan Sebagai Inovasi Penanggulangan Kemiskinan

_MG_0010
Sunday Morning (Sunmor) Sembada Minggu Pahingan merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kecamatan Sleman bekerjasama dengan KIM Kecamatan Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Minggu Pahing, berlokasi di Parkir Utara Lapangan Denggung.
Satu wadah Sunmor dapat memperoleh beberapa tujuan sekaligus, yaitu :
  1. Pengenalan UMKM
  2. Pengentasan Kemiskinan
  3. Pengenalan Budaya
  4. Peningkatan Minat baca
Pengenalan UMKM
Gelar potensi UMKM merupakan pemasaran produk lokal Kecamatan Sleman, baik berwujud makanan, minuman, pakaian, batik, maupun aneka kebutuhan yang lain.
Pengentasan Kemiskinan
Pemasaran produk UMKM dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku UMKM. Dari pelaksanaan yang sudah berjalan 6x ini ternyata omzet penjualan meningkat sekitar 20-40%.
Pelaku UMKM di Kecamatan Sleman sebagian besar adalah warga  miskin yang memiliki bidang usaha kecil dengan modal terbatas. Untuk itu Kecamatan Sleman melakukan trobosan dengan menggelar Sunmor secara gratis bagi pelaku UMKM.
Pengenalan Budaya
Selain pemasaran produk UMKM, kegiatan Sunmor juga diselingi dengan Pentas Seni yang berasal dari potensi lokal Kecamatan Sleman. Pentas Seni melibatkan sanggar seni, sekolah, maupun potensi desa.
Peningkatan Minat baca
Digelarnya Sunmor di Parkir Utara Lapangan Denggung yang berada di depan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman ternyata berdampak positif terhadap minat baca masyarakat. Pengunjung Sunmor tidak hanya sekedar menikmati hiburan kesenian atau berbelanja, tapi ternyata juga menyempatkan diri ke Perpusda untuk meminjam buku.
Kegiatan ini merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman (Ide Original Kecamatan Sleman). Inovasi ini unik karena banyak pemangku kepentingan yang terlibat baik pemerintah, swasta, sekolah, sanggar, maupun masyarakat
Manfaat Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan
  1. Memudahkan akses pelayanan kepada kelompok/ warga, terutama rentan miskin dan miskin sebagai pelaku UMKM dalam pemasaran produknya
  2. Memudahkan masyarakat menampilkan ekspresi seni, budaya sekaligus upaya pelestarian budaya lokal
  3. Memudahkan masyarakat dalam mendapat akses bacaan sekaligus meningkatkan budaya membaca