Profil LK3 Melati

family-1266188_1280

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) merupakan salah satu wahana penanganan masalah sosial psikologis keluarga yang mengedepankan pendekatan pekerjaan sosial dalam proses pelayanannya dan dukungan dari disiplin ilmu yang terkait. Pelayanan yang diberikan oleh LK3 antara lain pemberian informasi, konsultasi, konseling, advokasi secara profesional, serta merujuk sasaran ke lembaga pelayanan lain yang benar-benar mampu memecahkan masalah secara lebih intensif. Sejalan dengan makin kompleksnya permasalahan keluarga ini, maka diperlukan mekanisme penanganan masalah yang lebih dekat dengan kelompok sasaran.

Salah satu lembaga yang bergerak pada bidang konsultasi kesejahteraan keluarga yang berjalan aktif di Kecamatan Sleman adalah LK3 Melati. Berikut kami tampilkan profil dari LK3 Melati :

Nama Lembaga
:
Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3)  ‘Melati” Sleman berbasis masyarakat.
Alamat Kantor
:
Beteng RT 01 RW 12, Tridadi, Sleman
Struktur Organisasi
:
Pembina
:
1.       Dinas Sosial DIY
2.       Dinas Sosial Kabupaten Sleman
Penanggungjawab
:
Kuswati
Ketua
:
Mardjono
Sekretaris
:
Supriyati, S.Pd
Bendahara
:
Afief Noor Fauzia, S.Si
Psikolog
:
Puskesmas Sleman
Pekerja Sosial
:
Fitri Yulianti, S.Sos
TKSK
:
Rulli Dwi Saputri
Relawan
:
1.       Darmini
2.       Sriyati
3.       Siam Kurniasih
Tim Profesi
:
1.       A. latif
2.       Sukirno
Tokoh Agama
:
Drs. R. Suprapto
Jenis Kegiatan
:
a.       Melayani konsultasi keluarga, meliputi :
Penelantaran, Kenakalan/ Kriminal, Pemerkosaan/Pelecehan Seksual, KDRT, Masalah Ekonomi, Kesehatan, Narkoba, Eks Napi, dll.
b.      Kegiatan Teknis meliputi :
Melayani konsultasi harian baik klien lama maupun klien baru baik di kantor maupun jemput bola; Mengadakan kerjasama dengan instansi terkait apabila LK3 tidak mampu menyelesaikan kasus yang dihadapi; Rapat pengurus rutin; Pembahasan kasus/ case conference; Melakukan home visit; Mengikutsertakan klien pada program Askesos.
Waktu dan Tempat Konsultasi
a.       Waktu :
Hari Senin s/d Sabtu jam 08.00 s/d 13.00 WIB
b.      Jadwal Petugas :
–          Senin : Mardjono, Darmini
–          Selasa : Kuswati, Afif Noor Fauzia, S.Si
–          Rabu : Drs. R. Suprapto, Sriyati
–          Kamis : Rully Dwi Saputri, Kuswati
–          Jumat : Fitri Yulianti, S.Sos, Darmini
–          Sabtu : Supriyati, Siam Kurniasih
c.       Tempat :
Kantor LK3 Beteng RT 01 RW 12, Tridadi, Sleman

 

Artikel : MENGHINDARI PERCERAIAN

MENGHINDARI PERCERAIAN
(Seri Ketahanan Keluarga)
Oleh : Nasrodin Sugiyanto, S.Ag, M.Si
Disampaikan dalam Penyuluhan Keluarga Sakinah di Balai Desa Tridadi, Sleman

 

Pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang akan mendapat pahala jika kita melakukannya. Sebaliknya bila kita memutuskan untuk mengakhiri pernikahan maka perceraian sendiri adalah suatu hal yang halal untuk dilakukan. Jikalau sepasang suami istri melakukan perceraian, itu akan menggoncangkan ‘Arsy sebegitu dahsyatnya. Oleh karena hal tersebut, Allah membenci perceraian, meski telah dikatakan bahwa hal ini adalah halal. Jagalah keutuhan keluarga.

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atauk kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat diminta maju pengadilan.

Gejala rusaknya sebuah keluarga bisa ditengarai antara lain :

  1. Sering terjadi percekcokan/ pertengkaran
  2. Suami atau istri pergi tanpa berita
  3. Suami atau istri tidak tidur di rumah sendiri
  4. Suami atau istri selingkuh
  5. Suami atau istri sering curhat pada orang lain tentang kejelekan pasangannya
  6. Suami atau istri melakukan kegiatan di luar tanpa diketahui pasangannya

Untuk mensikapi hal-hal di atas ada tiga tindakan :

  1. Mendatangi rumahnya bertemu keduanya dan bantu cari solusi persoalannya
  2. Memanggil keduanya ke kantor dan bantu cari solusi persoalannya
  3. Melaporkan ke pihak yang bisa membantu menangani persoalannya

Diantara hal-hal yang kita kaji dari sebuah keluarga adalah kenapa gejala-gejala perceraian itu terjadi. Ada yang tidak beres dalam keluarga itu dan harus diperbaiki. Harus dicek dan diingatkan kembali tentang niat dan tujuan pernikahan mereka, kepastian hukum pernikahan mereka, kematangan jiwa dan raga mereka, dasar keagamaan dan pendidikan mereka, pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai suami atau istri.

  1. Niat dan Tujuan

Tidak punya tujuan karena terpaksa atau dipaksa menikah, karena hamil, dijodohkan. Tujuan yang salah. Ingin menyakiti atau menyengsarakan, membuat penderitaan karena balas dendam. Menikah hanya sementara untuk mencari kesenangan sesaat.

  1. Kepastian Hukum

Dalam prakteknya kita sering menerima konsultasi keluarga yang meskipun telah lama hidup bersama dan beranak pinak, ternyata mereka tidak dicatatkan pernikahannya secara peraturan yang berlaku. Salah satu pihak berbuat semaunya tanpa rasa takut akan hukuman.

  1. Kematangan Jiwa dan Raga

Pernikahan pada usia dini dan bawah umur sangat rentan perceraian karena kematangan jiwa dan sikap mental yangmasih rendah. Mereka masih memuja kesenangan tanpa bisa menghadapi persoalan dalam kehidupan keluarga mereka.

  1. Hak dan Kewajiban Suami Istri
  • Suami tidak memberikan nafkah untuk kebutuhan belanja keluarga.
  • Suami atau istri terlalu menghamburkan keluarga.
  • Suami atau istri tidak memberikan pelayanan kebutuhan biologis.
  • Suami tidak memberikan perlindungan, bimbingan, pendidikan agama dan teladan yang baik.
  • Istri menuntut pemberian nafkah di luar kemampuan suami.
  • Istri tidak taat berbakti kepada suami lahir dan batin.
  • Istri tidak bisa mengatur urusan rumah tangga dengan baik.

Bila kita telah mengetahui hasil kajian terhadap persoalan pokok dari keluarga maka dilakukan tindak lanjut untuk menyelesaikannya. Dengan melihat apa persoalannya, bila niat dan tujuan yang salah maka harus diprogram ulang. Bila tentang kepastian hukum bantu supaya ada kepastian hukum. Bila kematangan jiwa rendah maka diberikan pencerahan pendidikan dan pelatihan. Bila tentang hak dan kewajiban suami-istri maka perlu difahamkan dan dilaksanakan.

Kita harus bekerja pada fase-fasenya, yaitu sebelum masuk membentuk bahtera keluarga dan sesudah membangun dan melestarikan keluarga. Fase sebelum pembentukan keluarga adalah pembinaan kepada usia remaja dan usia menikah tentang keluarga dan persoalannya. Fase setelah terbentuk keluarga adalah pembinaan pendidikan dan pelatihan, konsultasi dan penasehatan perkawinan dan keluarga.

Kita bertindak dan berperan bisa sebagai tim khusus atau di luar tim, sesuai dengan profesi dan kedudukan kita masing-masing. Sebagai kepala keluarga kita bina dan jaga keluarga kita. Jadilah idola dan teladan buat anak-anak kita. Tanamkan kedekatan kepada Tuhannya. Tanamkan sopan santun budi pekerti dan akhlak mulia pada mereka. Sambungkan anak-anak kita kepada saudara-saudaranya, kerabat-kerabatnya baik dari keluarga bapaknya atau keluarga ibunya.

Sebagai tokoh masyarakat kita membina dan membimbing masyarakat dengan menjadi anggota masyarakat yang baik. Jadilah panutan buat masyarakat. Lindungi dan lestarikan kegiatan dan forum silaturhami di masyarakat yang bertujuan membangun kehidupan yang baik, kehidupan yang damai sejuk aman dan tentram.

Sebagai pegawai dan pejabat kita buat keputusan dan kebijakan dalam rangka pembinaan dan perlindungan masyarakat. Membuat mengawal dan melaksanakan aturan dan kebijakan sesuai kapasitas kita masing-masing. Maka muncullah pembinaan pra nikah (Suscatin), pembinaan keluarga sakinah (ada KST, DBKS), bimbingan pelestarian perkawinan dan keluarga (BP4).

Adapun kapasitas kita nilai terbesar adalah apa usaha kita untuk bisa berperan dan berpartisipasi membantu menjaga keutuhan sebuah keluarga yang bahagia dunia akherat.

 

Agenda Kecamatan Sleman

No Hari, Tanggal Jam Tempat Kegiatan
1 Kamis, 26 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Caturharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah
2 Kamis, 26 Januari 2017 12.30-15.30 WIB Balai Desa Triharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah
3 Jumat, 27 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Trimulyo Penyuluhan Keluarga Sakinah
4 Senin, 30 Januari 2017 09.00 WIB Pendopo Kecamatan Sleman Musrenbang Kabupaten Tingkat Kecamatan
5 Selasa, 31 Januari 2017 08.00-11.00 WIB Balai Desa Tridadi Penyuluhan Keluarga Sakinah
6 Selasa, 31 Januari 2017 12.30-15.30 WIB Balai Desa Pandowoharjo Penyuluhan Keluarga Sakinah