SERTIFIKASI ARAH KIBLAT MUSHOLA AL-IQRO’

Mushola Al-Iqro’ yang berada di lingkungan Kantor Kecamatan Sleman¬† telah memperoleh sertifikat Pengukuran Arah Kiblat dari Kementrian Agama Kabupaten Sleman. Sebelum adanya standard arah kiblat pegawai Kecamatan Sleman maupun masyarakat yang menggunakan mushola masih sering ragu-ragu, apakah arah sudah cenderung ke barat atau cenderung ke selatan.
Namun, setelah adanya sertifikat tersebut, pada saat ini jamaah Mushola Al-Iqro dapat lebih tenang dan mantab dalam beribadah.

PENATAAN LINGKUNGAN KANTOR KECAMATAN SLEMAN

Lingkungan kerja/kantor yang bersih, rapi, dan indah tentu saja menjadi idaman bagi setiap pegawai. Mulai tahun 2012 Kecamatan Sleman Kantor Kecamatan Sleman berbenah dengan penataan lingkungan kantor. Dimulai dengan pengecatan pagar luar kantor dari yang semula hijau menjadi putih, kemudian dengan penghijauan tanaman hias maupun tanaman keras seperti pucuk merah, sawo bludru, sawo kecik, kepel, dll. Dilanjutkan dengan pembuatan air mancur yang diletakkan di depan Seksi Sekretariat Kecamatan Sleman membuat semakin asri lingkungan kantor.
Rencana penataan lingkungan Kantor Kecamatan Sleman pada tahun 2013 ini salahsatunya adalah dengan pembuatan pedestrian dari jalan pintu masuk samping kantor sampai dengan halaman belakang, dengan disertai penanaman tanaman hias. Semoga dengan semakin tertata rapi dan cantiknya lingkungan Kantor Kecamatan Sleman dapat berbanding lurus dengan kinerja pegawai Kecamatan Sleman dalam melayani masyarakat.

PENGAJIAN AL-HIDAYAH UNTUK “CHARGE KEIMANAN”

Kecamatan Sleman senantiasa memfasilitasi kegiatan sosial keagamaan bagi warga massyarakat di sekitar kantor Kecamatan Sleman. Salah satu diantara kegiatan tersebut adalah fasilitasi kelompok Pengajian Al-Hidayah yang terdiri dari ibu-ibu yang berdomisili di sekitar kantor Kecamatan Sleman. Kegiatan tersebut diadakan setiap hari Rabu Pahing pukul 13.00 WIB.
Penceramah yang rutin mengisi kegiatan tersebut adalah Ketua MUI Kecamatan Sleman Bapak K.H. Wasyim Waskito S.
Pengajian ini bersifat terbuka sehingga siapa saja yang berminat untuk hadir dipersilahkan untuk ke Kecamatan Sleman pada jadwal tersebut.

PATROLI TERPADU MUSPIKA SETIAP MINGGU “LEGI”

Kecamatan Sleman sebagai pusat Ibukota Kabupaten tentu saja dengan kompleksitas warga dan permasalahan perlu mendapatkan perhatian khusus. Pencegahan tindak kejahatan maupun kerawanan sosial lainnya perlu perhatian seluruh pihak, terutamapara pemangku kepentingan di wilayah  Kecamatan Sleman dan masyarakat itu sendiri.
Untuk mencegah, mengawasi, dan menanggulangi permasalahan di wilayah Kecamatan Sleman dibentuklah kegiatan Patroli Terpadu.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh segenap Muspika Kecamatan Sleman.
Jika jajaran Muspika menggelar Patroli Terpadu, masyarakat juga diarahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.
Munculnya Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat dapat menjadi sarana untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Forum tersebut berfungsi sebagai ajang sosialisasi “COP” (COMMUNITY OF POLICE / CIVIL OF POLICE), yaitu menjadikan setiap individu/orang menjadi “polisi”, walaupun tidak harus menjadi anggota polisi/berseragam polisi, sehingga menjadi taat pada peraturan perundang-undangan, menjaga keamanan dan ketertiban diri pribadi, keluarga, dan masyarakat sekitar.
COP diharapkan menjadi jurus ampuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat mengingat perkembangan tindak kriminalitas dewasa ini. Jadi dengan adanya perhatian dari Muspika dan kesadaran masyarakat dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Sleman.

TABO SUDAH MULAI “MENULAR”

TABO alias Tanggap Bocah merupakan kelompok bocah/anak-anak yang menjadi juru pemantau jentik nyamuk di lingkungan rumah tangga. Embrio TABO berasal dari Padukuhan Ganjuran, Caturharjo yang terdiri dari anak-anak usia SD-SMP dan ini adalah yang pertamakalinya di Kabupaten Sleman.
Tujuan keberadaan TABO adalah untuk menurunkan angka jentik nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk seperti Demam Berdarah maupun Malaria dengan melakukan pengecekan rutin di lingkungan rumah tangga.
Jika ditemukan ada rumah yang terdapat jentik nyamuk segera diberi tanda dengan bendera warna pink. Maksudnya agar penghuni dan masyarakat segera waspada dan melakukan pembersihan lingkungan tempat tinggal nyamuk.
Pada saat ini TABO sudah mulai “menular” di seluruh desa se-kecamatan Sleman bahkan kecamatan lain di Kabupaten Sleman.
Sudah mulai terbentuk TABO-TABO lain di wilayah Kecamatan Sleman dan daerah lain di Kabupaten Sleman tentu saja menjadi hal yang sangat membanggakan dikarenakan masyarakat sudah mulai sadar akan kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan secara mandiri.
Sebuah aksi penularan secara positif dengan menyebarkan aksi kebaikan bagi kesehatan, bukan penularan secara negatif dengan menularkan penyakit kepada orang lain.

RENCANA PELEBARAN JALAN MAGELANG

Berdasarkan Surat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Satker. Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Propinsi DIY Direktorat Jenderal Bina Marga, Nomor : UM.02.06-BM.P1/200313/02, Tanggal 20 Maret 2013, telah diadakan sosialisasi di Ruang Pertemuan Cupu Watu Restope perihal pelebaran Jalan Magelang dari seputaran Denggung sampai dengan Jembatan Krasak (Perbatasan DIY-Jateng).
Tujuan pelebaran jalan tersebut adalah untuk memperlancar arus lalu lintas. Seperti yang kita ketahui bersama, arus lalulintas sepanjang Jalan Magelang sudah sangat padat, terlebih lagi pada jam-jam sibuk.
Pelebaran direncanakan akan ditambah 2 meter, dengan dilengkapi median jalan dari beton yang disertai tanaman hias sepanjang jalan. Pada tahun 2012 sudah dibangun 500 meter di sekitar kawasan Kemloko, Caturharjo. Tahun 2013 ini telah dimulai pembangunan dari seputaran Denggung hingga Pasar Sleman.
Median jalan dari beton dapat menjadi salah satu penurun angka kecelakaan karena kendaraan sudah tidak dapat lagi melaju melalui median jalan, sedangkan penambahan tanaman hias sepanjang jalan akan menambah kesan asri dan cantik sehingga tidak terkesan jalan raya selalu gersang dan panas.

PENATAAN PASAR SLEMAN LEBIH NYAMAN

Pasar Sleman sebelum penataan terkesan semrawut, dengan pedagang yang berada di sepanjang badan jalan sehingga mempersempit laju jalan dan menimbulkan kemacetan. Terlebih lagi jika pada hari pasaran yaitu “pahing” tiba, volume pedagang semakin meningkat sehingga badan jalan yang ada dipenuhi kendaraan yang akan lewat, pedagang, dan hilir mudik pembeli.
Namun setelah adanya penataan dengan relokasi pedagang yang berada di sepanjang badan jalan untuk masuk ke area yang telah disediakan dan pedagang yang mendirikan bangunan non permanen di bahu jalan juga direlokasi, saat ini jika melewati Pasar Sleman terasa lebih lancar tanpa kesan semrawut lagi.
Penataan Pasar Sleman sudah dirasakan efeknya bagi masyarakat di sekitar Pasar Sleman. Selain lebih lancar jika berkendara, kesan bersih dan tertib juga patut diapresiasi.
Penataan Pasar Sleman merupakan salah satu program untuk mendukung tercapainya Adipura bagi Kabupaten Sleman.

MENGAWALI RAPAT DENGAN BERNYANYI

Bernyanyi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Namun, apa jadinya jika bernyanyi dilakukan di sebuah ruang rapat resmi?? Di Kecamatan Sleman dapat ditemui hadirin rapat yang bernyanyi sewaktu akan mengawali kegiatan rapat/pertemuan.
Disini bernyanyi bukan sembarang bernyanyi lagu pop nasional dan internasional, namun Lagu yang dinyanyikan adalah lagu Nasional Indonesia, Mars Sleman Sembada, maupun Mars PKK.
Sejak tahun 2012 mulai dirintis setiap Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) yang dihadiri para Muspika diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya; Rapat Staf Kecamatan Sleman diawali dengan menyanyikan Lagu Bagimu Negeri dan Mars Sleman Sembada; Pada Rapat PKK diawalai dengan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan lagu Mars PKK dan Mars Sleman Sembada; Rapat lengkap Pamong Desa selalu diawali dengan menyanyian Mars Sleman Sembada.
Kegiatan bernyanyi dilakukan oleh seluruh hadirin rapat dengan penuh khidmad. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Bagimu
Negeri menghidupkan jiwa nasionalisme kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Sedangakan Mars Sleman sembada yang merupakan kekayaan lokal Kabupaten Sleman bukan berarti menunjukkan semangat ethnosentrisme dalam arti negatif, namun untuk menggugah semangat bahwa sebagai warga Sleman kita harus selalu siap membangun daerah kita sendiri dengan
potensi lokal yang kita miliki, kita wajib bangga menjadi warga Sleman karena disinilah kita hidup dan mengabdi.

PROGRAM HIBAH DARI DIRJEN. DIKTI UNTUK KECAMATAN SLEMAN

Pada tahun 2013 ini Kecamatan Sleman berasil memperoleh Program Hibah dari Dirjen. Dikti melalui UPN Veteran Yogyakarta yang disebut “IBW”.
Program tersebut merupakan program untuk pengembangan “Integrated Ecotourism Village” di Kecamatan Sleman yang bersifat multi years selama 3 (tiga) tahun, mulai tahun 2013 ini.
Awalnya adalah pengajuan proposal kepada Dirjen. Dikti melalui UPN Veteran Yogyakarta pada tahun 2012, yang kemudian melalui proses seleksi bersaing dengan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, dan akhirnya dapat dikabulkan.
Sasaran pengembangan “Integrated Ecotourism Village” di Kecamatan Sleman adalah Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo dan Desa Wisata Kadisobo II, Trimulyo.Pengembangan Desa Wisata Brayut bertitik pada pariwisata berbasis pertanian dan peternakan, sedangkan Kadisobo II yang merupakan embrio desa wisata akan dikembangkan lebih lanjut supaya menjadi desa wisata unggulan.

TIM PENANGGULANGAN KEMISKINAN (TPK) KECAMATAN SLEMAN

Setelah di tahun 2012 yang lalu Kecamatan Sleman “sukses” meraih penghargaan sebagai juara umum pada “TPK Award” tentu saja perlu langkah dan program nyata dalam menyongsong tahun 2013 ini.
Adapun program kerja TPK Kecamatan Sleman tahun 2013 antara lain:
Bedah rumah, Pelatihan life skill, Pengobatan Gratis, Khitanan Massal, Beasiswa Pendidikan, Hadiah untuk prestator Tingkat Kabupaten/Propinsi untuk Siswa SD, SMP, dan SMA.
Setidaknya terdapat 2 (dua) tim dalam menjalankan program-program TPK Kecamatan Sleman. Tim yang dimaksud adalah satu tim fokus terhadap penanggulangan kemiskinan melalui program langsung, seperti bedah rumah, pengobatan massal, pelatihan ketrampilan,khitanan massal, dll.
Sedangkan satu tim lainnya lebih bersifat pemberdayaan masyarakat, yaitu Pemberdayaan Ekonomi Kreatif
dimana TPK Kecamatan Sleman berusaha mengkomunikasikan Pengusaha besar dengan Usaha Menengah/kecil dengan menjadi “Bapak Angkat”. Adapun ada dua perusahaan besar yang telah digandeng oleh TPK Kecamatan Sleman sebagai “Bapak Angkat” pengusaha menengah/kecil yaitu Pertamina Semarang dan PT Angkasapura Yogyakarta.
Program ekonomi kreatif merupakan program ungulan teranyar dari TPK Kecamatan Sleman yang bertujuan untuk lebih menggerakkan roda perekonomian yang selama ini telah berjalan, namun masih kurang maksimal. Sejauh ini sudah ada 15 (lima belas) perusahaan di Kecamatan Sleman yang berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi kreatif.
Di tingkat desa pun tidak kalah sigap dalam membaca peluang. Telah terbentuk Forum Komunikasi Kemitraan Pengusaha se-Desa Caturharjo yang menjadi ujung tombak dalam pemberdayaan masyarakat khususnya Desa caturharjo. Kejelian TPK Desa Caturharjo dalam merangkul setidaknya 31 (tiga puluh satu) perusahaan di Desa Caturharjo diharapkan mampu meredam angka kemiskinan yang hingga tahun 2013 ini masih yang tertinggi di Kecamatan Sleman.
Perkembangan TPK Kecamatan Sleman di tahun 2013 ini antara lain sedang menyelesaikan Program Bedah Rumah di 5 (lima) desa
yang dimulai sejak bulan November 2012, hasil bantuan dari Kantor Pusat PT (Persero) Pegadaian sebesar Rp 53.000.000,-.
Awalnya bantuan tersebut hanya akan dialokasikan untuk 5 (lima) rumah, namun oleh TPK Kecamatan Sleman dikembangkan menjadi 8
(delapan) rumah dengan tambahan dana dari kas TPK Kecamatan Sleman sebesar Rp 4.000.000,-. Sehingga untuk Program Bedah Rumah
tahap ke dua ini TPK Kecamatan Sleman mengalokasikan dana Rp 57.000.000,-
Perkembangan yang lain adalah bahwa TPK Kecamatan Sleman bekerjasama dengan TPK Desa Caturharjo dan Desa Tridadi telah berkomitmen dengan perusahaan-perusahaan di wilayah desa masing-masing, untuk turut serta dalam program penanggulangan kemiskinan.
Dalam pertemuan antara TPK Kecamatan Sleman, TPK Desa Caturharjo, dengan perusahaan-perusahaan di Desa Caturharjo pada Selasa, 18 Februari 2013 berhasil mengumpulkan bantuan dengan nilai nominal sebesar Rp 171.949.005,-. Jumlah tersebut dapat meningkat dikarenakan ada perusahaan yang akan langsung menyampaikan bantuan kepada TPK Desa Caturharjo.
Pertemuan berikutnya antara TPK Kecamatan Sleman, TPK Desa Tridadi, dengan perusahaan-perusahaan di Desa Tridadi pada Kamis,
21 Februari 2013 menghasilkan kesepakatan bahwa perusahaan-perusahaan berkomitmen dalam penanggulangan kemiskinan.
Menanggapi komitmen dengan perusahaan-perusahaan tersebut, pada saat ini TPK Desa Caturharjo dan TPK Desa Tridadi sedang
mengajukan proposal penanggulangan kemisinan kepada perusahaan-perusahaan tersebut.
TPK Kecamatan Sleman juga pada saat ini telah mengajukan proposal kepada perusahaan-perusahaan mitra TPK Kecamatan Sleman, guna menjalankan program-program tahun 2013 ini. Diharapkan dengan adanya kemitraan dengan perusahaan-perusahaan di Kecamatan Sleman setidaknya dapat meraih total ekuivalen nilai uang sebesar Rp 325.000.000,- guna menjalankan program di tahun 2013 ini.