KANTOR KECAMATAN BERSELIMUT ABU VULKANIK

_MG_0083
Halaman Kantor Kecamatan Sleman

Dampak dari letusan Gunung Kelud pada Kamis, 13 Februari 2014 yang lalu terasa hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak terkecuali di Kantor Kecamatan Sleman.

Suasana Kantor Kecamatan Sleman serupa tatkala Gunung Merapi meletus pada tahun 2010 yang lalu. Seluruhnya terpapar abu vulkanik baik halaman dan di dalam ruangan. Bahkan ketebalan abu lebih parah dari pada tahun 2010 yang lalu, mengingat peristiwa hujan abu hanya berlangsung beberapa jam saja. Tidak seperti pada waktu tahun 2010 dimana hujan abu berlangsung beberapa hari.

Kondisi demikian tentu saja memerlukan tindak lanjut dari pegawai Kecamatan Sleman dengan segera melaksanakan kerjabakti pembersihan abu vulkanik agar pelayanan kepada masyarakat dapat nyaman dan normal kembali.

Halaman Kantor Kecamatan Sleman
Halaman Kantor Kecamatan Sleman
Halaman Kantor Kecamatan Sleman
Halaman Kantor Kecamatan Sleman
Karyawan Kecamatan Sleman tetap ceria di tengah abu vulkanik
Karyawan Kecamatan Sleman tetap ceria di tengah abu vulkanik

 

 

 

 

 

 

Kerjabakti bersih-bersih abu
Kerjabakti bersih-bersih abu
Kerjabakti bersih-bersih abu
Kerjabakti bersih-bersih abu

 

Kerjabakti bersih-bersih abu
Kerjabakti bersih-bersih abu

 

 

KUNJUNGAN KERJA GUBERNUR DIY

Gubernur DIY beserta Wakil Bupati Sleman disambut penari anak-anak
Gubernur DIY beserta Wakil Bupati Sleman disambut penari anak-anak

Pada hari Kamis, tanggal 13 Februari 2014 bertempat di Padukuhan Pepen, Trimulyo, Sleman, Guberbur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja atas undangan Karang Taruna setempat.

Kunjungan kali ini adalah untuk melihat potensi Padukuhan Pepen yang digerakkan oleh Karang Tarunanya beserta warga masyarakat, yaitu bidang Pertanian dan Peternakan, serta pemanfaatan lahan pekarangan guna tanaman sayur.

Memang di Padukuhan Pepen ini mempunyai potensi yang luar biasa. Pertanian yang dijalankan menganut sistem organik dengan menggunakan pupuk yang diolah sendiri dari Kandang Kelompok. Ada proses pemanfaatan potensi lokal dalam menjalankan roda perekonomian masyarakat yang sebagian besar adalah petani.

Petani tidak perlu khawatir adanya kelangkaan pupuk karena mereka dapat menyediakan sendiri. Petani tidak perlu khawatir hasil pertaniannya bernilai ekonomis rendah karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa beras organik berharga lebih mahal dari pada beras pasaran selama ini. Peternak tidak perlu khawatir kalau kotoran hewannya akan menjadi limbah bagi lingkungan. Justru kotoran hewan tersebut dapat bermanfaat bagi lahan pertanian mereka.

Dalam kunjungannya Gubernur DIY didampingi Wakil Bupati Sleman menyempatkan untuk menebar ikan di parit yang mengalir di Padukuhan Pepen. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kerajinan batik dan barang bekas. Tidak hanya barang kerajinan saja, namun yang didisplay juga terdapat contoh bibit padi dan  hasil pupuk buatan warga Pepen sendiri. Kunjungan selanjutnya meninjau keberadaan Kandang Kelompok yang sekaligus sebagai tempat pengolahan pupuk kandang. Dari pupuk kandang yang dihasilkan sendiri tersebut kemudian dimanfaatkan dilahan pertanian warga. Tinjauan selanjutnya adalah di tempat penyemaian bibit lombok.

Kunjungan Gubernur DIY diakhiri dengan sarasehan di Pendopo Pepen. Gubernur DIY berharap kepada Karang Taruna Padukuhan Pepen untuk mengembangkan lebih lanjut usaha mereka untuk memberdayakan pertanian hingga di level desa, sehingga jangkauannya jlebih luas. Gubernur DIY juga menyampaikan dana bantuan Gubernur yang dapat diakses oleh warga masyarakat.

Gubernur DIY dan Wakil Bupati Sleman melepas bibit ikan
Gubernur DIY dan Wakil Bupati Sleman melepas bibit ikan
Kunjungan ke tempat kerajinan barang bekas
Kunjungan ke tempat kerajinan barang bekas
Kunjungan ke kandang kelompok
Kunjungan ke kandang kelompok

 

 

 

 

 

 

Kunjungan ke lahan pertanian organik
Kunjungan ke lahan pertanian organik
_MG_0046
Kunjungan ke tempat penyemaian bibit lombok

 

Sarasehan bersama
Sarasehan bersama