Pencetakan KTP Elektronik Per 14 Agustus Terhenti Sementara

garuda

KEMENTRIAN DALAM NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

 

 

Jakarta, 28 Agustus 2015
Nomor : 471.13/9064/DUKCAPIL
Sifat : Segera Kepada Yth.
Lampiran : Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota
Hal : Pelayanan Pencetakan KTP-el
di-
 SELURUH INDONESIA

Dalam rangka pelayanan KTP-el di daerah yang meliputi perekaman dan pencetakan KTP-el perlu dilakukan verifiaksi ketunggalan data di Data Center Pusat. Pada saat ini fungsi Data Center mengalami gangguan sejak tanggal 25 Agustus 2015 yang mengakibatkan fungsi pencetakan KTP-el terhenti. Atas dasar kondisi tersebut, perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bersama ini kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut yang mengakibatkan ketidaklancaran dalam pelayanan pencetakan KTP-el di daerah;
  2. Pelayanan perekaman KTP-el dan penerbitan dokumen kependudukan lainnya tetap dapat dilaksanakan;
  3. Pelayanan pencetakan KTP-el masih perlu menunggu berfungsinya Data Center, yang saat ini sedang dilakukan upaya perbaikan. Apabila fungsi Data Center sudah normal kembali, akan kami informasikan ke daerah pada kesempatan pertama.

Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya kecuali pencetakan KTP-el. Untuk menjaga suasana tetap kondusif dalam pelayanan administrasi kependudukan diminta agar Saudara memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat.

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

DIREKTUR JENDERAL

KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

 

Ttd

Prof. Dr. ZUDAN ARIF FAKHRULLOH, S.H.,MH.

 

Tembusan :

  1. Bapak menteri Dalam Negeri (sebagai laporan);
  2. Bapak Sekretaris Jenderal Kementrian Dalam Negeri;
  3. Gubernur seluruh Indonesia;
  4. Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

 

Sosialisasi Pemilih Pemula

Vektor Logo BAWASLU-Badan Pengawas PemiluPada hari Senin Tanggal 7 September 2015 mulai pukul 08.30 WIB di Kecamatan Sleman diselenggarakan Sosialisasi Pemilih Pemula dalam rangka menghadapi Pemilihan Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman. Pertemuan diawali dengan sambutan Camat Sleman yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kecamatan, Bapak Ikhsan Waluyo.

IMG_20150907_075715Pemateri sosialisasi terdiri dari Bapak Ir. Djajadi (Ketua Panwaskab Sleman) dan Bapak Sukarno (Ketua Panwascam Sleman). Peserta sosialisasi terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK yang merupakan penduduk Kecamatan Sleman.

Materi berisi tentang partisipasi masyarakat/ pemilih pemula dalam Pemilihan Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman, yaitu diantaranya :

  • Ikut sosialisasi untuk cegah terjadinya pelanggaran
  • Bangun tradisi berdemokrasi di masyarakat dan keluarga
  • Tidak menjadi pelaku pelanggaran
  • Informasikan/ laporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran pemilih
  • Bersedia menjadi saksi

IMG_20150907_085107Generasi muda diajak menjadi pengawas partisipatif dalam kegiatan pemilihan. Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran berdemokrasi di kalangan para pemilih pemula. Adapun tujuan pengawasan partisipatif yaitu :

  • Mengembalikan makna Pemilihan (Pemilu). Secara filosofis-politis pemilihan adalah hajatan milik rakyat
  • Mengatasi keterbatasan personel pengawas pemilihan
  • Mencegah dan mengurangi praktek pelanggaran pemilihan
  • Mendorong hasil pemilihan yang lebih berintegritas

Peran relawan dalam proses pemilihan yaitu :IMG_20150907_085129

  • Memantau pelaksanaan pemilu, untuk memastikan pemilu berlangsung sesuai peraturan perundang-undangan
  • Melakukan kajian terhadap persoalan-persoalan kepemiluan dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, serta mendukung terciptanya ketaatan peserta pemilu dan penyelenggara pemilu terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Menyampaikan laporan pelanggaran pemilu dan ninformasi dugaan pelanggaran pemilu

Festival Upacara Adat dan Tradisi Budaya

3

Kecamatan Sleman pada hari Sabtu tanggal 5 September 2015 berpartisipasi dalam kegiatan Festival Upacara Adat dan Tradisi Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan ini Padukuhan Kalirase mewakili Kecamatan Sleman dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan Tradisi Wiwit.

1Sejatinya wiwit bermakna ungkapan doa dan syukur atas limpahan hasil panen yang telah diberikan oleh Tuhan Sang Rabbi Illahi (SRI). Dari kaca mata yang berbeda, dari sisi sosiologis dalam prosesi wiwit terdapat interaksi sosial. Wiwit merupakan simbol hubungan yang harmonis sebagai wujud interaksi sosial antara para petani, serta hubungan keselarasan antara petani pemilik lahan dengan alam yang telah menyediakan dan mencukupi kebutuhan petani padi. Hal yang sama juga bisa dilihat dalam konteks orang Jawa memaknai tradisi wiwit sebagai wujud terimakasih dan wujud syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep dan Dewi Sri ( Dewi Padi ) yang telah menumbuhkan padi yang ditanam sebelum panen.

2Dewi Sri ( Sinansari ) sendiri merupakan tokoh dalam kepercayaan umat Hindu / Jawa yang dipercaya memberikan kenikmatan berupa tanaman padi / beras, dikenal dengan Dewi Padi. Maka tak heran jika terdapat varietas padi, merk kemasan beras, nama usaha penggilingan padi maupun usaha dagang toko sembako memberi nama dengan “ SRI” atau “Dewi Sri”. SRI sendiri bisa dimaknai sebagai “Sang Rabbi Illahi”, sehingga niat untuk memanjatkan wujud syukur atas limpahan nikmat panen padi yang sudah di depan mata tetap lurus, hanya untuk Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam festival yang diselengarakan pada 5-6 September 2015 di Halaman Museum Gunung Merapi, Pakem yang lalu kecamatan Sleman tidak memperoleh juara. Juara dalam festival tersebut yaitu :

Juara I                  : Kecamatan Gamping

Juara II                 : Kecamatan Cangkringan

Juara III                : Kecamatan Godean

Juara IV                : Kecamatan Depok

Juara V                 : Kecamatan Ngaglik