Sosialisasi Penyembelihan Hewan Qurban

IMG_20150909_112704Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, pada hari Rabu tanggal 9 September 2015 di Ruang Rapat Kecamatan Sleman diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyembelihan Hewan Qurban yang dihadiri oleh Rois dan Takmir Masjid di Kecamatan Sleman. Sebagai narasumber dihadirkan Kepala KUA Sleman beserta staf dan perwakilan dari UPT Poskeswan Kecamatan Sleman.
IMG_20150909_093547Pemateri dari KUA Sleman memberikan pandangan penyembelihan hewan qurban dalam syariat Islam, diantaranya yaitu :
1. Dasar pelaksanaan qurban, baik dalam Al-Qur’an maupun dari Hadits
Di dalam Al-Qur’an perintah berqurban terdapat dalam Surat Al-kautsar (108) ayat 1 dan 2: “1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, 2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah”,
Sedangkan dalam hadits salah satunya adalah : “Dari Aisyah ra sesungguhnya Nabi SAW bersabda : Bahwa tidak ada amalan manusia pada hari raya adha yang lebih dicintai Allah SWT, selainmengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban)” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)
2. Macam-macam binatang qurban sesuai syariat
Hewan yang dapat dipakai qurban adalah binatang ternak. Adapun yang termasuk yaitu : unta, sapi, kerbau, kambing, domba, biri-biri
3. Cara penyembelihan hewan sesuai syariat
Penyembelihan qurban itu sama dengan penyembelihan biasa, tidak ada perbedaan, segala syarat yang dipakai dalam sembelihan biasa itu terpakai juga di sini. Perbedaanya hanya sedikit, yaitu : membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim dan Allahu Akbar, serta menerangkan untuk siapa udlhiyah itu dilakukan.
IMG_20150909_093611Pemateri dari UPT Poskeswan Kecamatan Sleman memberikan pandangan tentang :
1. Pemilihan hewan qurban yang sehat
Hewan yang akan digunakan untuk qurban harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan, baik oleh agama maupun kesehatan. Persyaratan tersebut adalah : Hewan tidak cacat, yaitu kedua mata dapat melihat, kedua telinga utuh, bertanduk biarpun pendek, tidak pincang, gemuk dan sehat.
Umur hewan qurban, domba dan kambing yang telah berumur satu tahun atau lebih (telah berganti gigi satu pasang). Sapi/kerbau minimal berumur dua tahun (telah berganti gigi satu pasang)
2. Pengulitan dan Pengeluaran Jeroan
Penanganan hewan qurban setelah disembelih sebaiknya dilakukan dengan posisi digantung pada kaki belakang, terutama kambing dan domba. Sebelum proses pengulitan, dilakukan pengikatan saluran pencernaan dan anus agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging.
  • Pengulitan sapi dan hewan besar lainnya dengan diberi alas bersih
  • Pengulitan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah perut, dilanjutkan dengan sayatan pada bagian kaki.
  • Selanjutnya dilakukan pengeluaran jeroan dan kemudian dipisah antara jeroan merah (hati, jantung, paru-paru, ginjal, lidah) dengan jeroan hijau (usus, rumen, retikulum, omasum, abomasum). Jerohan hijau sebaiknya direbus untuk menghindari pencemaran daging.
  • Karkas dipindahkan ke tempat khusus untuk penanganan daging lebih lanjut.
  • Setelah proses penyembelihan dan pengeluaran isi jeroan selesai, lubang penampungan harus segera ditutup dengan tanah.
  • Petugas penyembelih segera membersihkan diri dengan menggunakan air mengalir dan sabun.
3. Perlakuan daging qurban agar tetap sehat
  • Sediakan tempat yang bersih, jauh dari polusi, dan bahan berbahaya
  • Pisahkan daging dan jeroan dalam tempat berbeda
  • Daging sebelum dibagikan sebaiknya digantung
  • Rebus jeroan sebelum dibagikan untuk menekan tumbuhnya mikroorganisme agar daging tetap hygienis
  • Gunakan wadah daging yang bersih atau gunakan plastik transparan/bening, jangan gunakan plastik kresek hitam