Jadwal Pendistribusian Raskin Bulan Oktober 2015

berasKami beritahukan bahwa pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) Kabupaten Sleman untuk alokasi Bulan Oktober 2015, di Wilayah Kecamatan Sleman akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 7 Oktober 2015.
Adapun rincian per bulan sebagai berikut :

No.

Desa

Jumlah RTS

Jumlah Raskin

1.

2.

3.

4.

5.

Triharjo

Caturharjo

Tridadi

Pandowoharjo

Trimulyo

1.229

1.531

678

817

791

18.435

22.965

10.170

12.255

11.865

Jumlah

5.046

75.690

Dengan ketentuan sebagai berikut.
  1. Harga Rp 1600 per kg di titik distribusi.
  2. Pembayaran dengan sistem tunai di tempat (Cash and Carry)
  3. Pembagian beras Raskin harus tepat sasaran, 15 kg beras per RTS/bulan sesuai data PPLS 2011
Demikian untuk menjadikan perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Festival Bregada

ganj1Festival Bregada digelar  oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman yang hanya berselang satu hari dari Festival Ogoh-Ogoh. Festival Bregada digelar pada hari Sabtu tanggal 26 September 2015 dengan mengambil start Lapangan Pemda kemudian berpawai sepanjang Jalan KRT Pringgodiningrat hingga ke Lapangan Denggung. Festival ini diikuti oleh 34 bregada yang berasal dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Antusias masyarakat untuk menyaksikan jalannya festival tampak dengan berjejalnya orang di sekitar Lapangan Denggung. Memang Lapangan Denggung sebagai titik finish menjadi favorit penonton karena di titik inilah Bregada-bregada melakukan display dihadapan juri dan tamu undangan.

ganj2Tampaknya masyarakat masih menaruh minat yang tinggi terhadap gelaran tradisional di tengah maraknya hiburan modern. Semakin siang penonton semakin menyemut sehingga harus ditertibkan oleh petugas keamanan. Kecamatan Sleman dalam kesempatan ini mengirimkan dua kontingen untuk berpartisipasi dalam Festival Bregada. Kedua kontingen tersebut berasal dari Padukuhan Ganjuran, Desa Caturharjo yang mengirimkan Bregada Kyai Ganjur dan dari Padukuhan Toino, Desa Pandowoharjo yang mengirimkan Bregada Soreng Laga. Keduanya mengangkat tema serupa yaitu sejarah berdirinya padukuhan.