Uji Petik SELARAS

SELARAS merupakan kependekan dari Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu untuk Masyarakat Sejahtera. Ini merupakan sistem yang membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan, berdasarkan profil dalam Basis Data Terpadu/BDT, dan menghubungkan mereka dengan program-program pusat dan daerah yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. SELARAS juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan, melakukan rujukan, dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik.

Pelaksanaan SELARAS di Kabupaten Sleman serentak di 17 Kecamatan. Pada tahun 2015 ini sedang dalam tahap uji coba selama 4 bulan yaitu September, Oktober, November, dan Desember. Data yang dipakai dalam tahap uji coba ini adalah data berdasarkan SK Miskin Bupati tahun 2014.

Hari Senin (9/11) yang lalu perwakilan SELARAS Bapak Supriyono dari Jakarta mengajak diskusi Supervisor SELARAS Kecamatan Sleman, Gamping, Tempel, dan Kalasan bersama Manager Daerah yaitu Bapak Pranama dari BAPPEDA Kab. Sleman. Dalam diskusi itu Supervisor dan Manager Daerah memberikan masukan tentang teknis aplikasi SELARAS dan kendala apa saja yang ditemui di lapangan baik oleh fasilitator maupun supervisor. Hasil diskusi di Sleman nantinya akan menjadi bahan evaluasi Tim Selaras Jakarta untuk dibawa ke Kementrian Sosial.

Aplikasi yang masih sering perlu di update, aplikasi masih sering error, aplikasi yang masih belum lengkap menjadi masukan dominan dari para supervisor. Selain itu kendala dari fasilitator yang kebanyakan adalah Kepala Bagian Kesra Desa membuat SELARAS belum dapat maksimal mengingat kesibukan Kabag. Kesra dengan berbagai kegiatannya di desa.

Hari Selasa (10/11) kemarin Perwakilan SELARAS dari Jakarta didampingi Manager Daerah melakukan uji petik terhadap usulan yang dimasukkan melalui aplikasi SELARAS. 3 Kecamatan yang dikunjungi sebagai sampel uji petik yaitu Sleman, Tempel, dan Kalasan. Di Kecamatan Sleman uji petik dilakukan di Desa Trimulyo dengan Fasilitator Bapak Surahman. Setidaknya ada 3 KK yang dikunjungi dalam uji petik di Desa Trimulyo, yaitu 1 KK di Padukuhan Kadisobo II dan 2 KK di Padukuhan Kalangan.

Fokus uji petik di Desa Trimulyo terkait dengan usulan Program Indonesia Sehat. Memang kebanyakan Fasilitator Desa Trimulyo mengusulkan data tentang Program Indonesia Sehat. Tujuan dari uji petik ini adalah melihat cara kerja fasilitator apakah sudah sesuai dengan sasaran dan mengecek kemampuan fasilitator dalam mempergunakan aplikasi. Uji petik berjalan lancar tanpa ada hambatan dikarenakan apa yang diinginkan oleh perwakilan SELARAS Jakarta sesuai dengan fakta di lapangan.