Iuran JKN – KIS

Jumlah dan Mekanisme Pembayaran Iuran sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan dan Perpres Nomor 28 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan sebagai berikut :
  1. Bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, iuran dibayarkan oleh Pemerintah
  2. Iuran bagi Peserta Penerima Upah yang bekerja pada Lembaga Pemerintah terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota POLRI, Pejabat Negara dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri sebesar 5% (lima persen) dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan :
  • 3% (tiga persen) dibayar oleh Pemberi Kerja
  • 2% (dua persen) dibayar oleh Peserta
  1. Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% (lima persen) dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan :
  • 4% (empat persen) dibayar oleh pemberi kerja
  • 1% (satu persen) dibayar oleh peserta
Hak Kelas Perawatan :
Besaran Upah/gaji Pekerja penerima upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta
Hak Kelas Rawat
< Rp 4 juta
Kelas II
>Rp 4 juta s/d Rp 8 juta
Kelas I
  1. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bulan Pekerja (BP) dibayar oleh Peserta atau pihak lain atas nama peserta.
Besaran iuran PBPU dan BP yang berlaku mulai 1 April 2016 menjadi sebesar :
  • Rp 80.000,- per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I
  • Rp 51.000,- per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II
  • Rp 25.500,- per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III
  1. Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya