RAPAT KOORDINASI PIMPINAN KECAMATAN SLEMAN

RAPAT KOORDINASI PIMPINAN KECAMATAN SLEMAN

Kecamatan Sleman, melaksanakan Rakorpim di Pendopo Kecamatan Sleman, pada tanggal 17 Maret 2020, yang dihadiri oleh  anggota Forkompimcam , instansi di wilayah Kecamatan Sleman, Kepala sekolah dan Desa se Wilayah Kecamatan Sleman.

Sebelum pelaksanaan Rakorpim, secara rutin dilaksanatan Posbindu

Dalam sambutannya, Camat Sleman  menyampaikan bahwa dengan adanya pandemi Korona Covid 19  ini, kegiatan yang bersifat mengumpulkan masa banyak untuk sementara ditangguhkan pelaksanannya, sedangkan yang bersifat koordinatif dapat dilaksanakan dengan beberapa persyaratan, yaitu tidak melakukan jabat tangan, diatur/ menjaga jarak aman, menyediakan hand sanitizer, dan menyediakan minuman hangat dari rebusan  curcuma seperti   minuman jahe dan sere yang disajikan saat ini.

Lomba EPDESKEL, Kecamatan Sleman telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu diwakili oleh Desa Pandowoharjo, yang disambut dan dilaksanakan  sangat antusias oleh seluruh warga Pandowoharjo.

Intensifikasi Kecamata Sleman, tahun 2019, ada 4 padukuhan yang lunas, untuk tahun 2020 sampai saat ini sudah ada 5 padukuhan yang lunas, yaitu Pandowoharjo (4 padukuhan) dan  Caturharjo (1 padukuhan), sehingga sangat diharapkan padukuhan yang tahun kemarin lunas segera menyusul.

Dalam rangka untuk meningkatkan tertib administrasi, telah dilaksanakan Pelatihan Sidex Desaku. Sedangkan untuk pelaksanaan Pilkades secara E-votting akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2020, dengan agenda sebagai berikut :

1. Deklarasi damai Calon Kepala Desa, tanggal 18 Maret 2020;

2. Kampanye dialogis dilaksanakan pada tanggal 23 sd 25 Maret 2020;

3. Hari Tenang , tanggal 26 sd 28 Maret 2020;

4. Gladi bersih di PPS dan tim teknis, tanggal 28 Maret 2020;

5. Pelaksanaan Pilkadesm, tanggal 29 Maret 2020;

Untuk persiapan Pilkada 2020, PPK sudah terbentuk dan untuk sekretariat masih menunggu SK Bupati sleman, sedangkan PPS saat ini baru pada tahap ujian.

Di Pelayanan umum, etak KTP dan KK sudah lancar, termasuk KTP baru. Sedang untuk mengganti KTP lama, 2 hari sudah selesai. Kebijakan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tahun 2020 tidak dipungut biaya sampai dengan bangunan maksimal tahun 2015 dan luas bangunan maksimal 400 m2.

Pada kegiatan Rakorpim saat ini, disampaikan juga materi terkait Korona Covid -19 yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sleman dr Eliza Sinaga. Gejala klinis Covid-19 adalah, demam (suhu lebih dari 38 derajad), batuk, sulit bernafas, sesak memberat, fatigue, Mialgia, gejala gastrointestinal (diare).

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi covid-19. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah dengan menghindari virus penyebab. Pencegahan penularan dalam kehidupan sehari-hari  adalah sbb :

1. Cuci tangan dengan sabun dan air selama 29 detik, Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol dengan kandungan 60%, jika air dan sabun tidak tersedia

2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Hindari kontak dengan orang yang sakit.

3. Gunakan masker saat sakit, tetap di rumah, jangan banyak aktifitas di luar rumah.

4. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan  tisue.

5. Bersihkan secara rutin benda yang sering di sentuh.

Di akhir materi, dr Eliza memberikan contoh cara mencuci tangan yang benar. (MZ  220320)

Pemerintah Kecamatan Sleman Siap Gelar Pilkades secara e-Votting

Pemerintah Kecamatan Sleman Siap Gelar Pilkades secara e-Votting

KBRN, Sleman : Sebanyak 9  Calon Kepala Desa di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman siap mengikuti pemilihan Kepala Desa di tiga desa di wilayah setempat.

Camat Sleman Mustadi mengatakan di Kecamatan Sleman ada tiga desa yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa kades yakni Desa Caturharjo ada 4 calon, Triharjo 2 calon dan desa Pandowoharjo ada 3 calon, dengan jumlah pemilih di 3 desa tersebut sebanyak 33 ribu 315 orang dengan jumlah TPS sebanyak 113.

“Terkait persiapan Pilkades di Kecamatan Sleman sudah mencapai 90 persen, yang belum hanya kampanye akan dilaksanakan pada 23, 24 dan 25 Maret, berikutnya hari tenang dan pada 29 Maret pelaksanaan pilkades dengan cara e-votting elektronik,” jelas Mustadi, Sabtu (21/3/2020).

Ia menghimbau kepada masyarakat di tiga desa yang melaksanakan pilkades agar datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

“Jangan sampai golput, dengan harapan pesta demokrasi di Kecamatan Sleman bisa berjalan dengan aman, lancar, kondusif karena kita warga pedesaan mempunyai ciri khas yakni kekeluargaan , persaudaraannya juga kuat. Perbedaan itu hal yang biasa tetapi tetap mengedepankan kekeluargaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Camat Sleman Mustadi mengatakan dalam pilkades tersebut menerjunkan sekitar 226 anggota Linmas untuk membantu POLRI, TNI, Pemerintah yang akan ditugaskan untuk pengamanan di sejumlah TPS yang ada di tiga desa. (yon/yy

Pemerintah Kabupaten Sleman Siap Hadapi Corona

Pemerintah Kabupaten Sleman Siap hadapi Corona

Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah. Per Senin (16/3/2020) pukul 05.00 WIB, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif COVID19  di Indonesia.

Banyak Informasi yang kita dapatkan terkait Virus Corona membuat kita harus lebih bijak melihat isi pesan dari informasi dan menentukan Informasi tersebut adalah benar dari sumber yang kredibel,Pemerintah Kabupaten Sleman menghimbau agar kita tetap tenang tak perlu panik namun perlu hati-hati dan tetap menjaga kebersihan dengan pola hidup sehat.seperti yang kami kutip salah satu himbauan yang sudah disampaikan Oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sri Purnomo menghimbau kepada masyarakat khususnya warga Sleman untuk tidak panik dalam menanggapi perkembangan isu wabah corona. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sleman saat menggelar jumpa pers di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (4/3).

“Masyarakat tidak perlu panik sampai borong masker dan bahan kebutuhan pokok. Namun perlu hati-hati dan tetap menjaga kebersihan dengan pola hidup sehat,” katanya. Sri Purnomo juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan langkah-langkah dalam menghadapi isu wabah corona yaitu salah satunya berkoordinasi dengan seluruh puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, Sri Purnomo menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman siap menanggung seluruh biaya pengobatan jika ada pasien di wilayah Sleman yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. “Kami siap, jika kemudian terdapat pasien yang dinyatakan positif terkena virus corona Pemerintah Kabupaten Sleman akan menanggung seluruh biaya pengobatan sesuai arahan Pemerintah Pusat,” kata Sri Purnomo.

sumber photo by.www.freepik.com