HORMAAATTT GRAAAKK…..!!!

“HORMAAATTT GRAAAKK….!!!” Suara komandan upacara yang identik dengan suara lantang dan berat, kali ini suara lembut seorang perempuan namun tetap lantang bergema di halaman Kecamatan Sleman. Pada hari ini, Kamis, 25 April 2013 suasana upacara bendera yang biasa didominasi petugas dari kaum adam berubah menjadi dominasi kaum hawa.

Teriakan “hormaaattt graaakk…!!!” salah satu aba-aba dari Kasi. Perekonomian Pembangunan Kecamatan Sleman Ibu Sumariyah yang bertindak sebagai Komandan Upacara memecah keheningan peserta upacara bendera. Yaa...memang hari ini petugas upacara di Kecamatan Sleman dilaksanakan oleh ibu-ibu karyawati Kecamatan Sleman dan perangkat desa. Dari Inspektur Upacara, Komandan Upacara, Pengibar Bendera, Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945, Pembaca Panca Prasetya Korpri, hingga petugas upacara yang lain seluruhnya diemban oleh petugas perempuan.

Upacara hari ini di halaman Kecamatan Sleman adalah dalam rangka memperingati HUT Satuan Perlindungan Masyarakat ke-51, HUT Satuan Polisi Pamong Praja, Peringatan Hari Kartini, dan Peringatan Hari Otonomi Daerah. Dalam momen peringatan Hari Kartini tahun 2013 inilah mengapa para petugas upacara bendera diemban oleh kaum hawa.

Setidaknya melalui bertugas dalam upacara bendera dapat menyimbolkan bahwa perempuan ternyata dapat tampil sehebat laki-laki.Tampil dalam sisi positif tentunya seperti melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Perempuan dapat menyumbangkan buah pikiran dan tenaga dalam pembangunan negara ini, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Walaupun peringatan Hari Kartini dilakukan secara sederhana, namun hal tersebut telah berhasil menunjukkan eksistensi kaum perempuan, sekaligus juga merupakan pesan bagi kaum laki-laki bahwa ternyata perempuan tidak lemah, perempuan juga mampu, perempuan dapat menjadi mitra dalam bekerja, dan perempuan harus senantiasa dihormati.

Akhir kata selamat bagi kaum perempuan Indonesia yang mana telah berhasil meneruskan cita-cita R.A.Kartini, terus berjuang, teruskan semangat R.A. Kartini tanpa harus meninggalkan kodrat sebagai seorang perempuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *