KERJASAMA KECAMATAN SLEMAN DENGAN BANK INDONESIA

Kecamatan Sleman mulai melebarkan sayap kerjasama dalam penanggulangan kemiskinan. Tidak hanya dengan perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Sleman saja, namun kerjasama kali ini telah melebar hingga ke Bank Indonesia Perwakilan DIY yang notabene berada di JalanĀ  Pangeran Senopati (wilayah Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta).

Kecamatan Sleman melalui Tim Penanggulangan Kemiskinan dan Tim Ekonomi Kreatif yang telah terbentuk dari Tingkat Kecamatan, Desa, hingga ke Padukuhan membawa misi untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kecamatan Sleman. Kemiskinan tidak hanya terkait dengan rendahnya pendapatan keluarga, kekurangan lapangan pekerjaan, maupun rumah tidak layak huni. Namun, kemiskinan juga tercermin dari segi kesehatan khususnya fasilitas jamban perumahan yang buruk.

Masyarakat kurang mampu cenderung mengabaikan kondisi kebersihan jamban, atau bahkan tidak memiliki fasilitas tersebut sehingga dapat berpengaruh pada tingkat kesehatan. Untuk itu Tim Penangggulangan Kemiskinan dan Tim Ekonomi Kreatif Kecamatan Sleman berusaha membidik peluang kerjasama dengan pihak lain dalam hal ini Bank Indonesia Perwakilan DIY untuk menanggulangi permasalahan kesehatan, pola hidup bersih dan sehat (Stop BABS), pendidikan, dan kebersihan lingkungan hidup melalui program jambanisasi.

Proses kerjasama antara Kecamatan Sleman dengan Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta diawali dengan kunjungan silaturahim Camat Sleman Drs. H. Hery Sutopo, MM, M.Sc kepada direksi Bank Indonesia, selanjutnya diberikan arahan agar Kecamatan Sleman mengajukan proposal kepada Bank Indonesia.

Sebagai tindaklanjut dari kunjungan Camat Sleman ke Bank Indonesia, kemudian pembuatan proposal didelegasikan kepada TPK Desa Caturharjo dan telah diajukan ke Bank Indonesai pada 8 Juli 2013. Desa Caturharjo direncanakan sebagai lokasi program jambanisasi perumahan bagi warga kurang mampu. Penunjukan Desa Caturharjo sebagai lokasi program bukan tanpa alasan karena di wilayah Kecamatan Sleman angka rumah tidak berjamban Desa Caturharjo masih tinggi yaitu dari 3.387 jumlah rumah di 20 padukuhan, setidaknya 300 rumah tidak memiliki fasilitas jamban.

Pada akhirnya melalui Surat Bank Indonesia nomor : 15/33/DKom/Yk, tanggal 23 Juli 2013 Bank Indonesia Perwakilan DIY bersedia berpartisipasi dalam program pembangunan jamban sebanyak 8 unit senilai Rp 15.200.000,-

Sebuah awal yang bagus dalam proses kerjasama karena hanya dalam tempo lebih kurang 2 minggu saja pengajuan proposal langsung dijawab dan direalisasikan.

Saat ini sedang dirintis pula kerjasama dengan PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Bandara Adisucipto untuk program yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *