Mari ber-Biopori

Beberapa waktu yang lalu wilayah kita dilanda kemarau cukup panjang yang mengakibatkan sumber-sumber air banyak yang mengering. Saat ini ketika musim hujan banyak air yang hanya mengalir terbuang saja di sekitar rumah. Kita perlu mengantisipasi akan datangnya musim kemarau dengan memanfaatkan air hujan yang pada saat ini masih sering turun. Salah satu cara pemanfaatan air hujan sebagai cadangan air tanah di musim kemarau adalah dengan pembuatan biopori.
Perlu kita ketahui apakah biopori itu?? Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.
Biopori mampu meningkatkan kemampuan daya serap tanah terhadap air. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Selain itu, kompos dalam lubang ini dapat diambil untuk kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
Cara membuat bipori pada umumnya menggunakan peralatan khusus yaitu bor tanah yang dioperasikan secara manual, namun dengan ketelatenan juga dapat mempergunakan linggis. Lubang biopori dibuat dengan lebar 10-30 cm dan kedalaman 80-100 cm yang dapat mengoptimalkan kinerja organisme pengurai di dalam tanah. Setelah lubang dibuat kemudian dimasukkan dedaunan atau sampah organik yang lain dan diberikan tutup berlubang di atasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *