RAPAT KOORDINASI TOKOH AGAMA DAN MASYARKAT KECAMATAN SLEMAN

RAPAT KOORDINASI TOKOH AGAMA DAN MASYARKAT KECAMATAN SLEMAN

Kecamatan Sleman menyelenggarakan Rapat koordinasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat , yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan sleman, yang menghadirkan perwakilan dari MUI, DMI, NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, FKUB, Penyuluh Agama dengan nara sumber dari KUA, Puskesmas dan Polsek. Tujuan rapat, adalaha untuk membuat kesepahaman dari tokoh-tokoh yang hadir dalam penanganan antisipasi semakin meluasnya Covid-19 di Kecamatan Sleman.

Dari Kecamatan Sleman dimakili oleh Sekcam, yang menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakor Gugus Penanganan Covid-19, yang telah dilaksanakan pada hari Kamis,2 April 2020. Mengingan penyebaran Covid-19 di Indonesia begitu cepat dan sudah merupakan pandemi, dimohonkan semua fihak bisa ikut berperan serta dalam penanganan covid, disesuaikan dengan bidangnya.

Lebih lanjut, sekcam Sleman menyampaikan bahwa, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari semua jenjang telah terbentuk, dan banyak yang telah di lakukan. Harapannya dari pertemuan ini, akan ini akan terjadi satu kesepaham. karena kalau kesepakatan, tidak bisa, masing-masing punya pendapat/dasar/dalil yang berbeda dalam mensikapi suatu permasalahan.

Dr. Eliza Kepala Puskesmas Sleman menyampaikan , bahwa yang trerkena virus dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu ODP, PDP, Positif, dan OTG. data terbaru, seluruh Indonesia yang positif sudah 2491 orang, meninggal 209 (8,4%), sembuh 192 (7,7%) dan dalam perawatan 290 orang.

di DIY, positif 37 orang, yang 17 orangberada di sleman, 5 meninggal, 6 sembuh, 26 positif dalam perawatan, dan 99 dirawat tetati masih menunggu hasil lab. Upaya yang bisa dilakukan, adalah bagaimana agar virus tersebut tidak menular ke orang lain

Dari KUA, dalam upaya memutus rantai korona tersebut, mulai tanggal 1-21 April 2020, tidak menerima pendaftaran ahad nikah, dan pelaksanaan ahad nikah semua pindah ke kantor serta dibatasi yang hadir hanya 10 orang.

Jum’atan dan ibadah digereja sementara tidak dilaksanakan, peribadatan dilakukan di rumah masing-masing. Untuk pengajian, dengan perkembangan sekarang ini, dapat dilakukan melalui hp, baik berupa rekaman vidio maupun ceramah tertulis, sehingga masyarakat tidak perlu tatap muka langsung. (MZ070420)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *