Siaga DBD

Bertempat di rumah makan Muara Kapuas, Sawahan, Pandowoharjo, Selasa (16/2) Tim Pokjanal DBD Kecamatan Sleman melaksanakan rapat koordinasi menindaklanjuti kasus Demam Berdarah yang hingga bulan Februari 2016 ini sudah mencapai 13 kasus. Hingga hari ini Tim Pokjanal DBD Kecamatan Sleman sudah mengadakan pemantauan Jentik dan Kebersihan Lingkungan di Ngemplak Caban, Tridadi; Karangasem, Pandowoharjo; Ngangkrik, Triharjo dan semuanya itu belum memenuhi target angka bebas jentik 95%.
Memang dari 13 kasus tersebut tidak ditemukan akibat kematian, namun tetap saja resiko kematian dirasa tetap tinggi. Munculnya kasus DBD tidak terlepas dari kepedulian masyarakat untuk PSN masih rendah, terbukti dengan banyak ditemukan genangan air di lingkungan rumah. Dari Pemerintah Kabupaten pun perhatian serius akan PSN juga belum begitu tinggi, karena terbukti masih banyak ditemukan jentik nyamuk di lingkungan kantor Pemda.
Dari pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi sebagai berikut :
  1. Setiap padukuhan harus membentuk TABO, agar kesadaran masyarakat terhadap PSN mulai tumbuh
  2. Setiap padukuhan harus mempunyai pengelola sampah
  3. Setiap hari minggu harus ada gerakan kebersihan lingkungan di masing-masing padukuhan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang dipimpin oleh Dukuh
  4. Menguras bak mandi, tempat penampungan seminggu 2x
  5. Tim Pokjanal DBD untuk memantau di padukuhan-padukuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *