TABO Melawan Demam Berdarah

DBD masih sulit diberantas salah satu penyebabnya yaitu karena rendahnya kesadaran masyarakat menyangkut kebersihan lingkungan. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan instrumen 3M (menguras, menutup, dan mengubur) sudah sering disosialisasikan oleh pemerintah baik melalui media elektronik maupun sosialisasi langsung ke masyarakat. TABO (Tanggap Bocah) merupakan juru pemantau jentik (jumantik) yang bertugas untuk mempromosikan 3 M plus kepada masyarakat sekaligus berperan aktif di lingkungan untuk memantau berkala jentik nyamuk.

Perlu terobosan dalam rekrutmen kader kesehatan dimana permasalahan selama ini orang-orang dewasa telah sibuk dengan aktivitas bekerja di luar rumah, sehingga akhirnya perlu dimunculkan anak usia SD sebagai kader kesehatan tambahan. Usia ini dipilih karena pada usia ini anak cenderung jujur dan apa adanya. Anak tidak berbohong dan melakukan apa adanya. Pada usia tersebut anak juga tidak terlalu banyak memiliki aktivitas sehingga dapat diajak kegiatan. Ketertarikan anak pada aktivitas luar rumah dan teman sebaya juga menjadi alasan dipilihnya usia ini. Kader kesehatan tambahan ini dinamai sebagai Tanggap Bocah (TABO) dengan tugas sebagai jumantik cilik.

Pada tahun 2015, Dinas Kesehatan Yogyakarta mencatat jumlah penderita demam berdarah mencapai 945 orang. Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sendiri telah mencatat adanya 538 kasus demam berdarah. Jumlah tersebut memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan 736 kasus DBD yang terjadi pada tahun 2013. Akan tetapi, hal ini belum bisa menjanjikan apapun mengingat pada tahun 2013 wilayah Yogyakarta termasuk ke dalam tiga besar provinsi dengan IR DBD tertinggi sebesar 95,5 per 100.000 penduduk. Selain itu, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman merupakan daerah endemis termasuk kecamatan Sleman.

Data Puskesmas Sleman tahun 2015 mencatat sebanyak 28 kasus dari lima desa cakupan (Tridadi, Caturharjo, Triharjo, Trimulyo, dan Pandowoharjo), angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2014 yaitu 25 kasus. Angka bebas jentik pada tahun 2014 adalah 92,5% dan meningkat lebih baik pada tahun 2015 yaitu 94,6%. Berdasarkan data tersebut  dapat disimpulkan bahwa kewaspadaan terhadap DBD masih harus terus ditingkatkan.

Hal yang paling menentukan dan menjadi kunci penting dalam kegiatan ini adalah keluarga. Karena anggota TABO terdiri dari anak-anak, dan anak-anak adalah bagian dari keluarga. Tim UKM Puskesmas Sleman melakukan sosialisasi keluarga bersama dengan kader kesehatan di masing-masing dusun. Maksud dan tujuan kegiatan TABO ini  dijelaskan sekaligus memaparkan situasi lingkungan saat itu termasuk bahayanya peyakit demam berdarah yang sedang banyak menjangkit warga.  Perubahan perilaku menjadi hidup bersih dan sehat tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi sejak dini yaitu anak-anak sehingga di kemudian hari anak-anak dapat melanjutkan dan menerapkan apa yang sudah dipelajarinya sejak dini. Sehingga partisipasi anak-anak sangat dibutuhkan dalam kegiatan TABO dalam rangka menekan angka kejadian DBD dan mewujudkan perilaku hidup  bersih sehat.

Dalam rangka mendukung dan mewujudkan keberlanjutan kegiatan TABO, dilakukan penjalinan kerjasama, koordinasi dan pelibatan berbagai pihak yang berkepentingan yaitu instansi pemerintah setempat. Inisiatif kegiatan TABO disampaikan melalui rapat koordinasi tingkat desa selanjutnya muncul SK pembentukan kader jumantik TABO di tingkat desa.  Pada tingkat kecamatan melalui rapat koordinasi tingkat kecamatan serta melaporkan ke dinas kesehatan kabupaten Sleman terkait dengan adanya kegiatan TABO dalam rangka menekan angka kejadian DBD dan perilaku bersih dan sehat.

TABO pertama kali didirikan pada tahun bulan April 2009  di satu dusun saja yakni dusun Ganjuran Desa Caturharjo. Saat itu TABO memiliki anggota sebanyak 35  anak. Angka Bebas Jentik (ABJ) saat itu di dusun Ganjuran  adalah  ABJ  85 %. Program TABO berjalan selama 1 tahun dan dievaluasi menunjukkan keberhasilan dengan penurunan ABJ menjadi 90 %.

Berikut adalah urutan terbentuknya TABO di setiap dusun sejak tahun 2009:

  1. Tahun 2009
  • Dusun Ganjuran Jumlah Tanggap Bocah 35 anak, jumlah Pendamping 8 orang
  1. Tahun 2010
  • Dusun Ngangkruk, Desa Caturharjo Jumlah TABO 35 anak, kader pendamping 6 orang
  • Dusun Medari Gede , Desa Caturharjo Jumlah TABO 30 anak, kader pendamping 6 orang
  • Dusun Nambongan . Desa Caturharjo Jumlah TABO 50 anak, Pendamping 12 orang
  • Dusun Plalangan, Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 30, Pendamping 4 orang
  • Murangan VIII, Desa Triharjo, Jumlah TABO 85 Anak, Pendamping 10 orang
  • Kadisobo I, Desa Trimulyo, Jumlah TABO 35 Anak, Pendamping 4 orang
  • Dusun Jaban, Desa Tridadi , Jumlah TABO 40 anak, Pendamping 4 orang
  1. Tahun 2011
  • Dusun Jetis, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 35 anak, Pendamping 8 orang
  • Dusun Ngemplak Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Dusun Jogokerten Tegal, Desa Trimulyo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 5 orang
  • Dusun Jogokerten, Desa Trimulyo, jumlah 25 anak, pendamping 6 orang
  • Mancasan Desa. Pandowoharjo, jumlah TABO 25 orang, pendamping 6 orang
  • Pisangan, Desa Tridadi , jumlah TABO 55 anak, Pendamping 7 orang
  1. Tahun 2012
  • Dusun Kleben Caturharjo jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Mangunan, Desa Caturharjo Jumlah TABO 50 anak, Pendamping 8 orang
  • Desa, Mantaran, Desa Trimulyo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Panggeran IX, Desa Triharjo, junmlah TABO 65 anak, pendamping 10 oarang
  • Jembulan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20anak, pendamping 4 orang
  • Dukuh, Desa Tridadi, jumlah TABO 40 anak pendamping 10 orang
  1. Tahun 2013
  • Nglampar Mrisen, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Sanggrahan, Desa Caturharjo , Jumlah TABO 35 anak , 6 anak
  • Kepitu, Desa Trimuyo, jumlah TABO 25 anak, pendampuing 7 orang
  • Dusun Murangan VII, Desa Triharjo, jumlah TABO 65 anak, pendamping 9 orang
  • Brayut Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 30 anak pendamping 5 orang
  • Tlacap, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 4 orang
  • Wadas, Desa Tridadi, jumlah TABO 50 anak, pendamping 8 orang
  1. Tahun 2014
  • Bejen, Desa Caturharjo, jumalah TABO 25 anak, kader Pendamping 4 orang
  • Medari Cilik, Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, kader pendamping 4 orang
  • Kemloko Desa Caturharjo, jumlah TABO 25 anak, Pendamping 5 orang
  • Dusun Kepanjen, Karang, Desa Trimulyo, jumlah TABO 46 anak, pendamping 6 orang
  • Krapyak, Desa Triharjo, jumlah TABO 30 anak , pendamping 4 oarang
  • Sleman III, Desa Triharjo , jumlah TABO 50 anak, pendamping 10 orang
  • Temulawak Desa Triharjo, jumlah TABO 60 anak, pendamping 10 orang
  • Saragan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 pendamping 4 orang
  • Dusun Jabung, Desa Pandowoharjo jumlah TABO 35 anak Pendamping 6 orang
  • Beteng Desa Tridadi, jumlah TABO 50 anak, Pendamping 15 orang
  • Sleman Permai II, Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 7 orang
  • Dusun Drono, Desa Tridadi jumlah TABO 20 anak, pendamping 5 orang
  • Dusun Pangukan, Desa Tridadi jumlah TABO 10 anak, pendamping 4 orang
  1. Tahun 2015
  • Dusun Sidorejo, Desa Caturharjo, jumlah TABO 30 anak, Pendamping 6 orang
  • Dusun Klegen, Desa Trimulyo, jumlah TABO 25, pendamping 4 orang
  • Kalakijo Desa Triharjo, jumlah TABO 25 anak pendamping 8 orang
  • Dusun Sucen, Desa Triharjo , Jumlah TABO 55 anak, Pendamping 10 orang
  • Dusun Berkisan Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Dusun Krandon, Desa Pandowoharjo jumlah TABO 25 anak, pendamping 5 orang
  • Gawar, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 25 anak, pendmping 5 orang
  • Majegan Desa Pandowoharjo jumlah 30 anak, pendamping 5 orang
  • Nyaen Ngelo, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak pendamping 4 anak
  • Sleman Permai I, Tridadi, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Dusun Paten, Desa Tridadi jumlah TABO 30 anak pendamping 5 orang
  • Ngemplak Caban, Desa Tridadi, jumlah TABO 30 anak, pendamping 6 orang
  • Beran Lor, Desa Tridadi Jumlah TABO 30 anak, pendamping 15 orang
  • Dusun Beran Kidul, Desa Tridadi, jumlah TABO 35 anak, Pendamping 10 orang
  • Dusun . Bangunrejo, Desa Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 6 orang
  • Kebon Agung, Desa Tridadi, jumlah TABO 25 anak, pendamping 6 orang
  1. Tahun 2016
  • Keceme ,Desa Caturharjo, jumlah TABO 25 anak, pendamping 4 orang
  • Ngaglik, Desa Caturharjo, Jumlah TABO 30 anak, Pendamping 8 oarang
  • Dusun Klumprit, Desa Caturharjo jumlah TABO 20 anak, Pendamping 3 orang
  • Dalangan, Desa caturharjo, jumlah TABO 20 anak, Pendamping 4 orang
  • Dusun, Blunyah, Desa Trimulyo, jumlah TABO 20 anak, pebndamping 4 orang
  • Dusun Sebayu, Desa Triharjo, jumlah TABO 35 anak, pendamping 6 orang
  • Panggeran XII Desa Triharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 4 orang
  • Dusun Jetakan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak pendamping 4 orang
  • Dusun Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo, Jumlah TABO 20 anak
  • Dusun Gabugan, Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, 4 orang
  • Perum Griya Taman ASRI ( GTA ), Desa Pandowoharjo, jumlah TABO 20 anak, pendamping 6 orang
  • Denggung, Desa Tridadi Jumlah TABO 50 anak Pendamping 10 orang
  • Dusun Josari Desa Tridadi, jumlah TABO 55 anak Pendamping 12 orang

NO DESA Jumlah TABO Per tahun Jumlah
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Tridadi 0 40 55 40 50 105 205 105 600
2 Caturharjo 35 115 65 80 65 80 30 115 585
3 Triharjo 0 85 0 65 65 140 80 55 490
4 Trimulyo 0 35 45 30 25 45 25 20 225
5 Pandowoharjo 0 30 25 20 50 55 130 80 390
Jumlah Total 35 305 190 235 255 425 470 375 2290

Total data tahun 2016 yang ada di Puskesmas Sleman menunjukkann 83% dusun yang ada di kecamatan Sleman sudah mengikuti TABO

Lokasi Kegiatan pantau jentik adalah di Dusun dimana anak tersebut tinggal. Pemantauan jentik dilakukan di dalam rumah dan di luar rumah. Di dalam rumah, tempat-tempat yang harus di pantau adalah:

  • Bak mandi
  • Gentong air
  • Penampungan air dispenser
  • Penampungan air lemaries
  • Penampungan air di kaki meja

Sedangkan untuk di luar rumah adalah:

  • Tempat air minum burung
  • Sampah-sampah yang dapat menampung air
  • Di dalam tonggak bambu
  • Di daun-daun/pelepah pisang yang dapat menampung air
  • Sumur yang terbuka

 

Peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan pemantauan jentik berupa:

  • Senter
  • Lembar observasi ( Form jentik )
  • Alat Tulis
  • Papan Lembar obserfasi
  • Ovitrap (apabila diperlukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *