WANA DESA SELAYUR

wana-desa

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan bagian penting dari struktur pembentuk kota yang memikliki fungsi utama sebagai fungsi ekologis, terutama sebagai penghasil oksigen dan sebagai kawasan resapan air. Dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang ditetapkan luas RTH minimal yang harus disediakan oleh suatu kota adalah sebesar 30% dari luas wilayah.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai infrastruktur hijau perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut yaitu keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah perkotaan tersebut. Sedangkan secara fisik RTH dapat dibedakan menjadi RTH alami yang berupa habitat liar alami, kawasan lindung dan taman-taman nasional, maupun RTH non-alami atau binaan yang seperti taman, lapangan olahraga dan kebun bunga.

Pembangunan Wana Desa adalah salah asatu upaya menambah luasan RTH di Kabupaten Sleman yang difasilitasi oleh Badan Lingkungan Hidup DIY, bermitra dengan Pemerintah Desa Caturharjo yang mempunyai tanah kas desa dengan luas lahan yang cukup dan memadai sebagai lahan Wana Desa. Pemerintah Desa berencana memindahkan Lapangan Desa Selayur di Mangunan ke lokasi lain yang representatif (masih tanah kas desa) di Padukuhan Ngaglik, Caturharjo. Tanah lapangan Selayur inilah yang kemudian diuslkan menjadi Wana Desa. Pada tahun 2016 ini BLH DIY bekerjasama dengan Pemerintah Desa Caturharjo membangun Wana Desa dengan rincian teknis sebagai berikut :

Nama : Wana Desa Selayur
Lokasi : Padukuhan Mangunan, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman
Luas : 2,5 Hektar
Status Tanah : Kas Desa
Kegiatan : Pengendalian Kerusakan Lingkungan
Pekerjaan : Pengadaan bibit tanaman, pupuk, air
Pendanaan : APBD DIY Rp 102.603.600,- dan APBDes Rp 38.500.000,-
Jangka Waktu : 20 hari
Jumlah Tanaman : 2.600 batang
Jenis Tanaman : Tanaman Keras : Beringin, Merbau, Glodog, Aren/ Enau, Nyamplung, Gayam
: Tanaman Buah : Durian, Mangga, Rambutan, Matoa, Kelengkeng, Manggis, Sawo, Jambu Monyet, Jambu Biji Merah, Jengkol, Petai, Duwet
Tahap Persiapan : –     Pembersihan lahan

–     Penggemburan lahan dengan alat berat

–     Pembuatan lubang tanam dengan jarak 3×5 meter

–     Pemberian pupuk dasar pada lubang galian, sebanyak 24 ton

Tahap Pelaksanaan : –     Penanaman bibit tanaman

–     Pemasangan anjir sesuai jumlah pohon, berupa sebilah bambu setinggi 1,5 meter

–     Pembuatan papan nama

–     Pembangunan gasebo/ gardu jaga pengawas 5×5 meter

–     Dibuat akses jalan keliling dengan lebar 3 meter

–     Kolam yang telah ada tetap dilestarikan

Tahap Pemeliharaan : –     Penyemprotan insektisida, hama ulat

–     Dibentuk tim pengelola 8 orang, selanjutnya akan dibuat Perdes

–     Cek kondisi tanaman

–     Membersihkan gulma

Rencana Fungsi Sekunder : Fungsi edukasi, rekreasi lokal : Ekowisata, Agrowisata, Camping Ground

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *